
Dan hari esok pun tiba, Aliya terlihat sangat pucat sekali dia duduk di depan cermin dan melihat wajah nya.
"Kenapa aku sudah berpikir seperti sedangkan aku belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan ku."
Aliya menepuk bedak di wajah nya dan memakai lipstik berwarna merah agar wajah tidak terlalu terlihat pucat.
Setelah sudah selesai Aliya pun membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas.
Aliya menepuk-nepuk pipi suami sampai akhirnya Fabian terbangun dari tidurnya.
"Selamat pagi suami ku, saat nya untuk bangun dan beraktivitas seperti biasa."
Fabian menarik tangan istrinya sehingga Aliya terjatuh di atas tubuh nya.
Fabian memeluk erat tubuh Aliya dan membuat Aliya meneteskan air mata nya.
"Aku sangat cinta kepada mu Aliyaaaa sayaaaaang."
Aliya hanya menganggukkan kepalanya sambil menahan air mata nya yang keluar.
Fabian pun melepaskan pelukan dan menatap wajah cantik istri nya.
__ADS_1
"Kamu sangat cantik sekali Aliya, terimakasih sudah mau menerima aku yang penuh dengan kekurangan."
Aliya hanya tersenyum tipis dan beranjak dari tempat tidurnya.
"Ayolah kita harus bersiap-siap kan, aku siapkan roti untuk kita sarapan pagi ini."
Aliya keluar dari kamar nya dan dia menuju ke dapur, Fabian pun tersenyum bahagia ketika dia bisa memiliki seorang istri seperti Aliya.
"Hari ini adalah hari ulang tahun nya, dan apakah dia tidak menyadari nya yaa. Dia terlalu sibuk dengan tugas-tugas kuliah nya."
Fabian bersiap untuk mandi sedangkan Aliya kembali ke kamar nya untuk menyiapkan pakaian untuk suami nya berkerja.
Aliya melihat bunga yang di belikan oleh suaminya semalam, Aliya menyimpan bunga tersebut pada vas yang berisi air.
"Cantik sekali yaa, aku simpan di dalam kamar ku."
"Bunga ini sangat cantik sekali, dan aku sangat menyukai nya."
Fabian yang sudah rapih dengan pakaian kerja nya dia menghampiri Aliya.
"Aku akan membelikan setiap hari jika kamu menyukai nya."
Aliya merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut.
__ADS_1
"Jangan untuk apa, maksud tidak untuk setiap hari. Lagi pula aku tidak bisa merawat nya karena sibuk dengan tugas-tugas kuliah ku."
Aliya pun keluar dari kamar dan menuju ke meja makan, Aliya membuatkan roti panggang dengan selai strawberry.
"Maafkan aku yaa, aku yang hanya bisa membuatkan ini saja untuk sarapan pagi."
Aliya memberikan roti panggang tersebut dengan susu coklat hangat.
"Tidak apa-apa sayaaaaang, apapun yang kamu buat pasti akan aku makan."
Fabian pun menikmati makanan yang sudah di siapkan oleh istrinya.
"Aliya, apakah kamu mau diantar ke rumah Siska. Agar kalian berdua bisa pergi dari rumah Siska."
Menurut Aliya itu adalah ide yang sangat bagus sekali, jadi Siska yang tidak usah datang ke rumah nya dulu.
"Iya Mas, itu ide yang sangat bagus sekali. Tapi aku memberitahu Siska dulu yaa."
Aliya mengeluarkan handphone nya, dia mengirimkan pesan untuk Siska.
*Siska, aku akan di antarkan oleh suami ku ke rumah kamu. Jadi kita berangkat dari rumah kamu yaa *
Siska yang memang sedang menunggu kabar dari Aliya dia pun dengan cepat membalas pesan dari Aliya.
__ADS_1
*Baiklah Aliya, tapi kamu hati-hati yaa Aliya. Jangan lupa sarapan yang banyak. Aku tunggu kamu di rumah.*
Aliya terlihat sangat bahagia sekali ketika membaca pesan balasan dari Siska.