Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #245#


__ADS_3

Aliya dan Siska masuk ke dalam mobil nya, Aliyaa merasa sangat senang sekali ketika dia bisa bersama dengan nya.


"Siska makanan nya jadi aku bawa deh, nanti kamu makan yaa di rumah."


Aliya begitu sangat memperhatikan Siska.


"Aliyaa, kamu sekarang sudah tidak tinggal lagi di rumah itu ? kamu sudah meninggalkan?."


Siska yang melihat banyak nya barang-barang Aliya di bagasi.


"Iya Siska, aku sudah kembali ke rumah Mama. Mungkin aku yang tidak akan kembali ke sana lagi, sebenarnya sangat sedih tapi hanya itu yang bisa melupakan semua kenangan."


Siska memegang tangan Aliyaa dia mencoba untuk menenangkan Aliyaa.


"Mungkin memang kamu yang harus masing-masing dulu dengan Kak Fabian, nanti pun akan ada yang terbaik untuk kamu Al."


Aliya pun tersenyum kepada Siska.


"Siska bagaimana dengan Rendy,? apakah dia menemui kamu lagi? setelah dia yang mengetahui jenis kelamin laki-laki anak nya."


Siska menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak ada lagi Rendy, karena dia kan tidak tahu jika aku sedang mengandung anak nya."


Aliya merasa Randy yang harus di pengaruhi oleh orang-orang yang ada di sekitarnya jika Siska itu sedang hamil anak nya, karena Aliyaa mengetahui sikap Kania yang pasti dengan cepat mencari calon istri untuk Rendy.


"Rendy harus segera mengetahui nya, karena sebentar lagi kamu yang harus melahirkan anak nya dia yang harus ada di samping mu Siska."


Aliya memikirkan bagaimana cara nya dia yang harus bisa bertemu dengan Rendy, tapi sekarang Fabian yang sedang bersama dengan Rendy.


"Biarkan saja Al, aku bisa kuat melahirkan anak ini tanpa ada Rendy di samping ku."


Siska mengelus-elus perut nya sambil berbicara dengan anak nya.


Aliya merasa sangat tidak tega melihat Siska.


"Banyak yang sayang dengan mu Siska, kamu tidak usah hawatir yaa. Kita semuanya akan selalu ada untuk kamu."


Mereka berdua akhirnya sampai di rumah Aliyaa, Aliyaa begitu sangat hati-hati sekali ketika membantu Siska turun dari mobil nya.


Kedatangan mereka berdua pun di sambut oleh Miranda yang baru saja pulang dari kantor.


"Siska, perut mu sudah besar yaa."

__ADS_1


Miranda pun memegang tangan Siska sedangkan Aliyaa yang membawa makanan dan buah-buahan yang dia belikan untuk Siska.


Aliya melihat begitu sangat perhatian nya Mama nya terhadap Aliyaa, dia pun hanya bisa tersenyum.


"Maafkan aku yaa Mam, aku belum bisa membuat Mama bahagia seperti itu. Aku yang hanya membuat Mama pusing saja dengan masalah rumah tangga ku."


Pak Denies memperhatikan Aliyaa, dia merasakan apa yang di rasakan oleh Aliyaa.


"Nona Aliyaa jangan sedih yaa, suatu saat nanti Nona Annabella pun akan seperti Nona Siska karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini."


Aliya pun langsung berjalan menuju ke dalam rumah nya, dia pun ikut duduk di samping Siska.


Miranda melihat wajah Aliyaa yang sangat sedih sekali, dia mengetahui jika Aliyaa yang menginginkan seperti Siska.


"Aliya, kamu kenapa? kamu melamun seperti itu?."


Aliya pun langsung menghapus air mata nya.


"Tidak aku tidak melamun kok Siska, yasudah yaa Siska kamu di sini dulu yaa sama Mama. Aku mau mandi dulu yaa."


Aliya memilih untuk pergi dan Miranda terdiam melihat Aliyaa yang pergi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2