Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *197*


__ADS_3

Fabian bangun lebih pagi dari Aliyaa dia melihat handphone Aliyaa yang di simpan di sebelah bantal nya.


Fabian pun langsung mengambil handphone tersebut secara perlahan karena tidak mau Aliyaa yang sampai harus terbangun dari tidurnya.


Fabian akhirnya berhasil mengambil handphone tersebut, dia langsung mencoba untuk membuka password Handphone dengan tanggal pernikahan mereka dan akhirnya handphone tersebut pun terbuka.


Fabian langsung dengan sangat cepat menuju ke akun media sosial yang di miliki oleh Aliyaa tapi tidak ada chat yang mencurigakan.


Hanya ada percakapan dengan Siska tidak ada lagi, Fabian pun terus mencari nya tapi memang tidak ada. Fabian memeriksa kontak handphone tidak ada nomber handphone yang baru.


Fabian merasa Aliyaa yang sudah menghapus nya dan dia pun berencana untuk mencari orang untuk mengikuti Aliyaa kemanapun dia berada.


Fabian kembali menyimpan handphone tersebut seperti semula, dia pun memilih untuk keluar dari kamar tersebut pindah ke kamar yang ke dua.


Ketika sudah berada di kamar yang kedua, Fabian membaringkan tubuh nya dan memikirkan apa yang Aliyaa sembunyikan kepada nya.

__ADS_1


"Apakah Aliyaa berselingkuh,? di saat dia yang selalu berpikiran negatif terhadap aku dan Veronica."


Fabian seperti di buat tidak bisa tidur kembali memikirkan siapa yang mengirimkan pesan kepada Aliyaa.


"Aku ku cari secara perlahan, tanpa sepengetahuan Aliyaa. Biarkan saja Aliyaa bermain-main dengan apa yang sedang dia lakukan. Jika sampai Aliyaa terbukti berselingkuh aku tidak akan pernah memaafkan Aliyaa."


Fabian memasak untuk bisa tidur kembali karena melihat jam yang masih pukul 03:10.


Aliya meraba di samping nya, dia merasa tidak menemukan suaminya di samping nya. Seketika Aliyaa pun langsung terkejut dan terbangun dari tidurnya melihat ternyata benar Fabian yang tidak ada di samping nya.


Aliya beranjak dari tempat tidurnya dia pun ingin memastikan jika suaminya yang pindah ke kamar yang ada di sebelah nya.


Aliya membuka pintu kamar tersebut secara perlahan dan dia melihat suaminya yang sedang tertidur pulas.


"Oh syukurlah ternyata memang ada di kamar ini, aku pikir dia pergi atau kabur. Mungkin memang ingin tidur sendirian."

__ADS_1


Aliya kembali menutup rapat pintu kamar tersebut dia berjalan menuju ke kamar nya dan memikirkan bagaimana besok.


Aliya duduk di atas tempat tidurnya, ini mungkin ke dua kali Aliyaa tidak memberitahu tentang program kehamilan yang dia lakukan.


"Maafkan aku yang harus berbohong, aku takut sekali jika sampai gagal hanya membuat sakit di hati. Jika sampai aku memberitahu pasti akan banyak yang berharap besar dari ini."


Aliya memegang perut nya sambil tersenyum manis dengan harapan besar untuk nya.


"Nak, cepat hadir di perut Mama mu ini yaa. Mama sangat menantikan kehadiran mu dan semoga saja usah yang sedang Mama lakukan ini akan berbuah manis kamu bisa hadir di perut Mama."


Aliya membayangkan betapa bahagianya Mama ketika mendapatkan cucu dari nya.


"Mama pasti sangat bahagia sekali, semoga saja khayalan ku ini bisa menjadi kenyataan."


Aliya pun membaringkan tubuhnya kembali dia ingin melanjutkan tidur nya, Aliyaa selalu berharap akan bermimpi indah dengan di hadirkan mimpi bisa memeluk bayi walaupun hanya mimpi tapi Aliyaa merasa sangat senang sekali.

__ADS_1


__ADS_2