Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #271#


__ADS_3

Veronica tidak ke kantor hari ini begitu juga dengan Fabian, Rendy yang mengetahui ke dua nya akan pergi ke Rumah Sakit yang sama.


"Kak di antar oleh Fabian yaa, nanti Fabian juga akan menjemput Siska. Karena Fabian akan bertemu dengan Ibu nya di Restoran dekat Rumah Sakit Permata."


Veronica seketika langsung terdiam apakah ini tidak akan menjadi permasalahan baru untuk Aliyaaaa.


"Suster Veronica ayo ikut saja, jangan memikirkan Aliyaa. Dia saja sudah berselingkuh dengan lelaki lain."


Fabian menarik tangan Veronica dan Rendy pun berada di belakang mereka berdua.


"Jangan lupa video kan yaa kak, hasil USG nya. Aku ingin sekali mengetahui semuanya."


Veronica menganggukkan kepalanya dan langsung masuk ke dalam mobil Fabian dia duduk di kursi depan.


"Kita jemput Siska dulu yaa, dia sekarang tinggal bersama dengan Ibu nya."


Veronica mengeluarkan handphone untuk mengirimkan pesan kepada Miranda.


*Bu Miranda, maafkan saya yang tidak bisa masuk hari ini.saya ingin mengantar Siska untuk melakukan USG*


Membaca pesan dari Veronica, Miranda harus berkerja keras sendirian di kantor.

__ADS_1


"Kenapa Mam, siapa yang mengirimkan pesan?."


Tanya Aliyaa sambil melihat jam di handphone nya.


"Veronica tidak masuk kerja, dia akan mengantar Siska untuk melakukan USG kandungan."


Aliya merasa jika hubungan Siska dengan Veronica yang semakin dekat saja.


"Kenapa sekarang mereka berdua dekat sekali yaa, tidak seperti biasa nya. Apa yang membuat mereka berdua sampai sedekat itu."


Miranda melihat Aliyaa yang seperti mengikuti kedekatan Veronica bersama dengan Siska.


Merasa malas membicarakan Veronica, Aliyaa pun memilih untuk bersiap-siap untuk pergi ke kampus.


"Aku pergi ke kampus yaa, asam lambung ku mendadak naik jika mendengar nama Veronica."


Aliya bersalaman dan langsung pergi ke menuju ke kampus nya.


"Masih saja Aliyaa dia membenci Veronica, ntahlah aku harus bicara apa lagi kepada nya."


Miranda pun bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya karena Veronica yang tidak masuk.

__ADS_1


Aliya ternyata masih saja belum pergi, dia menunggu Mama nya.


"Bagaimana jika hari ini aku tidak masuk kuliah, aku yang akan membantu Mama di kantor."


Aliya melakukan hal tersebut karena Veronica yang tidak ada di kantor, dia ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pegawai kantor.


"Kamu serius Aliyaa,? kamu ingin membantu Mama di kantor? yaudah masuklah ke dalam mobil Mama."


Aliya pun mengikuti apa yang di katakan oleh Mama nya dia masuk ke dalam mobil Mama nya.


"Ini akan menjadi pengalaman dalam kehidupan ku, aku akan menjadi seorang pemimpin perusahaan hanya dalam waktu satu hari saja."


Miranda melihat Aliyaa yang begitu sangat bersemangat sekali, seandainya Aliyaa yang mau menemani nya di kantor maka tidak akan pernah ada musuh dalam selimut.


"Jika sampai kamu merasa nyaman menjadi seorang pemimpin lalu bagaimana dengan cita-cita mu yang ingin menjadi seorang Dokter Specialis Anak?."


Aliya pun langsung berpikir bila itu semua terjadi kepada nya.


"Aku akan tetap menjadi seorang Dokter Specialis Anak, karena itu adalah keinginan ku. Di saat mungkin aku yang belum bisa di berikan kepercayaan untuk menjadi seorang ibu tapi aku akan bisa bersama dengan anak-anak kecil di setiap hari-hari ku."


Miranda pun tersenyum sambil mengelus rambut Aliyaa, dia pun segera menjalankan mobilnya untuk menuju ke kantor nya.

__ADS_1


__ADS_2