Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #249#


__ADS_3

Sudah hampir 30 menit Bianca menunggu kedatangan Kania dan dia merasa sangat kesal sekali.


"Lama sekali sebenarnya dia benar-benar ingin bertemu dengan ku atau hanya ingin mempermainkan aku saja."


Bianca pun memilih untuk berdiri dari tempat duduk dia berniat untuk pergi saja, tapi ketika Bianca hendak pergi dia melihat Kania yang berlari sambil melambaikan tangan nya.


Bianca pun kembali duduk dengan wajah yang kesal.


"Bianca maafkan Tante yaa, tadi di jalan sangat macet sekali karena ada kecelakaan."


Kania pun duduk dan dia melihat wajah Bianca yang kelihatan sangat kesal sekali dengan nya.


"Baiklah Bianca bagaimana jika kamu segera bertemu dengan Rendy, karena Tante merasa kamu yang adalah yang terbaik untuk Rendy."


Bianca memandangi wajah Kania dengan sangat serius sekali.


"Kenapa harus secepat ini,? apa sebelumnya terjadi sesuatu dengan Rendy?."


Kania merasa Bianca yang mulai mencurigai nya.

__ADS_1


"Tidak ada terjadi sesuatu sebelumnya, Tante hanya ingin Rendy mendapatkan calon istri yang terbaik. Karena Tante tidak mau Rendy yang salah memilih wanita yang hanya memanfaatkan kekayaan nya saja."


Bianca pun terdiam ketika sudah mendengar penjelasan dari Kania, Bianca meminum jus jeruk yang segar yang sudah di siapkan.


"Oke Tante sudah selesai yaa, aku harus segera pergi karena aku yang sangat sibuk sekali."


Bianca pergi tanpa bersalaman dengan Kania sikap nya yang mulai terlihat.


"Oke Kania, kamu harus sabar dan sekarang waktunya bertemu dengan Rendy."


Kania pergi kembali untuk menuju ke kantor Rendy, dan di kantor Rendy yang kelihatan diam tidak seperti biasanya.


"Rendy, kamu kenapa tidak seperti biasanya."


Fabian masuk ke dalam ruangan Rendy dan Rendy pun memegang kepalanya.


"Mama akan menjodohkan ku, sedang aku yang ingin tahu apakah benar Siska yang sedang hamil anak ku."


Fabian tidak menyangka jika Rendy yang masih memikirkan ucapan nya itu.

__ADS_1


"Aku ingin sekali bertemu dengan Siska, aku yang tidak mengingat apapun tapi aku merasakan kenyamanan dan kebahagiaan ketika waktu aku memegang perut Siska. Janin yang langsung aktif merespon sentuhan tangan ku."


Fabian pun hanya bisa terdiam saja karena dia tidak mau jika Kania yang mengetahui nya.


"Nanti sore aku akan bertemu dengan Siska, aku ingin bertanya langsung kepada nya."


Fabian pun memilih untuk pergi dari ruangan Rendy setelah dia yang sudah selesai memberikan pekerjaan nya kepada Rendy.


Rendy merasa jika Fabian yang mengetahui semuanya tapi dia yang lebih memilih untuk diam karena terikat pekerjaan bersama dengan nya.


"Seperti nya Fabian mengetahui sesuatu tapi dia yang lebih memilih untuk diam, aku yakin juga Kak Veronica pun pasti mengetahui nya."


Rendy berencana untuk bertemu dengan Siska, jika jawaban Siska yang tidak menyenangkan atau tidak jujur dia akan memaksa Veronica untuk jujur kepada nya.


Fabian yang baru saja duduk di ruangan nya dia melihat kedatangan Kania, dan dia merasa sangat beruntung sekali karena sudah tidak ada di ruangan Rendy.


"Habislah aku jika masih di ruangan Rendy dan sedang membicarakan tentang Siska, Tante Kania pasti akan menuduhku yang memberitahu semuanya kepada Rendy."


Fabian pun fokus pada laptop yang ada di hadapannya dan Kania memperhatikan Fabian yang begitu sangat serius sekali belajar nya.

__ADS_1


__ADS_2