
Fabian dan Veronica dengan sempurna menyelesaikan tugas mereka. Fabian berniat ingin sekali ke Rumah Sakit untuk melihat Kondisi Aliyaa tapi dia yang sedang bersama dengan Veronica.
"Veronica, aku akan turunkan kamu di depan kantor. Dan aku akan pergi ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi istri ku."
Veronika menganggukkan kepalanya dan Fabian pun memberhentikan mobilnya di depan kantor.
Veronica turun dari mobil Fabian, dia tersenyum manis kepada Fabian.
"Hati-hati yaa di jalan nya Pak Fabian."
Veronica melambaikan tangan nya tapi Fabian mengabaikan nya.
Veronica pun berjalan menuju ke dalam kantor yang ternyata sudah waktunya jam istirahat.
"Oh, pantesan aja Fabian pergi di saat jam istirahat ternyata."
Veronica menuju ke kantin kantor karena perutnya yang sudah merasa sangat lapar.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada Veronica, bahkan banyak sekali yang mengatakan jika Veronica pasti akan berbuat jahat dan memiliki Fabian.
Merasa dirinya di perhatikan oleh beberapa orang, Veronica memilih mengambil roti dan minuman untuk dia bawa pergi dia tidak memakan nya di kantin.
Veronica memilih untuk makan di area parkiran kantor dengan merasakan angin yang membuat rambut panjang nya berantakan.
"Apa yang ada di pikiran mereka yaa tentang aku, seperti nya mereka masih saja berpikir negatif terhadap aku."
Veronica memang tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka tentang dirinya dari dari tatapan nya Veronica merasa jika mereka berpikir negatif terhadap dirinya.
"Apakah mereka berpikir jika aku ini adalah wanita bayaran,? wanita murahan yang sudah mengikuti keinginan lelaki hanya karena uang. Apakah seperti itu pikiran mereka tentang ku sangat membuat aku tertawa."
"Veronica, bisakah saya duduk di samping kamu."
Ucap seorang karyawan yang terlihat lebih dewasa dari Veronica.
"Oh, silahkan tapi di sini sangat kotor sekali."
__ADS_1
Veronica menggeser posisi duduk nya dan wanita itu duduk di samping Veronica.
"Kenapa kamu memilih untuk beristirahat di sini,? kenapa tidak di kantin saja."
Tanya wanita tersebut sambil memperhatikan wajah cantik Veronica.
"Aku merasa sangat risih sekali, ketika ada di pandangi oleh seseorang. Aku merasa mereka berpikir negatif terhadap ku tapi tidak pikiran negatif apa yang mereka pikirkan kepada ku."
Ingin rasanya wanita tersebut memberitahu Veronica, jika banyak sekali yang menyebutkan jika Veronica itu seperti pelakor di rumah tangga Fabian nanti tapi dia merasa tidak tega untuk memberitahu nya.
"Jika kamu merasa baik, tidak usah pernah takut jika di pandang tidak baik. Karena yang tahu kamu itu hanya dirimu sendiri bukan orang lain."
Wanita tersebut pun memilih untuk langsung pergi meninggalkan Veronica sendiri, dan Veronica terdiam ketika mendengar perkataan dari wanita tersebut.
"Yang mengetahui baik tidak nya hanya aku, mereka yang yang hanya melihat aku dari luar saja. Oke baiklah Veronica lebih baik sekarang kamu masuk ke dalam kantor karena di luar sangat luar biasa panas sekali."
Veronica pun kembali ke kantor nya dia menundukkan kepalanya di saat dia sedang berjalan menuju ke tempat kerja nya.
__ADS_1
Veronica duduk dan mengeluarkan handphone nya, dia melihat tentang pemberian di media sosial.
Veronica melihat perusahaan milik adik nya yang semakin maju.