
Siska akhirnya sampai di depan rumah Dokter Nadia, dia pun merasa sangat gugup dan malu sekali ketika dia bertemu dengan Dokter Nadia nanti.
Irfan membukakan pintu mobil nya tapi Siska masih saja terdiam di dalam mobil nya.
"Aku tidak mau Om, lebih baik aku mencari kontrakan rumah saja. Aku malu untuk bisa tinggal bersama dengan seorang Dokter apalagi keadaan ku yang seperti ini."
Irfan merasa bingung dia harus bagaimana lagi dan akhirnya Dokter Nadia pun keluar dari rumah nya.
"Seperti nya Siska tidak mau keluar dari mobil Pak Irfan, kasihan sekali anak itu."
Dokter Nadia pun langsung menghampiri Siska dan Irfan mempersilahkan Dokter Nadia untuk lebih dekat dengan Siska.
"Ayo masuk ke dalam rumah kamu jangan seperti ini yaa, kasihan anak yang ada di kandang kamu ini."
Siska pun akhirnya luluh dengan ucapan Dokter Nadia dia turun dari mobil Irfan.
__ADS_1
"Seperti nya saya langsung pamit saja yaa, Siska kamu baik-baik yaa bersama dengan Dokter Nadia."
Ketika Irfan akan pergi Siska memegang tangan Irfan dan membuat langkah kaki Irfan berhenti.
"Om Irfan, seperti nya aku akan cuti kuliah. Bisakah aku berkerja di Restoran Om Irfan untuk membiayai proses persalinan ku nanti dan keseharian ku."
Irfan pun langsung menghampiri Siska dan menghapus air mata Siska.
"Iya Siska sayang, kamu boleh berkerja di Restoran Om. Sekarang kamu fokus saja pada kehamilan kamu yaa karena di awal-awal seperti nya kamu tidak akan bisa berkerja kamu pasti merasakannya mual muntah seperti ibu hamil yang lain nya."
Dokter Nadia memegang tangan Siska agar bisa masuk ke dalam rumah nya dan Irfan kembali masuk ke dalam mobil nya karena keadaan di Restoran pasti sangat sibuk sekali.
"Ayo Siska masuk ke dalam yaa, kamar kamu sudah di siapkan bekas kamar Aliyaa waktu dia tinggal di rumah ini."
Para pegawai yang begitu sangat ramah sekali menyambut kedatangan Siska membuat Siska semakin merasa malu untuk bisa tinggal di rumah ini.
__ADS_1
"Kamu jangan dulu memikirkan tentang pekerjaan sampai usia kandungan kamu menginjak usia 4 bulan yaa, di trimester pertama kamu akan mengalami mual muntah di setiap pagi hari. Tapi Dokter berharap besar jika kandungan kamu ini kuat Siska."
Mereka berdua pun di depan pintu kamar untuk Siska, kamar yang sangat indah sekali dan besar dengan nuansa warna pink di sekelilingnya.
"Terimakasih banyak atas kebaikan Dokter Nadia kepada saya, saya tidak tahu harus membalas nya dengan apa kebaikan Dokter Nadia ini."
Dokter Nadia pun membelai rambut panjang Siska dan memeluk erat tubuh Siska.
"Jadilah wanita yang kuat untuk bisa membesar anak yang tidak berdosa ini, aku tidak sendirian yaa Siska ada Dokter Nadia di samping kamu."
Perkataan Dokter Nadia seperti sumber kekuatan untuk Siska, Siska bisa tersenyum kembali berkat perkataan Dokter Nadia.
"Iya Dokter aku harus menjadi wanita yang kuat walaupun mungkin aku yang harus menjadi seorang singel mother, aku akan tetap bersemangat."
Dokter Nadia melepaskan pelukan erat nya.
__ADS_1
"Baiklah sekarang lebih baik kamu tidur yaa, istirahat dulu yaa nanti bangun tidur kamu makan dan minum vitamin dan obat nya dari Dokter."
Dokter Nadia pun pergi dari Kamar Siska agar Siska bisa beristirahat.