
Hari ini Aliyaa pulang dari rumah sakit begitu juga dengan Siska, Miranda yang mempunyai alasan dia tidak pergi berkerja karena fokus pada Aliyaa.
"Maafkan aku ya Mam, aku yang merepotkan Mama. Membuat Mama yang sampai tidak masuk kerja sekarang."
Wajah Aliyaa terlihat sangat sedih dia merasa jika selalu saja membuat Mama nya cemas.
"Tidak apa-apa sayang, karena kalau bukan Mama siap lagi yang akan melakukan semua ini dengan kamu."
Mereka berdua pun bersiap untuk pergi karena Aliyaa yang sudah di cek kondisi nya oleh Dokter dan di nyatakan sudah sehat.
Aliya dan Siska pun berpapasan jalan jika Aliyaa yang akan mengurus administrasi nya, Siska yang sudah selesai karena Aliyaa yang membayar nya.
"Aliya aku berterima kasih sekali dengan apa yang sudah kamu berikan kepada ku yaa, aku tidak tahu harus bagaimana membalas nya."
Aliya tersenyum manis kepada Siska.
__ADS_1
"Kamu bisa membalas nya dengan tidak selalu terbawa arus orang lain, ketika kamu yang hanya mengetahui cerita ku dari orang lain bukan dari aku sendiri."
Aliya pun memilih untuk menyusul Mama ke tempat pembayaran.
"Maafkan aku Aliyaa, aku sempat membenci mu hanya karena mendengar kamu yang berselingkuh dengan Dokter El-Rivan. Padahal apa untungnya aku harus membenci kamu."
Siska dengan bantuan Ibu nya mereka pun berniat untuk masuk ke dalam mobil tapi ternyata Siska yang melihat Ayah nya yang sedang menunggu nya.
"Ayah, itu ayah Buu. Apakah ayah akan menyakiti ku."
Siska merasa sangat ketakutan sekali ketika dia melihat ada Ayah, ucapan yang di keluarkan oleh Ayah nya ketika mengusir dirinya tidak pernah bisa dia lupakan.
Siska dan ibu nya pun berjalan menghampiri Ayah nya.
"Ayo Nak, pulang ke rumah. Kamu yang harus melanjutkan kuliah mu sebagai seorang Dokter Specialis Anak, jangan sampai cita-cita hilang begitu saja. Biarkan anak-anak Ayah dan Ibu yang mengurus nya."
__ADS_1
Air mata Siska pun jatuh ketika Ayah nya yang sudah mau menerima kehadiran nya dengan anak nya.
"Ayah sudah memaafkan ku,? Ayah sudah tidak mempunyai rasa benci dengan ku?."
Ayah Siska pun menggelengkan kepalanya dan membuka pintu mobil nya, Siska dan Ibu nya pun masuk ke dalam mobil.
Aliya melihat nya dia pun merasa sangat terharu sekali.
"Tanpa harus ada Rendy di samping Siska, dia bisa bahagia karena orang tua nya. Ingin rasanya aku mengatakan kata-kata ku ini kepada Tante Kania."
Aliya dan Miranda pun masuk ke mobil nya, mereka menggunakan supir pribadi karena Miranda yang merasa tidak enak badan.
"Mama baik-baik saja,? Mama kelihatan seperti sakit? seperti nya Mama yang kurang istirahat yaa."
Aliya memegang tangan Mama nya yang terasa sangat dingin sekali.
__ADS_1
"Mama hanya kecapean saja sayaang, tidak apa-apa. Mama istrirahat juga nanti langsung sembuh, kamu tidak usah menghawatirkan Mama yaa kamu pikirkan diri kamu sendiri saja. Kamu yang harus menjaga kesehatan kamu yaa dan juga tidak lagi memikirkan hal-hal yang tidak penting dan tidak harus mempunyai sahabat."
Aliyaa tersenyum dan mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah dengan selamat, Aliyaa masih merasa sangat lemas dia pun di bantu oleh Pak Denies.