
Rendy dan Irfan tidak mengerti harus bagaimana supaya bisa membuat Siska tidak menangis.
Mereka berdua hanya bisa terdiam saja menunggu Siska yang biasa cerita kepada mereka.
Siska mulai merasakan tenang setelah sudah meluapkan semua perasaan nya.
"Besok aku dan Aliya akan pergi ke Rumah Sakit, karena Aliya yang terus merasakan sakit yang luar biasa di perut nya. Dan aku berharap Aliya baik-baik saja tidak ada penyakit yang menghawatirkan yang bersarang pada tubuh Aliya."
Irfan merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar hal tersebut.
"Aliya sakit,? sejak kapan Aliya sakit?. Apakah setelah menikah Astaga kasihan sekali Aliyaaaa."
Rendy merasa sangat sedih sekali pantas saja Siska sampai menangis histeris seperti itu di saat ulang tahun Aliya dia harus memeriksa kan kondisi tubuh nya.
Rendy merasa Siska mengetahui penyakit yang di rasakan oleh Aliya, karena tidak mungkin Siska sampai menangis histeris seperti itu.
"Siska, apapun yang terjadi dengan Aliya. Kamu harus mendukung Aliya kamu harus memberikan semangat untuk Aliya karena hanya kamu yang Aliya punya untuk teman curahan hati nya. Karena Aliya tidak mungkin menceritakan hal ini kepada Fabian."
__ADS_1
Irfan seperti sudah mengetahui sikap Aliya.
"Iyaa, sebenarnya Aliya hanya menginginkan kita berdua saja yang mengetahui ini semua tapi aku tidak bisa menahan rasa kasihan kepada Aliya dan aku mohon kalian pun jangan pernah menyinggung tentang masalah ini yaa. Kalau bisa kita harus membuat Aliya semangat dan bahagia."
Irfan dan Rendy merasa sangat setuju sekali dengan sikap Siska, mereka berdua pun menyetujui nya.
"Apakah Aliya sudah bertemu dengan Miranda,? aku pun pernah bertemu dengan Miranda di cafe secara tidak sengaja dan aku melihat jika tidak ada perubahan pada Miranda walaupun Fabian dan Aliya sudah menikah."
Tatapan wajah Siska begitu sangat serius sekali dia seperti tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Irfan.
"Maksud nya Om Irfan gimana,?"
"Ya, aku merasa Miranda masih menyimpan rasa dengan Fabian. Yaa walaupun mungkin hanya sebatas halusinasi khayalan yang tidak bisa tersentuh seperti dulu."
Rendy pun menggelengkan kepalanya dia merasa sangat miris sekali mendengar nya.
Begitu juga dengan Siska merasa jika Miranda yang memang sudah membuang Aliya dari kehidupan nya.
__ADS_1
"Hmmmm, Tante Miranda itu kan cantik dan sangat terawat sekali seperti nya sangat cocok sekali dengan Om Irfan yang juga sangat tampan dan berwibawa."
Seketika Irfan pun langsung tertawa dia seperti mengingat kembali masalalu nya bersama dengan Miranda.
"Dulu Aliya itu cinta sama Om Irfan, tapi Om Irfan cinta nya dengan Tante Miranda dan Tante Miranda itu Kekasih Kak Fabian tapi Kak Fabian lebih memilih Aliya daripada Mama nya."
Rendy benar-benar di buat sangat terkejut sekali mendengar perkataan Siska yang begitu sangat singkat dan jelas.
"Astaga, ini kah yang namanya cinta luar biasa. Kenapa bisa serumit ini yaa tapi akhirnya Aliya bisa bersama dengan Fabian ini sangat hebat sekali."
Handphone Siska pun bergetar ternyata itu adalah pesan masuk dari orang tua nya.
"Rendy ayo antarkan aku pulang sekarang juga, ibu ku sudah mengirimkan pesan kepada ku."
Siska pun berpamitan pulang dengan Irfan.
"Om Irfan aku pulang dulu yaa, nanti kita bertemu di acara Aliya yaa."
__ADS_1
Siska menarik tangan Rendy dan Rendy pun langsung tersenyum.