Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #299#


__ADS_3

Rendy akhirnya sampai di rumah nya, dia pun langsung masuk ke dalam kamar nya dan melihat kondisi Mama nya yang sudah lemas.


Rendy pun langsung membawa Mama ke Rumah Sakit karena kondisi yang sudah sangat lemah sekali sehingga Kania yang tidak bisa menolak nya.


Rendy pun seketika teringat dengan rencana dengan Bianca yang akan datang ke rumah Siska untuk menjelaskan semuanya.


"Rendy, Mama ingin kamu dan Bianca menikah dan memberikan cucu untuk Mama."


Ucap Kania yang suara yang pelan sambil memegang kepalanya.


"Mama lebih baik sekarang fokus pada kondisi Mama yaa, jangan memikirkan tentang pernikahan. Karena Itu akan membuat Mama hanya bertambah pusing saja."


Kania pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Rendy, Rendy yang menginginkan Mama tidak sampai harus di rawat di Rumah Sakit.


Rendy membawa Mama nya ke Rumah Sakit Permata, dan ternyata di tangani oleh Dokter Putra yaitu adalah Ayah dari Fabian.

__ADS_1


Kania pun di bawa untuk di periksa, tensi darah yang lumayan tinggi.


"Apa yang sedang ibu pikirkan sekarang,? permasalahan keluarga,? ibu seperti nya sedang banyak pikiran seperti ini."


Kania pun lebih memilih untuk berkata jujur kepada Dokter Putra.


"Bulan depan saya mempersiapkan pernikahan untuk anak saya, tapi calon istri anak saya yang tidak mau memberikan saya cucu dengan alasan karena dia yang seorang model dan juga brand ambassador produk kecantikan nya."


Dokter Putra terdiam cerita nya sama seperti Aliyaa, tapi beda nya Aliyaaaa yang tidak memberikan keturunan karena dia yang mempunyai permasalahan penyakit nya.


Melihat Dokter Putra yang keluar dari ruangan Mama nya, Fabian pun langsung menghampiri nya untuk menanyakan kondisi Mama nya.


"Bagaimana Dokter Putra, Mama saya baik-baik saja kan?."


Wajah Rendy terlihat sangat panik sekali dia yang begitu sangat menghawatirkan kondisi Mama nya.

__ADS_1


"Tensi darah Mama mu tinggi, seperti nya dia sedang memikirkan sesuatu. Mama mu harus banyak istirahat yaa, dan jangan banyak memikirkan sesuatu yang berat."


Dokter Putra pergi dan Rendy masuk ke dalam ruangan Mama nya, Rendy melihat Suster yang sudah selesai memberikan obat kepada Mama nya.


"Mama, jangan banyak pikiran. Dan aku ingin berkata jujur kepada Mama, jika aku yang sudah mengingat semua nya dan sekarang aku yang ternyata sudah menjadi seorang Ayah dari ke dua anak kembar ku."


Kania semakin gelisah, ketika mengetahui hal tersebut dia pun semakin merasa jika pernikahan itu tidak akan pernah ada.


"Mama tidak usah kaget seperti itu, cukup aku saja yang merasa terkejut ketika aku yang tidak bisa berada di samping Siska ketika dia yang sedang mengandung anak ku, bahkan Siska yang di usir oleh keluarga nya dia meninggalkan kuliah nya dan dia juga yang harus bekerja sambil hamil."


Mata Rendy berkaca-kaca ketika dia berbicara dengan Mama nya, dan Kania pun hanya bisa terdiam saja mendengar perkataan Rendy.


"Ketika Mama yang harus menjodohkan aku dengan wanita cantik bisnis tapi dia tidak mau memberikan Mama cucu, karena dia yang sangat cantik dan dia yang punya banyak uang dia yang lebih memilih untuk kesenangan menikmati kehidupan nya saja."


Rendy sampai menghelakan nafas panjang nya.

__ADS_1


__ADS_2