Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #270#


__ADS_3

Siska melambaikan tangan nya kepada Veronica dan Rendy.


"Siska adalah wanita yang tangguh dan sabar sekarang dia menunggu kehadiran lelaki yang akan menjadi pendamping hidup nya."


Rendy pun langsung bertanya-tanya siapa lelaki yang di tunggu-tunggu oleh Siska.


"Rendy hubungi mu baik-baik saja kan dengan Mama nya, tidak ada permasalahan kan di rumah."


Veronica berpura-pura tidak tahu jika Rendy yang akan di jodohkan dengan wanita lain.


"Aku akan di jodohkan oleh wanita lain, dia seorang pembisnis. Aku tidak mencintai nya, aku tidak mungkin sanggup dengan kehidupan nya yang mewah."


Rendy merasa Mama nya memperlakukan Bianca dengan berlebih-lebihan dalam hal kehidupan.


"Kita baru bertemu saja sudah di berikan kalung berlian seharga 2 Milyaran, bagaimana nanti kita sudah menikah."


Veronica kasihan dengan Rendy dia yang tidak akan mendapatkan kebahagiaan jika menikah dengan wanita seperti itu.


"Sudahlah Rendy, lebih baik sekarang kamu fokus saja pada Siska. Kamu tinggal di Apartemen hindari bertemu dengan Mama kamu karena pasti akan membahas tentang perjodohan itu."

__ADS_1


Rendy pun mengikuti apa yang di katakan oleh Veronica kepada nya.


"Aku melihat Kakak yang sangat sayang sekali dengan Siska, apa yang membuat Kakak memilih perasaan seperti itu kepada Siska?."


Veronica pun seketika dia langsung tersenyum.


"Siska adalah wanita yang sabar dan tanggung sekali, nanti ada saat nya kamu yang akan merasa berhutang besar dengan Siska."


Mereka berdua pun akhirnya sampai di Apartemen nya.


"Kak aku tidur bersama dengan Fabian, kasihan dia pasti sedang kusut sekali pikiran nya."


"Dua laki-laki yang sedang patah hati, semoga mereka segera mendapatkan kebahagiaan masing-masing."


Veronica membuka pintu Apartemen dan dia pun langsung mandi dan beristirahat sedangkan Fabian dan Rendy mereka yang masih sibuk dengan permasalahan nya.


Rendy melihat Fabian yang sedang menyenderkan tubuhnya ke tembok dan Rendy pun langsung menghampiri Fabian.


"Sudah lupakan Aliyaa, Aliyaa saja sekarang sedang bersama dengan Dokter El-Rivan."

__ADS_1


Fabian melirikan mata nya kepada Rendy.


"Bukan Aliyaa tapi ibu ku, besok aku akan bertemu dengan ibu ku. Dan membicarakan semuanya sebelum bertemu dengan Ayah ku."


Pertemuan Fabian dan ibu nya berbarengan dengan Siska dan Veronica untuk mengecek kandungan Siska.


"Besok Kak Veronica dan Siska pun akan pergi ke Rumah Sakit Permata, jangan sampai ada Aliyaa dan kamu lagi-lagi di anggap ingin bertemu dengan Kak Veronica."


Fabian seakan sudah tidak memperdulikan perkataan Aliyaa.


"Apakah aku harus bersama kembali dengan Veronica,? supaya apa yang di inginkan oleh Aliyaa selama ini menjadi kenyataan."


Rendy pun berpikir ke arah sana, agar Aliyaa puas dengan semua perkataan nya.


"Tapi apakah Kau Vero mau dengan mau,? dengan dia yang sudah mengetahui semua masa lalu bersama dengan Tante Miranda yang sangat panas sekali jika di ceritakan."


Fabian pun seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Rendy.


"Aku tidak memikirkan tentang wanita, aku memikirkan tentang bagaimana aku bisa membayarkan hutang kepada mu Rendy. Setelah itu aku juga ingin mempunyai rumah dan memberikan kenyamanan kepada istri ku nanti dari hasil keringat ku sendiri."

__ADS_1


Rendy seketika langsung bertepuk tangan dia tidak menyangka Fabian yang bisa berpikiran seperti itu.


__ADS_2