
Rendy mengantarkan Aliya sampai di depan rumah nya, dan Aliya merasa sakit kembali di bagian perut nya.
Rendy melihat Aliya sampai memejamkan mata nya sambil memegang perut nya.
"Aliya, kamu baik-baik saja kan. Apakah kamu merasa sakit di bagian perut kamu."
Aliya pun menggelengkan kepalanya dan dia berlari untuk masuk ke dalam rumah.
Rendy merasa sangat hawatir sekali, tapi tidak mungkin Rendy mengejar Aliya masuk ke dalam rumah nya. Itu hanya akan membuat permasalahan besar di rumah tangga Aliya.
"Bagaimana ini yaa, aku tidak tega jika harus meninggalkan Aliya sendirian dalam keadaan sakit seperti ini."
Rendy merasa sangat kebingungan sekali, dia pun memilih untuk diam di depan rumah Aliyaa.
Aliya lupa dia tidak meminum obat nya, dia mencari obat untuk dia minum.
__ADS_1
Aliya mencoba untuk menguatkan tenaga nya, dia mengambil air hangat untuk meredakan sakit dan di kompres pada bagian perut nya.
"Aku tidak boleh seperti ini, suami ku tidak boleh melihat aku seperti ini. Seperti besok aku harus bertemu dengan Dokter El-Rivan aku takut terjadi sesuatu karena ini sangat sakit sekali terasa nya."
Aliya membuka gorden jendela kamar nya, dia melihat Rendy yang masih diam di depan gerbang rumah nya.
Aliya yang merasa sudah sedikit membaik, dia mengambil handphone nya.
*Rendy, pergi jangan sampai suami ku melihat kamu yang ada di depan rumah ku. Aku sudah membaik dan besok aku akan kembali ke Rumah Sakit*
"Syukurlah Rendy langsung pergi, seperti nya besok aku pergi ke Rumah Sakit sendiri saja. Siska dia pasti masih merasa sedih hati nya."
Aliya pun menyembunyikan obat-obatan nya di dalam tas nya, dia masih terbaring di tempat tidur nya sambil menunggu kedatangan suami nya.
Di tempat yang lain, Fabian memikirkan bagaimana besok dia harus berkerja bersama dengan Veronica dan apakah dia harus menceritakan ini kepada Aliya.
__ADS_1
"Jika aku menceritakan semuanya kepada Aliya, aku takut sekali Aliya menjadi cemburu dan selalu berpikir negatif di saat aku berkerja."
Bell pulang berbunyi tapi Fabian yang masih diam di dalam ruangan nya, Miranda pun memperhatikan Fabian.
"Biasanya setiap bell pulang berbunyi dia langsung kabur dari ruangan nya, tapi sekarang. Kenapa dia masih di dalam ruangan nya yaa, seperti sedang memikirkan sesuatu."
Miranda pun memilih untuk langsung pergi dia mengabaikan Fabian dia pun ternyata memikirkan juga Veronica.
"Ahhh, bagaimana besok Veronica yang mulai berkerja. Seperti nya dia hebat seperti Rendy, dan jika sampai Fabian merasa cocok dengan Veronica dengan sangat terpaksa dia harus berkerja sama bersama dengan ku."
Miranda membuka pintu mobil nya, dia masuk dan masih dengan pikiran nya tentang Veronica.
"Kenapa dia tidak berkerja dengan Rendy saja yaa, sekarang Rendy sudah hebat dengan perusahaan milik nya sendiri. Bagaimana jika Kania mengetahui nya dia akan habis bicara dengan ku semaunya dan aku akan bermusuhan dengan nya."
Miranda memilih untuk pulang ke rumahnya, karena dia yang sudah tidak pulang berhari-hari rumah nya terasa sangat sepi sekali sehingga Miranda merasa bosan berada di dalam rumah.
__ADS_1
Miranda akhirnya sampai di depan rumah nya.