
Miranda kelihatan sangat emosional sekali dia pun langsung masuk ke dalam mobil nya, sedangkan Irfan yang berniat untuk kembali ke Restoran nya dia takut Miranda kelewat emosi kepada Fabian.
"Miranda harus di dampingi dia sekarang semakin membenci Fabian, bagaimana mungkin dia yang sudah melerakan mereka berdua untuk menikah tapi Fabian membuat Aliyaa menangis."
Irfan pun langsung masuk ke dalam mobil nya dia mengikuti mobil Miranda, dan Miranda memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba.
"Ahhhh, kenapa aku sampai lupa yaa. Aku tidak tahu Fabian sekarang tinggal di mana, lebih baik aku menghubungi Rendy saja."
Miranda menghubungi Rendy, Rendy yang sedang merenungkan dirinya di suatu Caffe.
"Tante Miranda, ada apa yaa dia menelephone."
Rendy pun langsung menjawab panggilan telephone dari Miranda.
*Hallo Tante Miranda*
*Rendy, kamu kirimkan alamat Fabian sekarang yaa*
*Memang ada apa Tante, apakah Fabian yang membuat permasalahan kepada Aliyaa*
*Nanti juga kamu akan mendapatkan penjelasan dari Fabian, sekarang share lokasi yaa. Tante tunggu sekarang juga."
__ADS_1
Miranda mengakhiri panggilan telephone dan Irfan yang berada di belakang nya menunggu Miranda menjalankan mobilnya.
"Ada apa dengan Miranda, kenapa dia tidak menjalankan mobilnya."
Setelah mendapatkan lokasi Fabian, Miranda pun langsung menjalankan mobil nya.
Fabian di jalan melihat Veronica, dia pun memberhentikan mobilnya.
"Ayo Veronica, cepatlah masuk."
Veronica pun langsung masuk ke dalam mobil Fabian karena Apartemen mereka berdua yang berdampingan.
"Fabian, apakah kamu mengetahui jika Aliyaa masuk ke rumah sakit hari ini?."
"Tidak, aku tidak mengetahui nya. Tadi pagi aku sudah memberikan cincin pernikahan ku kepada Aliyaa, aku serahkan semua nya kepada Aliyaa."
Veronica tidak melihat wajah hawatir Fabian kepada Aliyaa.
"Wajah kamu kenapa bisa seperti itu Fabian, kamu kelihatan biasa aja ketika mendengar Aliyaa yang sakit."
Fabian pun memegang kepalanya.
__ADS_1
"Lalu aku harus mencari tahu tentang dia di rumah sakit, dan bertemu dengan Miranda dan di salahkan oleh Miranda. Sekarang Miranda yang menginginkan perpisahan di antara aku dan juga Aliyaa."
Veronica pun seketika langsung terdiam.
"Walaupun jujur saja aku masih sangat mencintai Aliyaa, masih belum bisa sepenuhnya melupakan Aliyaa. Tapi aku harus tetap melakukan itu demi keinginan Miranda."
Fabian pun sampai menghelakan nafas panjang nya.
"Tapi Bu Miranda sudah tidak lagi mempunyai perasaan terhadap kamu kan Fabian,? aku menghawatirkan jika di saat kalian berdua berpisah. Bu Miranda masuk kembali dalam hubungan masa lalu kalian berdua lalu bagaimana dengan Aliyaa dia pasti sangat sakit hati sekali."
Fabian tidak memikirkan hal tersebut, dia pun merasa jika sejak awal Miranda yang sangat menginginkan nya.
Fabian pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Veronica, dia tidak habis pikir jika semua sampai terjadi seperti itu.
"Jika hal tersebut terjadi, aku akan mempermalukan Miranda. Agar semua orang mengetahui dia itu adalah wanita Kesepian Pecinta Brondong."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di Apartemen, Veronica turun dari mobil nya dan mobil Miranda berada di belakang nya mereka berdua.
Begitu sangat terkejut nya Miranda ketika melihat Fabian bersama dengan Veronica dalam satu mobil.
"Mereka berdua pulang bersama, dan apakah mereka berdua itu satu Apartemen. Dan semua yang di ceritakan oleh Aliyaa itu benar adanya."
__ADS_1
Miranda menunggu Fabian dan Veronica masuk ke dalam barulah dia keluar dari mobil nya.