Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *112*


__ADS_3

Fabian sampai di depan Rumah Sakit dan dia melihat Ayah nya, Fabian langsung menghampiri Ayah nya mereka bersalaman.


"Fabian kamu sedang apa berada di Rumah Sakit, siapa yang sakit."


Tanya Ayah nya kepada Fabian karena Fabian yang tidak memberitahu kepada ke dua orang tuanya jika Aliyaa yang sedang sakit.


"Maafkan aku Ayah, aku yang tidak memberitahu Ayah jika sebenarnya Aliya sedang di rawat di Rumah Sakit ini."


Seketika Dokter Putra pun terdiam dia yang memang pernah melihat Aliyaa yang berada di Rumah Sakit, dia pikir itu hanya mirip saja dengan Aliyaa.


Tapi Dokter Putra tidak memberitahu kan kepada Fabian.


"Aliya dia sakit apa,? di ruangan mana dia di rawat. Jangan lupa beritahu ibu juga agar dia datang ke sini."


Fabian pun menyuruh Ayah nya untuk duduk bersama dengan nya, membicarakan tentang penyakit Aliyaa.


"Aliya dia lambung nya sudah sangat kronis sekali, sampai jika dia sudah kambuh Aliyaa bisa sampai pingsan karena menahan rasa sakit yang luar biasa."


Tapi Dokter Putra merasa tidak percaya dengan ucapan Fabian, karena dia melihat Aliyaa yang duduk di ruangan tunggu Dokter El-Rivan Dokter Specialis Kandungan dan Aliya yang seperti sudah di USG.

__ADS_1


"Oh, seperti itu baiklah ayo antarkan Ayah ke ruangan Aliyaa."


Fabian pun langsung berjalan bersama dengan Ayah nya masuk ke ruangan Aliyaa, melihat Fabian yang sudah datang Miranda pun bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Miranda bersalaman dengan Ayah nya Fabian.


"Mohon maaf yaa Pak, saya yang tidak bisa menemani Bapak karena saya harus pergi ke kantor gantian bersama dengan Fabian."


Miranda pun segera pergi dan itu tandanya Fabian yang bisa menemani Aliyaa.


Aliya terlihat sangat gugup sekali ketika dia melihat Ayah Fabian yang ternyata bertugas di rumah sakit ini.


"Aliya, bagaimana dengan kondisi mu sekarang?. Apakah kamu sudah merasa baik-baik saja?."


Dokter Putra sambil memeriksa kondisi Aliyaa.


"Aku baik-baik saja Ayah dan semoga saja besok aku bisa segera pulang."


Siska berharap besar Dokter El-Rivan tidak masuk ke ruangan ini, jika sampai Dokter El-Rivan ada maka Aliyaa tidak bisa lagi berbohong kepada Fabian dan semuanya.

__ADS_1


"Kamu mempunyai penyakit lambung,? lambung mu sudah sangat kronis. Dan kamu juga adalah seorang calon Dokter Specialis."


Aliya merasa tidak berani untuk menatap wajah Dokter Putra, Aliyaa terlihat sangat ketakutan sekali karena dia yang berbohong kepada Dokter yang ada di hadapannya.


" Fabian, Ayah tidak bisa terlalu lama di sini yaa. Karena Ayah pun memiliki banyak pasien semoga Aliyaa secepatnya sembuh."


Ketika Dokter Putra membuka pintu untuk keluar dia melihat Dokter El-Rivan yang hendak masuk ke dalam.


Tapi Dokter Putra menyuruh Dokter El-Rivan untuk diam jangan langsung masuk, agar tidak melihat mereka berdua berhadapan langsung.


Dokter Putra menutup kembali pintu tersebut.


"Silahkan masuk di saat saya sudah berjalan jauh dari ruangan ini."


Dokter El-Rivan pun merasa sangat binggung sekali kenapa Dokter Putra bisa masuk ke dalam ruangan Aliyaa.


"Apakah Dokter Putra sodara Aliyaa, jika seperti ini Aliyaa harus bisa menerima jika apa yang dia sembunyikan akan di ketahui oleh keluarga nya."


Dokter El-Rivan pun masuk ke dalam untuk memeriksa kondisi Aliyaa.

__ADS_1


__ADS_2