Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #242#


__ADS_3

Aliya yang sudah pulang dari kampus nya dia langsung menghampiri supir nya.


"Aku jalan saja yaa ke rumah itu nanti Pak Denies pakai mobil yaa."


Aliya pun langsung berjalan menuju ke rumah nya, dia merasa sangat gugup sekali ketika masuk kembali ke rumah yang penuh dengan kenangan indah bersama dengan suami nya.


Aliya langsung masuk ke dalam kamar nya, dia mulai mengambil barang-barang yang akan di ambil.


Aliya melihat foto pernikahan nya, dia pun hanya mengambil foto ukuran kecil karena tidak mau sampai Mama nya yang mengetahui nya.


Aliya mendengar suara sepatu dan dia merasa jika itu adalah Pak Denies.


"Semuanya sudah ku masukkan dalam dus, silahkan ambil dan masukkan ke dalam mobil."


Aliya pun langsung berjalan menuju ke luar karena dia yang memasukkan foto ke dalam tas nya.


Aliya membuka pintu mobil yang ke dua dia tahu jika Pak Denies itu adalah mata-mata Mama nya.


Pak Denies pun memasukkan ke dalam bagasi dan dia memberikan kunci kepada Aliyaa.


"Simpan saja kunci nya di sana, ada kotak di sana."


Aliya tidak mau jika Fabian sampai bertanya tentang kunci kepada nya.


"Sekarang kita pergi ke minimarket dulu yaa, setelah itu baru ke Restoran Om Irfan."


Pak Denies pun mengikuti apa yang di katakan oleh Aliyaa.


"Aku harus memberikan nutrisi yang baik untuk Siska, karena nanti salah satu dari anak akan aku urus. Aku merasa tidak sabar sekali rasanya semoga Siska yang selalu sehat selalu."


Di perjalanan Aliyaa membayangkan jika dia yang bisa mengendong anak Siska dan dia pasti sangat bahagia sekali.

__ADS_1


Aliya memberikan susu hamil yang terbaik dan makanan dan buah-buahan.


Aliya pun akhirnya sampai di depan Restoran dia melihat Siska yang keluar dari Restoran.


"Wah, seperti nya Siska yang sudah pulang. Aku terlalu lama di dalam minimarket."


Siska yang melihat Aliyaa dia pun langsung menghampiri Aliyaa.


"Siska, kamu sudah pulang yaa. Padahal tadi aku mau memberikan ini semua untuk kamu."


Siska melihat banyak sekali makanan dan minuman serta buah-buahan.


"Aliya banyak sekali, kamu memberikan itu semua untuk aku yaa."


Aliya pun tersenyum manis kepada Siska.


"Ya, aku ingin yang terbaik untuk kamu dan bayi kembar yang ada di dalam kandungan mu ini."


"Wahhh, dia bergerak aktif yaa sehat-sehat yaa sayaaaaang. Aku menunggu mu di sini.".


Siska merasa jika Aliyaa yang memang menginginkan anak dari nya, Siska pun akan memberikan nya kepada Aliyaa.


"Aku tidak akan bilang jika aku ini adalah ibu nya, tetap ibu nya itu adalah kamu Siska. Aku hanya ingin mengutarakan nya saja."


Aliya terus saja mengelus perut Siska.


"Aliya aku merasa sangat pegal sekali berdiri, lebih baik kita duduk di sana yaa."


Aliya dan Siska pun duduk dan mereka mulai bercerita.


"Aliya bagaimana dengan hubungan mu dengan Kak Fabian,? apa yang akan kamu lakukan selanjutnya."

__ADS_1


Aliya pun langsung terdiam dia menahan air mata nya, Aliyaa memegang tangan Aliyaa.


"Kamu yang sabar yaaa Aliyaa, kamu pasti bisa mendapatkan kebahagiaan."


Aliya pun tersenyum ketika mendengar perkataan Siska.


"Mama sudah melarang ku untuk bertemu dengan Kak Fabian, Mama meminta aku untuk fokus pada kuliah. Dan menikmati kehidupan ku saja tidak memikirkan masalah percintaan."


Siska menyayangkan jika Aliyaa dan Fabian berpisah, sebenarnya masih banyak cara jika ingin mendapatkan kepercayaan untuk bisa mempunyai anak.


Tapi sayang nya Aliyaa yang tidak pernah mau bicara dengan pasangan ketika ingin melakukan program kehamilan.


"Yasudah Aliyaa, mungkin itu yang terbaik untuk kamu. Sekarang kamu fokus saja untuk menjadi seorang Dokter Specialis Anak, nanti juga kamu setiap hari yang akan bertemu dengan banyak anak-anak."


Aliya terus saja memandangi perut Siska.


"Siska bagaimana rasanya hamil,? ketika di dalam perut mu ada yang bergerak-gerak."


Aliya begitu sangat penasaran sekali.


"Jika lapar gerakan dia sangat aktif sekali, sebenarnya lebih nyaman jika diam di rumah dan menikmati nya tapi aku tidak bisa."


Perjuangan Siska yang sangat luar biasa sekali.


"Jika kamu hamil nanti aku yakin selama sampai usia kandungan 4 bulan kamu pasti akan istirahat total, karena usia kandungan tersebut memang harus berhati-hati karena usia kandungan yang masih sangat muda."


Siska memegang perut Aliyaa dan tersenyum manis kepada Aliyaa.


"Ayo sayang cepat hadir di perut mommy mu ini yaa, jika mungkin Mommy bisa kembali bersama dengan Papa mu.".


Mata Aliyaa yang langsung berkaca-kaca ketika mendengar perkataan Siska.

__ADS_1


__ADS_2