
Keesokan harinya, Miranda merasa jika kepala nya yang sangat sakit sekali. Dan dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat kondisi nya yang tidur di atas kasur bukan di kamar nya.
Miranda yang memakai selimut pun dia langsung melihat pakaian nya yang masih utuh dan rapih.
"Astaga, untung nya aku masih berpakaian lengkap. Apa yang terjadi semalam yaa dan siapa yang membawa aku ke hotel ini."
Miranda pun terbangun dari tempat tidurnya walaupun kepalanya yang sangat sakit sekali.
Miranda berjalan dan ternyata dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat lelaki yang sedang membuatkan minuman.
"Siapa kamu,? kenapa aku dan kamu bisa berada di kamar hotel ini."
Lelaki tersebut membelakangi Miranda sehingga Miranda tidak bisa melihat wajah nya, dan Miranda pun langsung membalikkan tubuh lelaki tersebut.
Seketika Miranda pun sangat terkejut sekali ketika melihat wajah lelaki tersebut.
"Reno, kenapa kamu dan aku bisa satu kamar seperti ini hah ? hey Reno kamu tidak melakukan apapun kepada ku kan."
Miranda begitu sangat ketakutan sekali karena dia bisa satu hotel bersama dengan lelaki yang merupakan teman baik Almarhum suami nya.
"Miranda, aku tidak menyentuh mu sama sekali. Aku melihat mu yang sudah tidak sadar diri karena terlalu banyak minum."
Miranda pun merasa sangat malu sekali ketika Reno mengetahui dirinya nya yang sedang minum.
Miranda menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Reno.
__ADS_1
"Miranda apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu,? kamu sedang mempunyai permasalahan yang di keluarga mu? sampai kamu melakukan hal tersebut."
Miranda pun menghelakan nafas panjang nya.
"Semua terjadi karena Aliya yang memilih untuk pergi dari rumah, dia tidak mau menjadi penerus perusahaan milik Papa nya. Aliya yang lebih memilih untuk menjadi seorang Dokter membuat ku yang harus berjuang mempertahankan perusahaan tersebut."
Reno pun ingin sekali jika anak perempuan nya bisa berkerja di perusahaan milik Miranda.
Anak perempuan yang membuat hubungan nya dengan matang istri bercerai.
"Lalu bagaimana sekarang dengan Aliya,? apakah dia sekarang sudah menjadi seorang Dokter ?."
Miranda menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.
Reno tidak pernah menyangka jika Miranda bisa melakukan ini semua kepada Aliya, Aliya yang hidup dengan kemewahan dia harus bertahan hidup sendiri di luar sana.
"Miranda kamu bisa melakukan semua itu kepada Aliya,? kamu jahat sekali Miranda. Bukan kah Aliya itu adalah anak kesayangan mu dia yang kamu biarkan hidup sederhana di luar sana. Jika suami mu masih hidup dia pasti akan marah besar kepada mu."
Miranda tidak pernah berpikir ke arah sana, dan Miranda tidak mungkin mengatakan jika Aliya itu menikah dengan kekasihnya. Itu yang membuat Miranda tega melakukan apa pun demi Aliya.
"Tapi kenyataannya Aliya hebat dia masih bisa bertahan hidup di luar sana dengan segala kesederhanaan. Apalagi sekarang ada suami yang bisa menanggung beban hidup nya dia juga berkerja sebagai asisten pribadi ku di kantor."
Ketika Miranda yang mulai membicarakan tentang kantor ini adalah saat nya Reno membicarakan tentang rencana nya.
"Miranda aku memilki anak dari pernikahan ku yang pertama, dia kuliah di luar negeri dan merupakan mahasiswa yang sangat berprestasi sekali dia adalah Kakak dari Rendy yang bernama Veronica Letica. Aku membutuhkan pertolongan dari mu Miranda biarkan putri ku berkerja di perusahaan mu."
__ADS_1
Miranda tidak menyangka ujung dari pembicaraan nya adalah menjadi sebuah permintaan untuk pekerjaan.
"Reno, bagaimana jika Kania mengetahui nya dia semakin marah besar kepada ku. Tidak jangan di perusahaan ku yaa masukkan saja dia perusahaan milik Rendy dia sangat baik pasti mau menerima kehadiran Kakak perempuan nya di perusahaan nya."
Reno pun langsung melemparkan foto-foto Miranda ketika sedang berada di tempat hiburan malam.
"Apakah kamu ingin semua orang mengetahui nya, jika seseorang CEO yang sangat sukses ternyata datang ke tempat hiburan malam seperti dengan minum yang sangat banyak sekali. Bukan hanya foto-foto aku pun mempunyai video."
Miranda merasa di jebak oleh Reno, dia harus mau melakukan apa yang di inginkan oleh Reno.
Miranda langsung merobek foto-foto tersebut dan terpaksa menerima kehadiran karyawan baru di perusahaan nya.
"Baiklah, Veronica bisa berkerja di perusahaan ku. Mulai besok dia bisa datang dan aku berharap besar jika dia juga mempunyai sikap yang baik dan juga kecerdasan dalam berkerja."
Reno pun tertawa bahagia mendengar perkataan tersebut.
"Baiklah Miranda, ini akan menjadi berita yang sangat bahagia untuk Veronica Letica."
Reno pun langsung pergi dari hotel tersebut ketika keinginan sudah dia kabulkan oleh Miranda.
Miranda begitu sangat emosional sekali dengan Reno.
"Bagaimana jika Kania mengetahui nya, dan Rendy juga. Tapi biarlah mereka berdua memang tidak menyukai ku sekarang."
Miranda pun mulai bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya, walaupun dia pasti akan telat datang ke sana.
__ADS_1