
Fabian pun mengendarai mobil nya menuju ke perusahaan Rendy, Fabian berharap besar jika Rendy yang bisa menerima kehadiran nya di perusahaan nya.
Fabian pun akhirnya sampai di depan kantor perusahaan Rendy yang sangat besar sekali.
"Rendy hebat sekali bisa mendirikan perusahaan ini sendiri, seperti aku memang harus banyak belajar dengan Rendy."
Fabian dengan sangat percaya diri nya dia pun masuk ke dalam dan berjalan menuju ke kantor Rendy.
Fabian mengetuk pintu dan Rendy mempersilahkan untuk masuk.
"Fabian aku ikut aku rapat sekarang juga, simpan saja surat lamaran diri itu di meja."
Fabian mengikuti apa yang di katakan oleh Rendy dan dia pun mengikuti Rendy langsung menjadi pendamping Rendy di rapat tersebut.
Wajah Fabian yang sudah tidak asing lagi membuat orang-orang yang datang mengetahui nya, Fabian dan Rendy mereka berdua memimpin rapat tersebut dengan sangat sempurna.
Rendy tersenyum kepada Fabian dia tidak perlu meragukan Fabian dan langsung menjadikan Fabian sebagai asisten pribadi nya.
"Bukan kah dia itu Fabian Putra yaa, yang berkerja di perusahaan Bu Miranda kenapa sekarang dia bersama dengan Bapak Rendy yaa."
Ucap salah satu yang datang dan memperhatikan Fabian.
"Wah keren sekali mereka di satukan pasti semakin maju perusahaan Bapak Rendy."
Mereka yang benar-benar mengagumi Fabian dan juga Rendy, ucapan selamat pun datang kepada mereka berdua yang berhasil melakukan rapat dengan sangat baik.
"Fabian luar biasa sekali kamu, kenapa tidak dari dulu kamu bekerja di mulai ku."
Rendy menepuk pundak Fabian berkali-kali.
__ADS_1
"Semua sudah ada jalan ceritanya."
Rendy pun memilih membawa Fabian ke Restoran karena dia tahu Fabian dengan permasalahan nya.
"Kita makan dan minum dulu, karena kamu kelihatan sedang melawan emosional."
Fabian pun hanya terdiam saja dan dia mengikuti apa yang di katakan oleh Rendy.
Mereka berdua pun duduk di Restoran yang dekat dengan kantor, Rendy memesankan makanan manis dan minuman yang dingin.
"Bagaimana Fabian apakah sudah selesai permasalahan nya,? kamu dan Aliya baik-baik saja kan."
Rendy memberikan minuman dingin untuk Fabian.
"Semuanya terbawa emosi termasuk Veronica yang akhirnya memberitahu kepada Aliyaa jika dia adalah mantan kekasih ku."
Fabian langsung meminum jus jeruk dan dia merasa lebih baik.
Mata Fabian berkaca-kaca ketika dia harus mengungkapkan semua nya kepada Rendy.
"Aku akan memberikan mobil yang pernah Miranda berikan kepada ku, dan aku akan membayarkan biaya kuliah yang pernah Miranda lakukan kepada ku. Aku tidak ingin ada lagi kenangan masa lalu diantara aku dan Miranda lebih ke Miranda dan setelah itu baru Aliyaa."
Rendy tidak pernah membayangkan berada di posisi Fabian, kenangan masa lalu Fabian dan Miranda yang tidak bisa di hapuskan dalam ingatan mereka berdua.
"Aku merasa salah jatuh cinta kepada Aliyaa, aku yang sudah pernah tidur dengan Miranda dan sekarang berharap bisa mendapatkan anak dari Aliyaa."
Fabian sampai memegang kepala nya dia merasa sangat pusing sekali menatapi kehidupan nya.
"Aku salah ketika memandangi kebahagiaan bersama dengan Aliyaa, ternyata seperti ini akhirnya."
__ADS_1
Rendy pun mencoba untuk menenangkan pikiran Fabian.
"Tidak ada yang perlu di sesali karena semuanya sudah terjadi seperti ini, sekarang lebih baik kamu pikirkan bagaimana kelanjutan hubungan rumah tangga mu bersama dengan Aliyaa. Jangan sampai kalian berdua berpisah karena pengorbanan kalian berdua begitu sangat luar biasa."
Jika Fabian memikirkan ke arah sana dia pun merasa jika perjuangan cinta mereka berdua yang sangat luar biasa tapi mengingat lagi sikap Aliyaa yang lebih memilih percaya kepada lelaki lain dari pada dirinya.
"Sekarang aku lebih baik menyendiri terlebih dahulu setelah itu akan ku bicarakan dengan kedua orang tua ku apa yang harus aku lakukan selanjutnya."
Rendy pun memilih untuk diam karena memang semuanya terganggu pada Fabian.
"Rendy, bagaimana dengan Mama mu. Ketika dia mengetahui jika aku yang berkerja di perusahaan mu ini dan langsung menjadi asisten pribadi mu."
Fabian merasa sangat was-was karena dia yang merekam percakapan Kania dengan orang yang akan melukai Siska.
"Kamu tengang saja Fabian, itu urusan ku. Kamu tenang saja semua nya akan baik-baik saja."
Fabian pun tersenyum kepada Rendy.
"Fabian, kemarin aku mengantar Siska untuk memeriksa kandungan nya. Yaa bersama dengan Aliyaa juga dan aku tiba-tiba merasa sangat bahagia sekali ketika mendengar jika Siska yang sedang hamil bayi kembar."
Fabian pun begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar jika Siska yang hamil kembar.
"Benarkah,? Siska hamil anak kembar."
Rendy sekali tersenyum bahagia.
"Ya, dia hamil anak kembar laki-laki. Dan aku bahagia padahal itu bukan anak ku yaa ini sangat aneh sekali."
Fabian tersenyum melihat Rendy yang bahagia, dan andai saja Rendy mengetahui jika bayi kembar yang berjenis kelamin laki-laki itu adalah anak kandung nya.
__ADS_1
"Aku pun bahagia mendengar nya, Siska yang bisa cepat hamil dan langsung di berikan kepercayaan untuk menjadi seorang ibu dari dua anak laki-laki yang pasti sangat lucu sekali."
Fabian pun terdiam sambil memikirkan kenapa bukan Aliyaa yang bisa di berikan kepercayaan untuk jadi seorang ibu.