
Aliya tidak mengerti kenapa dia ingin pergi ke kantor Mama nya, dia merasa penasaran dengan Veronica.
"Pak Denies, kita pergi ke kantor Mama yaa. Setelah itu kita ke Rumah Sakit untuk bertemu dengan Rendy."
Pak Denies hanya bisa mengikuti apa yang di katakan oleh Aliyaa dan mereka berdua pun akhirnya sampai di depan perusahaan nya.
Aliya masuk ke dalam dan kedatangan Aliyaa membuat banyak pegawai yang memperhatikan kedatangan Aliyaa.
Aliya berjalan menuju ke ruangan suaminya dan juga Mama nya tapi ketika Aliyaa datang Veronica tidak ada di tempat kerja.
"Kenapa wanita itu, apakah dia tidak masuk berkerja hari ini."
Aliya pun melewati ruangan suaminya dia langsung masuk ke ruangan Mama.
"Aliya kenapa dia bisa ke kantor yaa, hmmmm ada pembicaraan apa mereka berdua."
Fabian memperhatikan istrinya ketika masuk ke ruangan Mama nya.
"Aliya sebuah kebahagiaan besar kamu mau datang ke kantor ini."
Aliya pun duduk dan saling bertatapan wajah dengan Mama nya.
"Aku yang sudah bertemu dengan Siska dan setelah ini aku berniat untuk pergi ke Rumah Sakit untuk bertemu dengan Rendy."
Miranda memperhatikan wajah Aliyaa yang seperti sedang kesal.
"Kamu tidak menghampiri suami mu,? kamu mempunyai permasalahan lagi dengan nya."
Aliya menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak ada permasalahan, aku dan suami ku baik-baik saja kok."
Aliya pun membalikkan badannya dan dia melihat Fabian yang ternyata dengan memperhatikan nya.
__ADS_1
"Yasudah aku akan ke sana dulu yaa Mam, semoga perusahaan ini selalu maju yaa Mam."
Aliya pun langsung menghampiri suami nya, dan Miranda kembali dengan pekerjaan nya.
Aliya membuka pintu ruangan tersebut dan dia pun menghampiri suaminya yang sedang bekerja.
"Kamu sudah pulang kuliah,? dan kamu pergi ke mana lagi?."
Pertanyaan Fabian membuat Aliyaa langsung menjawab cepat karena tidak mau terlihat berbohong di hadapan suaminya.
"Aku kuliah dan pulang kuliah aku ke Restoran Om Irfan untuk bertemu dengan Siska lalu aku sini dan setelah itu aku ingin melihat kondisi Rendy di Rumah Sakit."
Melihat wajah Aliyaa yang terlihat sangat tenang sekali ketika menjawab pertanyaan dari nya, membuat Fabian merasa jika istri tersebut berkata jujur kepada nya.
"Baiklah, aku sebagai seorang suami menyimpan kepercayaan kepada kamu. Jangan sampai kamu menghianati nya."
Aliya pun tersenyum manis kepada Fabian.
Aliya mengalihkan pembicaraan mereka berdua tapi melibatkan Veronica di pembicaraan nya dan membuat Fabian merasa malas untuk menjawab nya.
Fabian lebih memilih untuk diam melanjutkan pekerjaan nya, dan membuat Aliyaa merasa sangat kesal sekali.
"Kenapa pertanyaan ku di abaikan seperti ini,? kenapa kamu tidak menjawab nya."
Fabian sampai menghelakan nafas panjang nya karena dia merasa kesal dengan pertanyaan yang berujung sebuah pertengkaran.
"Jika aku menjawab nya aku akan di salahkan, jika aku tidak menjadi itu jauh lebih baik."
Aliya memilih untuk keluar dari ruangan Fabian dan menuju ke toilet dan ternyata Veronica yang sedang berada di toilet karena dia merasa perut nya yang sangat sakit sekali karena menstruasi di hari pertama.
Ketika Veronica keluar dari toilet dia langsung melihat wajah Aliyaa di hadapan nya, begitu pertemuan yang sangat jarang terjadi ketika mereka berdua bisa bertatap wajah.
Tatapan mata Aliyaa yang begitu sangat sinis sekali kepada Veronica.
__ADS_1
Dan Veronica pun merasa sangat tidak nyaman sekali ketika dia yang harus bertatapan wajah dengan Aliyaa.
Veronica masih bisa tersenyum manis kepada Aliyaa.
Aliya pun langsung menghampiri Veronica karena dia merasa jika Veronica yang membuang-buang waktu lama dalam pekerjaan nya.
"Bukan kah ini adalah jam kerja yaa, aku melihat kamu yang tidak ada di tempat kerja mu sudah lumayan lama sekali. Apa yang sedang kamu lakukan di toilet? apakah kamu membuang-buang waktu make-up agar selalu terlihat sangat cantik."
Veronica mengetahui apa yang di maksud dengan perkataan Aliyaa, dia menuduhnya jika ingin berpenampilan cantik di hadapan Fabian.
"Bukan kah penampilan itu nomor satu juga yaa, aku tidak mungkin berpenampilan kusut dalam berkerja apalagi aku yang sekarang sekertaris."
Aliya merasa sangat kesal sekali karena Veronica yang sudah berani untuk melawan nya tidak seperti dulu yang hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"Ibu Aliyaa yang terhormat, saya pergi pun karena saya yang sudah menyelesaikan pekerjaan saya. Saya tidak lepas tanggung jawab, saya juga mengerti dengan kondisi bekerja di perusahaan ini."
Veronica pun memilih untuk langsung pergi meninggalkan Aliyaa karena dia tidak mau harus ribut dengan Aliyaa di kantor.
Melihat Veronica yang pergi begitu saja membuat Aliyaa merasa tidak di hargai oleh Veronica.
"Berani sekali dia sekarang, aku semakin harus waspada karena mungkin ini adalah awal mula dia melakukan aksinya untuk merebut suami ku dengan kepolosan wajah nya itu."
Aliya pun memilih untuk langsung pergi saja dari kantor nya, dia tidak mau kembali ke ruangan Mama dan suaminya untuk berpamitan.
Aliya merasa sangat kesal sekali dengan sikap Veronica yang seperti menantang nya.
"Lihat saja Veronica, jika sampai kamu berani mendekati suami ku. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia dalam kehidupan mu."
Aliya pun berjalan menuju ke mobil nya.
__ADS_1