Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (95)


__ADS_3

Aliya sekarang sudah merasa ingin kembali ke rumah nya, walaupun hanya untuk meminjam mobil yang ada di rumah nya.


Setibanya Aliya di depan rumah nya, dia pun langsung mencari Pak Denies supir pribadi sejak dulu.


"Pak Denies, bisa antarkan aku untuk pergi ke Kantor Mama tapi kita harus menjemput dulu Siska di rumah nya."


Pak Denies begitu sangat bahagia sekali ketika bisa melihat Aliya kembali.


"Dengan senang hati Nona Aliyaa, pasti saya antarkan."


Aliya pun berjalan menuju ke mobil nya, dia begitu sangat merindukan sekali mobil nya itu.


"Aku sangat merindukan sekali mobil ini, dengan ini aku yang selalu diantar ke sekolah dan pergi ke mana-mana."


Aliya seperti mengingat kembali kenangan masa lalu nya bersama dengan supir pribadi nya itu.


"Nona Aliyaa, kenapa tidak kembali saja ke rumah. Rumah itu sangat besar sekali loh jika nanti Nona Aliyaa yang sudah mempunyai anak pasti akan sangat ramai sekali suasana di dalam rumah itu."


Aliya pun seketika langsung terdiam ketika mendengar hal tersebut, sesuatu yang ramai dengan kehadiran anak di rumah nya.

__ADS_1


Pak Denies melihat wajah Aliyaa yang seketika berubah menjadi sedih ketika Pak Denies mengatakan tentang anak.


"Nona Aliyaa, apakah perkataan saya membuat Nona sedih. Maafkan saya Nona saya tidak bermaksud seperti itu yaa."


Aliya pun langsung tersenyum ketika Pak Denies minta maaf kepada nya.


"Doakan aku yaa Pap Denies semoga saja aku bisa menjadi seorang ibu, seperti yang di inginkan oleh banyak wanita di dunia ini."


Mendengar perkataan Aliya, Denies merasa ada sesuatu yang terjadi pada Aliya. Tapi dia tidak ingin memperpanjang pertanyaan dia tidak akan pernah lagi bicara tentang keturunan di hadapan Aliya.


Mobil Aliyaa pun akhirnya sampai di depan rumah Siska, dan Siska pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.


Aliya pun berjalan menuju ke gerbang rumah nya, dia melihat dengan sangat jelas mobil tersebut.


"Astaga itu kan Pak Denies, supir pribadi Aliya."


Pak Denies keluar dari mobil nya dan menghampiri Siska.


"Ayo Nona Siska masuklah ke dalam mobil, Nona Aliyaa sudah menunggu di mobil."

__ADS_1


Siska pun langsung masuk ke dalam mobil dan dia duduk di samping Aliyaa.


"Aliya kamu kembali ke rumah dulu mu yaa, hmmm aku rasa memang lebih baik kamu tinggal kembali bersama dengan Mama mu."


Siska memperhatikan Aliya yang seperti sedang sedih sekali.


"Aliya, kenapa wajah mu sedih seperti itu Al. Apakah kamu bertengkar dengan Kak Fabian tadi pagi."


Aliya mengambil cermin dia mengoleskan lipstik lagi di bibir nya dan membantah sentuhan bedak di wajah nya.


Aliya tidak mau kelihatan sedih ketika dia berada di kantor Mama nya.


Siska pun merasakan kesedihan Aliyaa seperti nya ini adalah hubungan dengan pertanyaan tentang kehamilan atau kehadiran seorang anak.


"Aliya, apakah kita akan masuk ke ruangan Kak Fabian. Apakah Mama kamu tidak akan marah dengan kehadiran kita berdua di kantor nya."


Aliya menatap Siska dengan wajah sinis nya.


"Bukan kah seorang anak CEO itu bebas untuk bisa melihat perusahaan nya, jika ada yang melarang siapa orang nya."

__ADS_1


Aliya terlihat sangat percaya diri sekali ketika akan datang ke kantor nya.


__ADS_2