Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *199*


__ADS_3

Aliya menuju ke ruangan Dokter El-Rivan, dan dia pun langsung segera masuk ke dalam.


Kedatangan Aliyaa membuat Dokter El-Rivan berusaha untuk terbaik untuk Aliyaa.


"Dokter, aku melakukan program kehamilan tanpa sepengetahuan Mama dan suami ku lagi. Aku tidak mau mereka menjadi berharap besar dengan program kehamilan ini sehingga membuat aku sedih, biarkan aku saja yang menjalankan nya sendiri karena aku tahu penyebabnya ada pada diriku."


Dokter El-Rivan juga di larang untuk memberitahu Aliyaa jika sebenarnya ini adalah saran dari Dokter Putra, Ayah dari suami nya Aliyaa.


"Baiklah Aliyaa saya mengerti saya berharap kamu bisa berhasil jika ada kegagalan itu bukan akhir dari segalanya, kamu harus tetap berjuang yaa."


Aliya pun menganggukkan kepalanya dan melakukan pemeriksaan, Aliyaa di berikan resep obat yang harus dia minum serta makanan dan minuman yang harus dia hindari.


Sampai akhirnya Aliyaa pun selesai melakukan pemeriksaan dan bulan depan dia harus kembali untuk melihat hasilnya seperti apa.


Aliya berniat untuk pergi ke Restoran karena dia yang ingin bertemu dengan Siska, Aliyaa pun begitu sangat bersemangat sekali dia ingin sekali bisa secepatnya bertemu dengan Siska.


"Pak Denies, antarkan saya ke Restoran Om Irfan yaa."


Aliya langsung masuk ke dalam mobil nya.


"Baiklah Nona Aliyaa."

__ADS_1


Aliya pun merasa sangat bersemangat sekali dia tidak boleh banyak pikiran dan dia harus selalu bahagia setiap waktu.


Aliya pun akhirnya sampai di Restoran tersebut, dia langsung masuk dan mencari keberadaan Siska.


"Ketika aku ketemuan dengan Dokter El-Rivan, aku tidak melihat keberadaan Siska di sini tapi di saat itu aku yang buru-buru pergi."


Aliya pun duduk dan mulai memesan makanan dan minuman yang dia inginkan.


Siska melihat Aliyaa tapi dia tidak bisa menghampiri Aliyaa karena dia yang posisinya sedang bekerja.


"Aliya tidak mungkin melihat ku, tapi kenapa Aliyaa tidak kuliah yaa hari ini."


Siska terus saja memperhatikan Aliyaa dan Om Irfan pun datang menghampiri Siska yang seperti sedang melihat seorang, karena Siska yang selalu di pantau oleh Om Irfan.


Siska pun menunjukkan tangan nya, dan Irfan pun langsung melihat ke arah tersebut.


"Aliya Mutiara,? dia ada di sini ternyata."


Irfan pun langsung menghampiri Aliyaa dia terlihat tersenyum manis kepada Aliyaa dan duduk di sebelah Aliyaa.


"Om Irfan, apakah benar Siska sekarang bekerja di sini? aku sudah tahu semuanya. Aku dan Mama datang langsung ke rumah Siska."

__ADS_1


Irfan pun menyuruh Aliyaa untuk membalikkan badannya dan dia pun melihat Siska di kasir, Siska yang hanya bisa tersenyum manis sambil melambaikan tangan nya.


"Astaga benarkah itu Siska, kuat sekali dia di saat hamil masih bisa untuk bekerja keras seperti ini."


Aliya begitu sangat terharu sekali ketika melihat Siska.


"Kehamilan Siska sangat kuat sekali, sudah tiga hari ini dia berkerja tidak ada keluhan sama sekali. Bayi yang ada di kandungan sangat mengerti di posisi ibu nya seperti apa."


Aliya pun meneteskan air mata dia merasa tidak tega melihat posisi Siska yang seperti itu.


"Sebentar lagi waktu nya Siska untuk beristirahat, kamu bisa mengobrol bersama dengan Siska."


Makanan dan minuman Aliyaa pun datang, dia memesan makanan dan minuman yang lumayan banyak sekali.


"Aliya kamu memesan minuman untuk dua orang dan porsi makanan yang sangat banyak sekali, apakah kamu sekarang sedang program kenaikan berat badan kamu ?."


Irfan merasa heran sekali karena Aliyaa yang tidak pernah memesan sebanyak ini.


"Ini untuk aku dan Siska, aku memesan nya."


Irfan pun langsung menyuruh Siska untuk segera istrirahat karena mereka takut makanan menjadi dingin.

__ADS_1


Irfan menyuruh salah satu karyawan untuk mengantikan posisi Siska dengan Alesan Siska yang sedang hamil dia sudah merasa lapar.


Karyawan tersebut pun langsung menghampiri Siska dan Siska berjalan untuk menghampiri Irfan dan juga Aliyaa.


__ADS_2