Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 15.


__ADS_3

Fabian mencoba untuk mendekati Ayah nya dan dia duduk di samping Ayah nya.


"Sampai kapan Ayah akan terus membenci ku seperti ini,? aku sudah berkeluarga sekarang dan aku mohon jangan seperti ini membuat istri ku merasa tidak nyaman untuk tinggal di rumah ini."


Ibu Fabian pun melihat Fabian yang sedang mengobrol dengan Ayah nya dan dia pun langsung menghampiri mereka berdua.


Ibu Fabian tidak mau mereka berdua sampai bertengkar dan Aliya mengetahui nya.


"Fabian, bagaimana dengan honeymoon kalian sangat menyenangkan bukan."


Ibu Fabian mencoba untuk mencairkan suasana tapi suami nya yang lebih memilih untuk pergi begitu saja.


Ibu Fabian mencoba untuk memegang tangan Fabian dan menenangkan perasaan Fabian supaya tidak ada lagi keributan di rumah nya.


"Sudah yaa abaikan saja, mungkin jika kamu bisa memberikan keturunan untuk keluarga kita. Ayah kamu akan bersikap lebih baik lagi."


Fabian merasa sangat tidak nyaman sekali tinggal di rumah nya dengan sikap Ayah nya yang seperti itu dia juga memikirkan bagaimana dengan Aliya dia pun juga pasti merasa sangat tidak nyaman sekali.


"Bu, aku ingin menyusul Aliya ke kamar. Aku merasa Aliya juga merasakan apa yang aku rasa tentang sikap Papa kepada ku sekarang."

__ADS_1


Fabian memilih untuk pergi ke kamar nya, dan Ibu nya Fabian pun merasa sangat sedih sekali.


"Sampai kapan mereka berdua akan seperti ini, hati Fabian sudah sangat luluh sekali sedang Ayah nya masih saja seperti ini dia merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Fabian di masa lalu nya."


Fabian membuka pintu kamar nya secara perlahan-lahan sehingga membuat Aliya tidak menyadari jika suami nya berada di dalam kamar bersama dengan nya.


Fabian melihat Aliya yang begitu sangat serius sekali memandangi foto-foto masa lalu suami nya.


Fabian pun memeluk Aliya dari belakang dan membuat Aliya langsung terkejut.


"Kamu sedang melihat suami mu di masa lalu yaa, kamu pasti sangat bangga sekali ketika melihat banyak nya prestasi yang di dapat oleh suami ini."


"Aku tidak menyangka yaa, dengan fasilitas lengkap yang ada di rumah ini. Kamar yang sangat nyaman sekali tapi kamu masih bisa tinggal di rumah kontrakan yang sederhana bersama dengan aku."


Fabian mencium kening Aliya dan tersenyum manis kepada istri nya tersebut.


"Aku akan nyaman tinggal di mana pun asalkan bersama dengan kamu sayang, Aliya Mutiara."


Aliya pun tersenyum tersipu malu-malu ketika Fabian mengatakan hal tersebut kepada nya.

__ADS_1


"Apasih yaa kamu Mas, begitu banget sama aku Haha."


Fabian pun memegang ke dua pipi istri nya tersebut dengan kedua tangan nya dan mencium bibir mungil Aliya.


Mereka berdua pun berciuman mesra di dalam kamar tersebut, tapi Aliya tiba-tiba saja menghentikan ciuman nya tersebut.


"Ingat yaa sedang lampu merah, karena aku tahu apa yang di awali dengan ciuman tiba-tiba pasti di akhir dengan sesuatu yang yang di inginkan."


Fabian pun langsung menutup mata nya, dan memilih untuk keluar dari kamar nya.


Aliya pun tersenyum bahagia melihat tingkah laku suami nya tersebut.


"Lucu sekali dia yaa, sangat lucu sekali dan lebih baik aku melihat lagi foto-foto kebersamaan Mas Fabian pada masa lalu nya."


Di saat Aliya melihat foto sekolah Fabian di saat masih sekolah tatapan nya tertuju pada wanita cantik di sebelah Fabian.


"Dia sangat cantik sekali."


Aliya pun terus saja memandangi foto tersebut.

__ADS_1


__ADS_2