
Miranda tidak tahu harus bagaimana lagi dia masuk ke dalam mobil nya dia menangis seakan tidak percaya yang apa sudah terjadi.
Dia yang mencoba untuk memisahkan Aliyaa dengan Fabian tapi ternyata takdir berkehendak lain Aliyaa yang di vonis kesulitan dalam hamil sekarang kenyataan dia sudah bisa hamil.
"Aliya hamil dia menginginkan kehamilan ini, apakah berkas-berkasnya ini sudah tidak berarti."
Miranda memilih untuk diam di dalam mobil membiarkan dirinya untuk tenang.
Aliya memegang perut nya, dia meneteskan air mata nya.
"Terimakasih sudah hadir di kehidupan Mommy sayang, Mommy sangat bahagia sekali sayang."
Fabian, Siska dan Rendy pun merasa sangat terharu sekali ketika mendengar perkataan Aliyaa.
Fabian begitu sangat ingin sekali memeluk erat-erat Aliyaa, dia pun merasa sangat bahagia sekali ketika akhirnya bisa menjadi seorang Papa.
__ADS_1
Fabian memberanikan diri untuk menghampiri Aliyaa dia mencoba untuk mengungkapkan perasaan hati nya.
"Aku meminta maaf atas ketidak sabaran ku Aliyaa, sekarang apa yang kita di berikan kepercayaan untuk bisa menjadi orang tua. Terimakasih atas perjuangan mu selama ini."
Fabian memegang tangan Aliyaa dan mereka berdua pun saling berpelukan dengan tangisan kebahagiaan.
Rendy dan Siska pun merasa sangat terharu sekali ketika melihat Fabian dan Aliya bisa bersatu kembali.
"Aliya jika Mama kamu yang masih menginginkan perceraian ini, silahkan saja aku terima saja. Aku sudah tidak mau lagi ada perdebatan antara kita karena aku takut berpengaruh terhadap perkembangan bayi kita ini, jaga baik-baik anak kita walaupun aku yang tidak bisa ada di samping kamu."
Fabian melepaskan pelukan erat nya dia pun mengusap perut Aliyaa dengan mata yang berkaca-kaca.
Fabian pun memilih untuk pergi dari ruangan tersebut, dia memilih untuk meninggalkan Aliyaa.
Aliya yang tidak bisa melakukan apa-apa ketika Fabian pergi dengan kata-kata yang membuat nya rapuh.
__ADS_1
"Kenapa harus seperti ini, kenapa Kak Fabian memilih untuk pergi begitu saja?. Mungkin kah Kak Fabian yang sudah merasa sangat lelah sekali dengan keadaan nya sekarang."
Siska pun melihat Aliyaa yang terus menerus menangis sambil memegang perut nya.
"Aku harus menyusul Fabian, Siska kamu diam di sini yaa. Temani Aliyaa jangan sampai Aliyaa sendirian."
Rendy berlari menyusul Fabian dan Siska pun mendekati Aliyaa.
"Kenapa semua nya harus seperti ini yaa, aku yang harus nya bahagia. Tapi kenapa aku harus menagis dengan kehadiran anak di dalam kandungan ku ini, Mama pun pergi tidak ada di samping ku sekarang."
Siska memberikan semangat untuk Aliyaa karena dia yang tidak Aliyaa menjadi banyak pikiran di kehamilan nya ini.
"Sudah yaa Al, sekarang kamu fokus saja pada kehamilan mu ini yaa. Jangan banyak berpikir ke mana-mana semua nya akan baik-baik saja yaa, Mama kamu juga pasti mengerti dia tidak mungkin meneruskan perceraian ini."
Siska sangat menghawatirkan Aliyaa yang lebih memilih untuk sendirian mengurus anak nya nanti, karena Aliyaa yang sangat berkecukupan dalam hal apapun sehingga dia bisa melakukan apapun.
__ADS_1
"Mama di mana yaa, apakah dia sekarang marah dengan ku. Seperti nya Mama kecewa dengan aku sekarang."
Aliya tersenyum manis dalam tangisan nya sambil mengelus perut nya.