Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 09.


__ADS_3

Setelah beres menyiapkan semuanya untuk mereka berdua besok pulang, Aliya duduk di samping suami nya sambil tersenyum manis.


"Kak, bagaimana jika kita tinggal di kosan yang dulu pernah kita berdua tinggal di sana. Kosan dekat sama kampus aku loh Ka dan Kosan yang begitu banyak kenangan diantara kita berdua."


Aliya bersandar di pundak Fabian dan Fabian pun merangkul Aliya.


"Kenapa kamu lebih memilih untuk tinggal di sana dari pada di Apartemen yang jauh lebih baik."


Aliya pun terbangun dari pelukan hangat Fabian.


"Aku ingin mengulang masa-masa bersama kita berdua Mas, di sana kita yang di pertemukan dan sampai akhirnya kita sekarang bisa bersama."


Fabian memandangi wajah cantik istri nya tersebut.


"Maafkan aku yang dulu menjadi lelaki simpanan Mama kamu, aku yang tidak tahu jika dia memiliki putri yang sangat cantik sekali dan baik hati seperti kamu. I love you Aliya Mutiara."


Aliya pun memegang ke dua pipi suaminya tersebut dengan kedua tangan nya.


"I love you too suami ku sayaaaaang."

__ADS_1


Fabian pun langsung memeluk erat tubuh Aliya dan mereka pun berpelukan dengan sangat erat sekali.


"Aliya, aku mohon kamu harus percaya dengan ku. Apalagi di saat kamu yang menginginkan aku untuk kembali berkerja di perusahaan Mama kamu, aku akan sering bertemu dengan Mama kamu dan jangan sampai ada lagi rasa curiga di antara kita berdua."


Aliya menganggukkan kepalanya sambil melepaskan pelukan erat itu.


"Aku percaya sama kamu dan aku juga percaya kalau Mama tidak mungkin mempunyai perasaan terhadap kamu. Tidak mungkin Mama melakukan hal tersebut karena sekarang kita yang sudah menikah."


Fabian pun merasa sangat bahagia sekali ketika dia melihat Aliya yang begitu sangat memberikan kepercayaan yang besar untuk nya.


"Terimakasih banyak sayaaaaang, aku berjanji akan selalu menjaga rasa cinta ini. Untuk keluarga kita ini."


"Yasudah yaa, lebih baik sekarang kita makan dulu yaa. Hmmmmm lapar sekali aku yank."


Fabian pun langsung membawa Aliya keluar dari hotel untuk mencari Restoran untuk mereka berdua makan.


"Mas, aku ingin makan di Restoran itu saja."


Fabian langsung menolehkan kepala nya, ketika Aliya yang menyebutkan nama dengan sebutan Mas.

__ADS_1


Aliya pun langsung tersenyum manis kepada Fabian.


"Kenapa yaa,? tidak apa-apa kan jika aku memanggil dengan sebutan Mas Fabian."


Fabian pun terlibat sangat senang sekali dengan sebutan baru nya itu.


"Baiklah, Mas Fabian yaa. Gemes sekali aku mendengar nya sayaaaaang."


Mereka berdua pun akhirnya menemukan Restoran yang cocok dengan mereka berdua.


Di saat Fabian yang sedang memesan makanan, Aliya mengeluarkan handphone nya dia melihat foto-foto kebersamaan nya ketika bersama dengan Dokter Nadia.


Di foto pernikahan nya, Aliya tidak ada foto nya dengan Mama nya.


"Sebenarnya hati ku ini sedih tapi bagaimana lagi yaa, aku harus menerima nya. Dan sekarang aku menjadi merindukan sekali Dokter Nadia hmmmm sedang apa yaa Dokter Nadia."


Fabian kembali dia melihat istrinya yang sedang melihat foto-foto pernikahan nya di Handphone nya.


Fabian pun duduk di samping Aliya sambil mengambil handphone Aliya, melihat Fabian yang mengambil handphone nya secara tiba-tiba pun membuat Aliya terkejut.

__ADS_1


__ADS_2