Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *137*


__ADS_3

Mobil berhenti di depan pintu gerbang rumah Aliyaa tepat berdekatan dengan universitas nya.


"Mama tidak usah masuk yaa, Mama langsung pergi ke kantor saja."


Aliya langsung turun dari mobil dia membuka pintu gerbang dan masuk ke dalam rumah nya.


Aliya tidak mempersilahkan Mama nya untuk masuk ke dalam rumah nya.


"Dia tidak mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam rumah nya, tapi dia melupakan makanan yang aku belikan untuk nya."


Miranda keluar dari mobil nya dia mengeluarkan semua yang dia belikan untuk Aliyaa, beruntung gerbang yang tidak di kunci.


Miranda menyimpan makanan bawaan nya di atas kursi yang yang berada di depan rumah Aliyaa.


"Mama pulang dulu ya Aliyaa."


Miranda kembali ke dalam mobil nya, dia mulai memikirkan perasaan Aliyaa.


"Aliya begitu sangat cemburu terhadap Veronica, tapi aku sangat yakin sekali jika Veronica dan Fabian tidak hubungan spesial mereka berkerja secara profesional sekali."


Miranda tidak mungkin mengeluarkan Veronica hanya karena Aliyaa yang tidak mau melihat suami nya bersama dengan nya.


"Aku merasa sangat kebingungan sekali, tapi aku tidak mungkin melakukan hal tersebut terhadap Veronica."


Di perjalanan menuju ke kantor nya Miranda terus saja memikirkan hal tersebut sampai akhirnya dia sampai di kantor.


"Aku harus cepat karena Veronica mungkin sedang beristirahat."


Miranda sampai berlari tapi dia melihat Veronica yang masih berkerja dengan sangat serius sekali.


"Astaga, dia tidak pulang. Dia masih bersemangat untuk berkerja ternyata."


Miranda menghampiri Veronica kembali dia tidak mau di sebut sebagai pemimpin yang kejam yang memperkerjakan pegawai nya yang sedang sakit.


"Veronica, kenapa kamu masih saja berkerja?. Biarkan saya dan Fabian yang menyelesaikan nya. Kamu lebih baik pulang saja setelah kamu merasa membaik kamu bisa berkerja kembali."


Fabian memperhatikan Miranda yang sedang berbicara dengan Veronica.


"Apa yang sebenarnya sedang mereka bicarakan yaa, kenapa sangat serius sekali pembicaraan mereka berdua."

__ADS_1


Fabian terus saja memperhatikan nya, sampai dia menunda pekerjaan nya.


"Maafkan aku Bu, aku sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk membayar hutang-hutang Ayah ku yang dia tinggalkan begitu saja sebelum dia pergi. Aku tidak mau kehilangan pekerjaan ini Bu, dan aku akan tetap berjuang untuk berkerja walaupun keadaan ku seperti ini."


Miranda begitu sangat terharu sekali ketika mendengar perkataan Veronica.


"Ayah mu pergi meninggalkan hutang,? dan dia menyerah semua kepada mu? kamu harus bertanggung jawab atas semua nya ?."


Miranda tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan Reno kepada Veronica.


"Iyaa, tapi aku juga tidak bisa menyalahkan Ayah. Karena mungkin uang-uang untuk membiayai kehidupan ku sehari-hari juga tanpa sepengetahuan ku."


Veronica terpaksa berkata jujur kepada Miranda karena dia tidak mau sampai harus kehilangan pekerjaan nya.


"Veronica aku merasa sangat kasihan sekali kepada mu, mungkin wanita yang seumuran dengan mu sedang menikmati uang hasil berkerja untuk kehidupan sehari-hari. Tapi kamu untuk membayar hutang-hutang Ayah mu."


Veronica pun langsung menundukkan kepalanya dia merasa sangat malu tapi dia tidak punya pilihan lagi.


"Berkerja lah dengan semangat, berikan yang terbaik untuk perusahaan ini. Aku berjanji akan selalu mempertahankan kamu untuk berkerja di perusahaan ini."


Veronica begitu sangat terharu sekali ketika mendengar perkataan Miranda kepada nya.


Veronica terus saja berterima kasih kepada Miranda.


"Sudah yaa Veronica sekarang berkerja kembali tapi ingat jika kamu merasa Sakit yang luar biasa, kamu bisa langsung ijin pulang."


Veronica tersenyum manis kepada Miranda dengan mata yang berkaca-kaca.


Miranda pun memilih untuk kembali ke ruangan nya.


"Maafkan Mama Aliyaa, semoga kamu bisa mendewasakan diri kamu. Jika berkerja kita harus profesional sekali tidak ada yang mana perasaan untuk memutuskan sebuah pekerjaan."


Fabian merasa sangat penasaran sekali sebenarnya apa yang sudah di bicarakan dengan mereka berdua.


***


Siska merasa sangat membutuhkan Aliyaa dia yang memilih untuk bolos kuliah dan dia berharap bisa bertemu dengan Aliyaa.


"Semoga saja Aliyaaaa ada di rumah nya, aku yang sekarang berada di depan pintu gerbang rumah Aliyaa."

__ADS_1


Siska pun membuka pintu gerbang tersebut dan berjalan menuju ke pintu utama, Siska melihat banyak sekali makanan dan buah-buahan di depan rumah Aliyaa.


"Kenapa makanan dan buah-buahan ada di luar yaa, kenapa tidak di masukkan ke dalam rumah."


Siska pun langsung mengetuk pintu dan Aliya yang sedang berada di dalam kamar dia langsung segera membuka pintu tersebut.


Aliya begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Siska di hadapan nya, dan sambil membawa masuk makanan dan buah-buahan.


"Siska kamu tidak kuliah hari ini,? kenapa kamu sampai bolos Siska."


Aliya mempersilahkan Siska untuk duduk dan menutup rapat kembali pintu nya.


Siska menagis di hadapan Aliyaa sambil menundukkan kepalanya.


"Siska kenapa kamu sampai menangis seperti ini,? kamu kenapa Siska jangan membuat aku hawatir seperti ini."


Aliya berusaha untuk menenangkan Siska tapi tangisan Siska yang semakin kencang sekali.


"Al, aku sudah kotor Al. Aku tidak tahu bagaimana jika sesuatu terjadi dengan ku ini."


Siska memegang tangan Aliyaa begitu sangat erat sekali.


"Apa maksud dari perkataan mu Siska,? kenapa kamu sampai kotor. Apa yang sudah terjadi dengan kamu sebenarnya jangan membuat aku menjadi binggung seperti ini.".


Aliya semakin bertanya-tanya dengan apa yang sudah terjadi dengan Siska.


"Aku melakukan hal yang sebenarnya tidak boleh terjadi yang hanya merugikan diri ku sendiri, semalam aku bersama dengan Rendy dan kita berdua sampai larut malam."


Aliya merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Siska, dia yang bisa sampai melakukan hal tersebut dengan Rendy.


Aliya seakan tidak berbicara apapun kepada Siska dia yang merasa sangat kecewa sekali dengan kesalahan besar yang sudah Siska lakukan.


"Al, aku takut sekali Al. Bagaimana jika sampai aku, ahhhhhhhhh aku sangat bodoh sekali Al."


Aliya pun langsung memeluk erat tubuh Siska dia memejamkan mata nya, dia mengelus rambut panjang Siska.


"Al, Rendy menyuruh aku untuk bertemu dengan Maman nya dan aku merasa sangat takut sekali Al. Aku tidak berani untuk bertemu dengan Tante Kania karena dia yang tidak mungkin mau menerima kehadiran ku. Dia pasti hanya membuat sakit hati dengan perkataan nya."


Di saat Aliyaa yang sedang mencoba untuk mempertahankan rumah tangga nya, berusaha untuk selalu berpikiran positif terhadap suami nya.

__ADS_1


Di sisi lain Siska sahabat nya mempunyai permasalahan yang lebih berat dari permasalahan nya.


__ADS_2