
Ketika Aliyaa pergi, tatapan mata Kania begitu sangat tajam sekali memandangi wajah Rendy.
"Rendy, apakah kamu sudah mempunyai wanita di hati. Kekasih hati mu hah?."
Rendy merasa ini adalah kesempatan dirinya untuk bisa mengatakan semuanya kepada Mama nya.
"Aku sedang suka dengan seorang wanita tapi dia seperti nya tidak merespon rasa cinta ini, dan dia juga sama sekali tidak merespon perasaan ku. Dia bukan wanita yang memandang harta kekayaan bukti pada saat dia aku mengungkapkan perasaan dia malah menghindar dari aku."
Rendy pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Dan sebenarnya aku ke sini bersama dengan wanita itu, tapi aku rasa dia pergi karena mungkin mengetahui kehadiran Mama dan sekarang aku harus bertanggung jawab untuk mengantarkan mereka berdua untuk pulang."
Rendy pun pergi begitu saja meninggalkan Mama nya.
"Jika dia tidak memandang kekayaan kamu, kenapa kamu sampai memakai mobil yang sering Mama mu pakai hanya untuk wanita itu dan sekarang wanita itu memanfaatkan kamu untuk mengantar jemput kamu."
Kania sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Siapa sebenarnya wanita yang di cintai oleh Rendy, aku harus mencari tahu tentang kondisi keluarga dan keseharian nya seperti apa."
__ADS_1
Kania pun memilih untuk kembali bersama dengan teman-teman nya, dia mencoba untuk melupakan semua nya dengan mengobrol kembali dengan teman-teman nya.
Rendy mencari Aliya dan juga Siska karena bagaimana pun juga dia harus mengantarkan mereka berdua.
Aliya dan Siska sedang duduk untuk menunggu taksi, dan Aliya belum berbicara dengan Siska.
Aliya memegang tangan Siska, Aliya seperti merasakan apa yang di Siska rasakan.
"Aku melihat Tante Kania, dia yang sedang bersama dengan teman-teman nya. Daripada aku di permalukan di depan teman-temannya lebih baik aku pergi saja."
Siska pun menyenderkan kepalanya ke bahu Aliya.
Rendy melihat Aliya dan Siska dia mencoba untuk mendekat tapi tidak menghampiri mereka berdua.
Rendy ingin mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh mereka berdua.
"Al, aku tidak pernah ingin dekat dengan orang yang kaya raya. Kecuali mereka yang seperti kamu yang baik hati tidak pernah ada perbedaan dan melakukan apapun sama."
Aliya merasa sangat tahu bagaimana perasaan Siska.
__ADS_1
"Siska, Rendy begitu sangat mencintai kamu. Dan aku tau Rendy begitu sangat tulus sekali dengan kamu. Tapi mungkin perjuangan kamu lebih berat karena Tante Kania yang memang sudah berniat untuk menjodohkan Rendy tapi itu tidak membuat Rendy bahagia hanya membuat Tante Kania bahagia."
Rendy dengan sangat jelas sekali mendengar percakapan antara Siska dan Aliya.
"Untuk jadi teman pun aku nggak mau Al, apalagi untuk menjadi kekasih. Aku punya hati yang harus aku jaga dari perkataan yang membuat hati ini sakit."
Taksi pun akhirnya datang dan Siska memilih untuk pergi tanpa Aliya, Aliya hanya duduk memperhatikan Siska pergi.
"Siska, kenapa begitu berat sekali kisah cinta ini untuk kamu. Kamu pasti mempunyai perasaan yang sama terhadap Rendy, jika kamu tidak mempunyai perasaan kamu tidak mungkin merasa sakit seperti yang kamu tunjukkan."
Rendy pun datang menghampiri Aliya.
"Ayo Al, pulang. Aku harus mengatakan kamu sampai depan rumah."
Kania memperhatikan mereka berdua.
"Hanya Aliyaa dan Rendy dan mana wanita yang di sebutkan Rendy tidak ada."
Aliya pun masuk ke dalam mobil Rendy untuk menuju pulang ke rumah nya.
__ADS_1