
Fabian merasa kehilangan arah dia tidak tahu harus pergi ke mana dia mencoba untuk menghubungi Aliyaa.
"Mungkin ini hanya percuma saja aku menghubungi Aliyaa dia yang sudah tidur tapi aku merasa sangat bersalah sekali karena sudah bersama dengan Veronica malam ini walaupun aku tidak melakukan apa-apa dengan nya."
Fabian mencoba untuk menelephone Aliyaa, dan Aliya yang ternyata belum tidur karena memikirkan suami nya yang sedang bersama dengan wanita lain.
Handphone Aliyaa berdering kencang sekali dan Aliya mengambil handphone tersebut, dia melihat suaminya yang menelephone nya.
"Mas Fabian, dia masih bisa menelephone ku padahal ini sudah jam 12 malam."
Aliya mencoba untuk menenangkan perasaan nya karena dia juga tidak boleh egois karena cemburu karena sebuah pekerjaan.
Aliya menghela nafas panjang nya dia mencoba untuk mengatur nafas nya yang sesak karena terlalu lama menangis.
__ADS_1
*Hallo Mas, ada apa malam-malam begini kamu menelephone ku*
*Aliya maafkan aku yang menggangu waktu istirahat mu tapi aku ingin menyampaikan sesuatu aku tidak mau ada kebohongan di rumah tangga kita*
Seketika Aliyaa pun langsung berpikir negatif terhadap suami nya, dia takut suaminya yang berkata jujur jika dirinya mempunyai perasaan terhadap sekertaris nya.
*Kamu mau menyampaikan apa Mas, iya lebih baik jujur dari pada ada kebohongan diantara hubungan rumah tangga kita*
*Aliya maafkan aku yaa, malam ini aku melakukan lemburan di kantor bersama dengan Veronica. Karena hanya dia yang kinerjanya pekerjaan sangat bagus sekali dan kita berdua bisa menyelesaikan semua nya malam ini karena harus di serahkan besok pagi*
*Aku meminta maaf kepada kamu, kamu jadi harus bertanggung jawab penuh atas perusahaan ku ini yang seharusnya aku yang menjadi CE0 perusahaan ini. Aku berterima kasih banyak atas kerja keras kamu demi perusahaan*
*Aliya aku sebenarnya bukan bermaksud seperti itu tapi hanya tidak ingin kamu sampai salah paham karena aku yang bersamaan dengan wanita lain di kantor*
__ADS_1
Aliya harus bisa memberikan kepercayaan penuh dengan suaminya, dia yang cemburu karena dia tidak mau kehilangan suami nya apalagi dengan penyakit yang sedang dia rasakan sekarang.
*Iya Mas, aku percaya dengan kamu. Sekarang lebih baik kamu istrirahat yaa dan besok aku dan Mama berencana untuk pergi ke kuburan Papa ntah mengapa aku merasa sangat merindukan sekali Papa dan setelah itu aku akan pulang ke rumah kita*
*Baiklah Aliyaa hati-hati yaa, maafkan aku yang tidak bisa menemani kamu yaa. Jika kamu merasa lebih baik diam di rumah Mama kamu lebih baik kamu tinggal di sana saja sampai kondisi kamu membaik yaa*
*Tidak Mas, aku ingin bersama dengan mu. Aku tidak meninggalkan suami ku. Karena itu sudah menjadi kewajiban ku*
*Yasudah Aliyaa sekarang lebih baik kamu istirahat saja yaa, maafkan aku yang menggangu waktu istirahat kamu yaa*
Fabian langsung mengakhiri panggilan telephone nya, dia yang sedang berada di depan rumah orang tua nya.
"Lebih baik aku pulang ke rumah ku saja itu jauh lebih baik dari pada aku tinggal di rumah orang tua ku, aku tidak mau mereka membicarakan tentang Aliyaa yang tidak bersama dengan ku".
__ADS_1
Demi menjaga nama baik Aliyaa, Fabian pun memilih pulang ke rumah nya saja.