
Setelah bertemu dengan Fabian, Kania pun masuk ke ruangan Rendy dia melihat Rendy yang sedang tersenyum manis sambil melihat handphone nya.
"Apa yang sedang kamu lakukan Rendy, memegang handphone dengan tersenyum manis seperti itu."
Rendy pun menyimpan handphone nya dan fokus pada kedatangan Mama nya.
"Aku sedang melihat video USG Siska dia upload video nya dia sosial media nya."
Kania begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Rendy.
"Untuk apa kamu melihat hasil USg Siska,? dan kamu sampai tersenyum seperti itu. Ingat itu bukan anak kamu Rendy."
Kania mencoba untuk menenangkan pikiran nya dia jangan sampai keceplosan ngomong di hadapan Rendy.
"Ya, itu memang bukan anak ku tapi aku merasa sangat gemas sekali melihat nya. Siska yang sedang hamil bayi kembar berjenis kelamin laki-laki. Aku membayangkan bagaimana nanti besar nya sangat lucu sekali."
Kania seketika dia pun langsung terdiam ketika mendengar Siska yang hamil kembar dan berjenis kelamin laki-laki itu bisa menjadi penerus perusahaan nya.
Tapi Kania harus melupakan hal tersebut dia harus segera menjodohkan Rendy dengan wanita yang seperti keinginan nya.
__ADS_1
"Lupakan tentang Siska yaa, kamu sekarang mempunyai partner kerja yang luar biasa, kamu dan Fabian bisa memberikan efek positif terhadap perusahaan ini. Mama berharap kamu dan Fabian akan selamanya dalam satu perusahaan."
Rendy hanya bisa tersenyum tipis kepada Mama nya, karena dia tidak mengetahui kedepannya akan seperti apa.
"Yasudah, Mama pergi dulu yaa. Kamu semangat terus berkerja nya yaa."
Kania keluar dari ruangan Rendy dia seperti begitu sangat bahagia sekali dia merasa ingin bertemu dengan Miranda.
"Miranda, aku benci ketika kamu yang mencoba untuk ikut serta dalam percintaan Rendy dan Siska dan sekarang waktunya dia merasa gelisah ketika Fabian sudah tidak ada lagi di perusahaan nya."
Fabian mendengar perkataan Miranda ketika dia mau memberikan berkas kepada Rendy.
Fabian pun masuk ke dalam ruangan Rendy dan Kania pergi begitu saja dengan senyuman manis nya.
Fabian duduk di hadapan Rendy dan dia pun memberikan hasil pekerjaan nya.
Rendy mulai memeriksa dan ternyata semua benar.
"Fabian apa dampak nya jika kamu keluar dari perusahaan Tante Miranda,? apakah akan mengalami kebangkrutan?."
__ADS_1
Fabian menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak akan sekarang ada Veronica yang pasti akan menggantikan posisi ku, dan sekarang Miranda mulai berpikir dan kerja keras seperti dulu lagi. Karena ketika aku masih di sana dia memberikan semua tanggung jawab perusahaan kepada ku."
Mendengar perkataan Fabian, membuat Rendy tidak terlalu hawatir karena dia tidak mau melihat Aliyaa dan Miranda kesusahan.
"Lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan,? kamu akan mengembalikan mobil itu dan menggantinya dengan yang baru?."
Rendy berniat menyediakan pasilitas untuk Fabian.
"Ya, sore ini akan ku kembalikan langsung ke rumah nya. Setelah itu aku akan membayar biaya kuliah ku dulu agar tidak ada lagi balas kasih."
Rendy pun hanya bisa tersenyum karena semuanya sudah di atur oleh Fabian.
"Dan dengan hubungan mu bagaimana,? lebih baik kamu dan Aliya menenangkan diri masing-masing saja dulu agar tidak terjadi lagi perdebatan."
Fabian pun menganggukkan kepalanya.
"Oke baiklah, sekarang aku kembali berkerja dan aku ucapkan terima kasih atas semua kebaikan mu Rendy."
__ADS_1
Fabian keluar dari ruangan Rendy.