
Sesampainya di hotel Aliya pun terbaring di tempat tidur nya, dia merasakan sakit yang luar biasa dan dia pun merasa sangat penasaran sekali di saat Fabian yang sedang membuat teh manis hangat untuk Aliya.
Aliya memilih untuk pergi ke kamar mandi dengan sangat berhati-hati dia pun berjalan perlahan-lahan demi perlahan.
"Ahhhhhhh, sudah ku duga. Tapi kenapa yaa rasanya sangat sakit sekali tidak seperti biasa nya. Dan untung saja aku tidak harus pergi ke Dokter ini hanya masalah bulanan seorang wanita."
Aliya pun cukup lama di dalam kamar mandi dan membuat Fabian merasa sangat hawatir sekali.
"Aliya sayang, kamu baik-baik saja kan?. Lama sekali kamu di dalam kamar mandi nya, aku sudah membuat kan teh manis hangat untuk kamu."
Aliya pun akhirnya keluar dari kamar mandi nya, wajah nya terlihat sedikit pucat.
Fabian pun langsung membantu Aliya untuk berjalan menuju ke tempat tidur nya.
"Ayo minum dulu yaa,? apakah mungkin tensi darah mu rendah. Kamu kelihatan sangat pucat sekali Aliya."
Aliya meminum teh hangat tersebut sampai habis.
__ADS_1
"Sudah yaa jangan terlalu hawatir, semua perencanaan pasti merasakan ini setiap bulan nya."
Fabian pun memegang tangan Aliya, dan terus memandangi wajah Aliya.
"Yasudah lebih baik kita memperpanjang saja yaa satu hari lagi untuk di sini. Agar kamu bisa beristirahat dulu yaa."
Fabian begitu sangat menghawatirkan sekali kondisi Aliya.
"Tidak Mas, aku sudah kangen sekali suasana kuliah dan bertemu dengan Sisca merindukan sekali aku Mas."
"Baiklah Bu Dokter, semangat terus yaa kuliah nya sampai menjadi seorang Dokter Specialis Anak yang terbaik. Kamu lanjutkan cita-cita ku yang dulu tidak tercapai."
Fabian memilih untuk meninggalkan Aliya, dia ingin istri bisa beristirahat.
Fabian keluar dari kamar hotel nya, dia berjalan melihat indah pemandangan pantai yang ada di hadapan nya.
"Aku tidak tahu bahwa rasa nya ada di posisi Aliya, aku rasa Miranda memang sangat keterlaluan sekali dia masih saja belum bisa menerima kehadiran Aliya seperti dulu."
__ADS_1
Fabian pun merasa sangat hawatir sekali ketika nanti dia yang berkerja kembali dengan Miranda.
"Apakah Miranda masih mempunyai perasaan terhadap ku, apakah sudah ada lelaki simpanan yang lain. Semoga saja dia bisa segera menemukan lelaki yang dia cintai."
Fabian pun merasa sangat menyesal sekali dengan apa yang dulu pernah dia perbuatan bersama dengan Miranda.
"Bodoh nya aku dulu yang mau menjadi lelaki simpanan nya, yang hanya karena memikirkan uang dan uang. Tapi beruntung nya aku yang telah mendapatkan Aliya dia yang menerima kehadiran ku pahit nya masa lalu seperti apa."
Fabian berjanji dia akan selalu setia menemani Aliya apapun yang terjadi dengan pernikahan nya.
"Aku harus sabar dan mengalah di hubungan pernikahan ku ini, aku ingin membuat Aliya bahagian hidup bersama dengan ku."
Fabian memandangi foto Aliya Mutiara ketika mereka berdua belum berpacaran.
"Dia memang sangat cantik sekali dari dulu dan tidak pernah berubah sedikit pun kecantikan nya. Aku berhasil besar Ibu dan Ayah bisa menerima kehadiran Aliya bukan sebagai menantu tapi sebagai anak perempuan nya."
Fabian pun memilih untuk kembali ke kamar hotel nya karena dia yang begitu sangat menghawatirkan Kondisi Aliya.
__ADS_1