
Merasa kondisi nya sudah membaik Kania pun menginginkan untuk bangun dan menunggu hasil operasi Rendy.
Veronica mencoba untuk membantu Kania turun dari tempat tidurnya dan keluar untuk duduk di depan ruangan operasi terlihat juga Fabian yang sedang menunggu.
Fabian hanya terdiam saja ketika melihat Kania, tidak ada rasa ingin menyapa sama sekali.
Kania merasa sangat beruntung sekali ketika dia bersama dengan Veronica dia merasa ada teman nya.
Ketika mereka bertiga yang sedang menunggu hasil operasi Rendy, tanpa sepengetahuan Fabian datang Aliyaa dan Miranda yang baru saja selesai kontrol bekas operasi Aliyaa.
Aliya begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Veronica yang berada di sini juga.
Aliya berniat untuk pergi tapi mereka yang sudah melihat Aliyaa.
"Aliyaa, Mama mohon jangan ribut sekarang kita sedang di Rumah Sakit yaa tahap emosional kamu."
Miranda mengetahui karena ada Veronica bersama dengan Kania, Miranda dan Aliya pun menghampiri mereka tapi Aliyaa lebih memilih untuk mendekati Fabian.
"Kania bagaimana dengan kondisi Rendy sekarang,? apakah dia baik-baik saja tidak ada luka yang serius?."
Miranda yang ingin memastikan kondisi Rendy kepada Kania.
"Rendy harus operasi karena benturan yang sangat keras sekali pada bagian kepala nya."
Aliya menatap tajam wajah Veronica dan Fabian pun mengetahui nya.
"Aliya bagaimana hasil kontrol nya,? apakah luka kamu sudah membaik sekarang?."
Fabian mencoba untuk mengalihkan pandangan Aliyaa dengan menayakan kondisi nya.
"Sudah sangat baik sekali dan aku juga sudah bisa beraktifitas sekarang, mungkin aku sebentar lagi akan segera kuliah bersama dengan Siska."
Kania memandangi wajah Aliyaa ketika Aliyaa yang menyebutkan nama Siska.
"Syukurlah, kamu sekarang bisa kembali ke rumah kita kan. Aku tidak bisa terlalu lama tinggal sendirian di sana."
Aliya pun tersenyum manis kepada suaminya tersebut.
__ADS_1
"Tentu sangat bisa sekali sekarang aku pulang ke sana.'
Melihat Veronica dan Fabian yang berada di rumah sakit, Aliyaa berpikir bagaimana dengan perusahaan nya.
"Lebih baik secara kamu kembali saja ke kantor yaa, kantor siapa yang memimpin."
Fabian pun terdiam ketika Aliyaa berkata seperti itu, dia yang datang ke rumah sakit bersama dengan Veronica jika dia pergi lalu apa dengan Veronica.
Veronica pun memandangi wajah Fabian seperti nya dia ingin pergi ke kantor bersama dengan nya tapi dia tidak mau Aliyaa menjadi cemburu kepada nya.
"Kamu kenapa diam,? ayo pergi saja sekarang juga."
Terdengar jelas perkataan Aliyaa yang seperti memaksa Fabian untuk secepatnya pergi dari rumah sakit.
Miranda hanya bisa terdiam melihat sikap Aliyaa yang membuat dirinya merasa sangat malu sekali, Miranda pun juga memandangi wajah Veronica.
Miranda merasa jika Fabian datang ke rumah sakit bersama dengan Veronica, karena dia tahu Fabian tidak mungkin bisa berkerja sendirian.
"Veronica, kamu ingin tetap di sini atau ke kantor bersama dengan Fabian?."
Pertanyaan Miranda membuat Aliyaa marah besar kepada Mama nya
Veronica tersenyum manis kepada Aliyaa.
"Iya Bu Aliyaa, saya akan tetap di bersama dengan Mama saya."
Tanpa berpamitan Fabian pun langsung pergi begitu saja dari rumah sakit tersebut menuju ke kantor nya.
Miranda merasa sangat malu sekali dengan sikap Aliyaa dan dia lebih memilih untuk membawa Aliyaa pulang.
"Kania, maafkan aku yaa aku tidak bisa menunggu sampai operasi selesai. Tapi aku yang selalu mendoakan yang terbaik untuk Rendy yaa."
Mendengar perkataan Mama nya, Aliyaa pun langsung menghampiri Kania dan Veronica.
"Jangan lupa hadirkan Siska jika Rendy menyebutkan nama Siska, jangan sakiti hati Siska mungkin dia yang bisa membuat Rendy sadar dan kembali sehat."
Aliya begitu sangat emosional sekali ketika dia yang sudah mendengar rekaman tersebut.
__ADS_1
Aliya langsung menarik tangan Mama nya agar bisa segera pergi dari rumah sakit tersebut.
Dan Miranda pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Aliyaa, melihat Aliyaa dan Miranda sudah berjalan jauh.
Kania memperhatikan Veronica yang seperti sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan Aliyaa.
"Vero, kenapa dengan Aliyaa dia seperti mempunyai permasalahan dengan kamu?."
Veronica pun merasa bingung dia harus menjawab bagaimana.
"Mungkinkah ini karena Aliyaa yang masih belum bisa menerima kenyataan yang terjadi dengan nya, sehingga dia menjadi overprotektif sekali kepada suaminya. Aku sih tidak mempermasalahkan hal itu karena aku memang tidak ada hubungan dengan Fabian aku berniat untuk berkerja di perusahaan itu."
Kania pun membelai rambut panjang Veronica.
"Yasudahlah, abaikan saja yaa. Mama yakin sekali kamu bukan wanita seperti itu kamu wanita yang berpendidikan tinggi tidak mungkin menjadi perusak rumah tangga orang lain apalagi kamu yang cantik dan pintar."
Veronica merasa semakin semangat ketika ada yang percaya dengan nya, jika dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu kepada Fabian dan Aliya.
Merasa terlalu lama menunggu Kania merasa sangat lapar sekali dan Veronica melihat nya ketika Kania yang memegang perut nya.
"Seperti nya Mama lapar yaa, aku pergi mencari makanan dan minuman yaa."
Veronica pun beranjak dari tempat duduk dia pergi mencari makanan dan minuman untuk Kania.
"Veronica kamu sangat baik sekali, terimakasih sekarang mungkin hanya kamu yang mau berada di samping ku. setelah muncul Siska semua orang berpihak pada dirinya dan semua orang menjadi benci kepada ku."
Ketika Kania sedang mengeluh tiba-tiba saja datang Dokter yang menghampiri nya dan mengatakan jika operasi nya berjalan dengan lancar.
Kania pun merasa sangat bersyukur sekali dan dia bisa melihat kondisi Rendy, Kania masuk ke dalam ruangan tersebut dia merasa tidak tega melihat kondisi Rendy.
Kania menangis sambil memegang tangan Rendy, dia pun tidak ingin kehilangan Rendy.
"Rendy bangun Nak, ini Mama sayang. Bangun sayang jangan membuat Mama hawatir sayaaaaang."
Kania terus saja memanggil nama Rendy dia berharap agar putra nya bisa segera sadar dari koma nya.
"Mama tidak mau kehilangan kamu sayang, karena hanya kamu yang Mama punya sayaaaaang hanya kamu sayang."
__ADS_1
Tangisan Kania yang tiada hentinya pun tidak membuat Rendy terbangun dan Kania pun mengingat jika benturan keras di kepala Rendy membuat nya berpikir jika Rendy yang akan lama untuk pemulihan kesembuhan nya.