
Kania dan Veronica mereka berdua masuk ke dalam ruangan untuk bertemu dengan Rendy.
Veronica melihat wajah Kania yang tersenyum puas ketika melihat kenyataan ini.
Rendy yang masih merasa sangat pusing sekali karena benturan keras penglihatan nya juga seperti kabur, belum bisa melihat jelas.
"Rendy, kamu baik-baik saja kan ? Mama sangat menghawatirkan mu sayaaaaang."
Rendy melirikan mata nya ke arah Veronica.
"Kak Vero, kenapa bisa di sini bukan kah sedang kuliah di luar negeri."
Ingin rasanya Veronica berteriak jika Siska ada di luar dia yang membuat kamu bisa sadar seperti ini.
"Kak Vero sudah lulus kuliah dan sekarang sudah berkerja sebagai sekertaris di Perusahaan Tante Miranda."
Kania merasa sangat hawatir sekali jika Rendy yang tiba-tiba saja mengingat kembali ingatan nya.
"Hmmmm, Veronica kamu bisa pulang sekarang karena Rendy yang sudah sadarkan diri yaa. Biarkan Mama saja yang menemani Rendy."
__ADS_1
Veronica benar-benar di buat kesal oleh sikap Kania terhadap nya.
"Baiklah Tante, aku pulang dulu. Rendy semoga ingatan mu cepat kembali yaa tidak berlama-lama lupa ingatan nya."
Veronica pun langsung keluar dengan sangat emosional, dan dia berjanji di dalam hati nya dia tidak pernah datang kembali ke keluarga ini.
Veronica melihat Siska bersama dengan Dokter Nadia, dia merasa sangat kasihan sekali melihat Siska.
"Siska, kamu yang sabar yaa. Semoga saja ingatan Rendy yang bisa kembali seperti dulu lagi."
Siska tersenyum di dalam tangisan nya.
"Sudah tidak usah ingatan nya kembali, aku merasa jauh lebih bahagia seperti ini dan aku lebih semangat untuk berkerja dan membesarkan anak ku ini."
"Astaga Siska, kamu sekarang sedang hamil anak Rendy."
Veronica memperkecil volume suara nya agar tidak di dengar oleh Kania.
"Iya, dan Siska pun di usir dari keluarga nya. Dia juga mengambil cuti kuliah hanya karena ingin berkerja di sebuah Restoran."
__ADS_1
Veronica tidak tahu dia harus berkata apa kepada Siska, karena bagaimana pun juga Rendy itu adalah adik tiri nya.
"Aku meminta maaf kepada kamu Siska, atas perlakuan Tante Kania kepada kamu. Tapi aku sangat yakin sekali mereka akan menyesal ketika nanti bayi yang ada di dalam perut mu ini akan lahir."
Veronica sampai memegang perut Siska.
"Terimakasih banyak Kak Vero yang sangat baik sekali dengan ku."
Dokter Nadia pun mengajak Siska untuk segera pulang.
"Ayo Siska, lebih baik sekarang kamu pulang yaa. Istirahat dulu yaa karena memang sangat membuat emosional sekali."
Dokter Nadia pun memegang tangan Siska, dan dia pun langsung mengajak Siska untuk pulang.
Veronica masih saja memikirkan Siska.
"Seharusnya sekarang Rendy yang bertanggung jawab dia yang harus menikah dengan Siska tapi takdir berkata lain. Siska yang harus menanggung beban sendirian."
Veronica pun memilih untuk pulang ke Apartemen nya, karena dia tidak mungkin kembali ke kantor.
__ADS_1
"Sudahlah Vero, jangan lagi kamu pikirkan tentang Randy karena kamu pasti hanya di buat emosional oleh Tante Kania. Dia begitu sangat tega sekali yaa dia bisa tersenyum manis di atas penderitaan orang lain."
Veronica berjalan keluar dan menunggu taksi. Veronica pun merasa sangat bersalah sekali dengan Siska dan dia akan selalu perhatian kepada Siska.