Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 41.


__ADS_3

Fabian menuju ke rumah nya dia pun mengingat jika besok adalah hari ulang tahun istri nya.


"Dokter Nadia seperti nya sudah menyiapkan yang spesial untuk Aliya dan aku pun juga ingin memberikan yang terbaik untuk Aliya."


Fabian membelikan bunga mawar putih untuk Aliya, dia ingin memberikan kejutan kecil untuk istri nya tersebut.


Aliya menunggu kedatangan suami nya, dia begitu sangat mengantuk sekali sampai akhirnya dia ketiduran di sofa.


Fabian pun akhirnya sampai di depan rumah nya, dia memilih untuk langsung masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.


Ketika Fabian membuka pintu nya dia melihat Aliya yang sudah tertidur pulas di sofa.


"Aliya sayaaaaang, kamu pasti sangat kelelahan sekali."


Fabian mencium kening Aliya dan dia pun menggendong Aliya ke kamar.


Fabian tidak mau mengganggu istrirahat Aliya, dia pun menyimpan bunga tersebut di sebelah bantal.


"Hmmmm, kasihan sekali kamu pasti sangat lelah sekali. Sibuk dengan tugas-tugas kuliah dan juga harus menjadi istri yang melayani suaminya."


Fabian pun pergi untuk mandi, Aliya mendengar suara itu dan dia pun membuka mata nya.

__ADS_1


Aliya begitu sangat terkejut sekali ketika dia yang sudah berada di kamar, Aliya juga melihat ada bunga di samping nya dan dia mengambil bunga tersebut.


"Seperti nya, aku yang ketiduran di sofa dan Mas Fabian yang membawa aku ke kamar."


Aliya tersenyum manis ketika melihat bunga yang di berikan oleh suaminya.


"Romantis sekali yaa, dia membelikan aku bunga."


Aliya menyiapkan baju untuk suaminya dan dia pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan malam untuk mereka berdua.


Fabian melihat istrinya yang sudah tidak berada di tempat tidur nya.


"Aliya, dia pasti yang menyiapkan pakaian ini dan sekarang dia pergi untuk memasak di dapur."


Fabian melihat Aliya yang sedang memasak untuk nya, dia tersenyum manis sambil memeluk erat istri nya dari belakang.


Fabian memeluk sambil mengelus-elus perut Aliya.


Aliya pun melepaskan pelukan erat tersebut dan saling bertatapan wajah dengan suami nya.


"Maaf yaa aku belum bisa hamil di bulan ini, aku belum bisa mengikuti apa yang kamu inginkan."

__ADS_1


Fabian mencium kening Aliya dan tersenyum manis kepada Aliya.


"Tidak apa-apa, semoga bulan depan kita berdua di berikan kepercayaan untuk bisa menjadi orang tua."


Perkataan Fabian semakin membuat Aliya sedih, dan Aliya pun langsung memeluk erat Fabian.


Aliya menangis di pelukan Fabian dan membuat Fabian merasa kebingungan sekali.


"Aliya, kenapa kamu menangis. Apakah perkataan ku ada yang membuat kamu sedih maafkan aku yaa Aliya."


Aliya pun mencoba untuk menghentikan tangisnya dia mencoba untuk tersenyum di hadapan suami nya.


"Maafkan aku yaa yang sering menangis secara tiba-tiba seperti, dan aku juga mau mengucapkan terimakasih atas bunga nya."


Aliya pun menyiapkan makanan untuk mereka makan, Fabian duduk dan menikmati makanan tersebut.


"Hmmmm, Mas Fabian. Besok kuliah ku libur aku mau pergi bersama dengan Siska boleh kah? hanya sebentar saja kok."


Fabian yang sudah mengetahui sebelumnya dia pun langsung menjawab iya kepada Aliya.


"Iyaa sayaaaaang, silahkan saja. Kamu juga harus pergi bersenang-senang yaa. Supaya kamu lebih segar lagi."

__ADS_1


Aliya pun terdiam dia seperti tidak siap untuk menantikan hari esok.


__ADS_2