Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *106*


__ADS_3

Miranda mencoba untuk ingin mengetahui apa yang akan di jawab oleh Siska tentang penyakit yang di rasakan oleh Aliya.


Siska merasa sangat kebingungan sekali apa yang harus dia katakan kepada Miranda.


*Aliya sering sekali merasa sakit di bagian perut nya, dia pun sampai pernah pingsan ketika merasakan rasa sakit tersebut*


*Aliya mempunyai penyakit lambung yang sudah kronis, apakah dia memang tidak pernah makan pada waktu nya dan makanan pun dia pasti sangat sembarangan sekali*


Aliya menghela nafas panjang ketika dia mau menjawab pertanyaan dari Miranda.


*Hmmmm, begini yaa Tante Miranda kita yang sangat sibuk sekali kan dengan tugas-tugas kuliah yang sangat menumpuk sekali. Jadi kita memang sering lupa dengan jam makan Tante bukan hanya Aliya aku pun sama seperti itu Tante*


*Siska kamu juga harus menjaga kesehatan kamu kesehatan kamu yaa jangan sampai kamu pun sakit seperti Aliya yaa*


*Iya Tante terimakasih banyak atas perhatian nya, mungkin besok aku akan datang ke Rumah Sakit ketika pulang dari kuliah*


*Oke baiklah Siska dan tolong beritahu yaa, jika Aliyaa yang tidak bisa masuk kuliah*

__ADS_1


*Baiklah Tante nanti aku sampaikan Tante*


*Oke Siska sudah seharusnya kamu tidur yaa, karena besok kamu juga harus kuliah pagi kan*


*Iya Tante Miranda*


Miranda mengakhiri panggilan telephone nya dengan Siska dan Siska pun semakin memikirkan kondisi Aliyaa.


"Astaga Aliyaaaa, kenapa kamu sampai harus masuk lagi ke rumah sakit. Pasti sekarang kondisi kamu semakin parah, sampai kapan kamu akan menyembunyikan penyakit kamu ini Aliyaa Mutiara. Aku sangat takut sekali jika sampai kamu harus melakukan tindakan operasi tapi hasilnya mengecewakan."


Siska merasa ingin sekali secepatnya besok untuk bisa bertemu dengan Aliyaa Mutiara.


"Seperti nya Fabian, memang sudah tertidur pulas sehingga pesan yang aku kirimkan kepada nya belum di balas dan di baca."


Miranda masuk ke dalam rumah sakit dengan membawa handphone Aliyaa di tangan nya, Miranda melihat jika Aliyaa yang sudah tertidur pulas.


Miranda pun memilih untuk menyimpan handphone nya di pinggir bantal Aliyaa, Miranda memandangi wajah Aliyaa.

__ADS_1


"Kamu terlihat sangat pucat dan kurus sekali Aliyaa, maafkan Mama yang mengabaikan kamu selama ini."


Miranda membelai rambut panjang Aliya dia pun mencium kening Aliyaa.


"Cepat sembuh seperti Aliyaa yang ceria, cepat sembuh anak ku sayaaaaang."


Miranda tidak kuasa menahan air mata nya ketika dia mencium kening Aliyaa.


"Miranda, sudah jangan menangis seperti ini. Aliya akan baik-baik saja dia pasti sembuh seperti dulu lagi."


Miranda merasa takut kehilangan Aliyaa karena sekarang dia hanya mempunyai Aliya saja dia yang sudah kehilangan suami nya Miranda tidak mau kehilangan Aliyaa.


Miranda pun memilih untuk tidur di sofa dia pun sambil memikirkan kebersamaan mereka bertiga.


"Aku tidak mau kehilangan Aliya, seperti aku yang kehilangan suami ku dulu. Aku akan membalas apa yang dulu aku lakukan kepada Aliya aku yang mengabaikan nya hanya karena cinta yang sesaat."


Miranda berencana untuk menemani Aliyaa sampai Aliyaa sembuh dari menyerah perusahaan nya kepada Fabian untuk beberapa hari saja.

__ADS_1


"Aku percaya kan kepada Fabian, dia pasti akan menjalankan pekerjaan ku dengan sangat sempurna."


Miranda pun mulai bisa memejamkan mata nya untuk beristirahat.


__ADS_2