Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *115*


__ADS_3

Kedatangan Dokter Putra dengan istri nya membuat Aliyaa merasa sangat ketakutan sekali, dia merasa jika hari semuanya akan mengetahui apa yang dia sembunyikan.


Dokter Putra pun melihat Aliyaa yang seperti sangat gelisah sekali, dia pun memilih untuk pergi dari ruangan Aliyaa dan kembali bertugas.


"Aliya cepat sembuh kembali besok semoga kamu bisa cepat pulang dan jangan lupa untuk menjaga pola makan kamu yaa, berusaha untuk bisa hidup sehat."


Fabian merasa sangat senang sekali ketika Ayah nya yang bisa perhatian kepada Aliyaa.


"Terimakasih banyak Ayah atas perhatian nya."


Dokter Putra pun keluar dari ruangan Aliyaa dia menutup rapat pintu tersebut.


Lania ibu kandung Fabian merasa Aliya yang terlihat sangat pucat sekali dan juga kurus.


"Aliya sejak kapan kamu sakit,? kenapa kamu kelihatan sangat kurus sekali Nak. Apakah karena kamu yang tidak makan beberapa hari?."

__ADS_1


Lania semakin mendekati dirinya kepada Aliya.


"Seperti karena aku yang terlalu capek juga di saat aku kuliah, tapi nanti jika aku sudah sembuh aku pasti akan menambah berat badan ku."


Fabian tersenyum manis melihat ibu nya yang mendekati Aliyaa.


"Aliya lebih baik kamu tinggal bersama dengan ibu saja yaa, Ayah kan seorang Dokter sehingga kamu bisa lebih di perhatikan dalam hal makanan dan lain-lain. Ibu sangat takut sekali kamu bukan terkena penyakit lambung sayaaaaang seperti ada yang lain karena wajah mu yang sangat pucat sekali tidak seperti biasa nya."


Lania memegang pipi Aliyaa dan Aliya pun mencoba untuk menenangkan pikiran Ibu mertua nya.


Lania pun merasa sedikit tenang ketika mendengar perkataan Aliyaa.


"Yaudah jika seperti itu, sekarang lebih baik kamu istirahat saja yaa. Supaya besok kamu merasa lebih segar lagi untuk bisa segera pulang."


Aliya pun mengikuti apa yang di katakan oleh Ibu mertua nya, dan mereka berdua lebih memilih untuk keluar dari ruangan Aliyaa membiarkan Aliyaa untuk bisa beristirahat.

__ADS_1


Melihat suami dan ibu mertua nya yang sudah keluar dari ruangan nya, Aliyaa langsung mengambil handphone dia menekan camera depan dan memperhatikan wajah nya.


"Apakah benar wajah ku sampai pucat sekali seperti apa yang di katakan oleh Ibu, tapi aku merasa jika tidak ada perubahan di wajah ku ini deh."


Aliya kembali menyimpan handphone dia pun memejamkan mata nya untuk beristirahat.


Keadaan di luar Fabian mengajak ibu nya untuk bisa mengobrol serius berdua.


"Bu, aku merasa sangat bahagia sekali. Untuk pertama kalinya aku bisa mengobrol dengan Ayah panjang lebar semua karena Aliyaa. Dan aku melihat Ayah yang begitu sangat perhatian sekali dengan Aliyaa dia benar-benar perhatian kepada Aliyaa."


Lania melihat mata Fabian yang berkaca-kaca ketika menceritakan hal tersebut.


"Ini adalah yang terbaik untuk hubungan kalian berdua, dengan hadirnya Aliyaa di tengah-tengah keluarga kita. Cintai Aliyaa sampai kapan pun Fabian jangan pernah memikirkan untuk meninggalkan Aliyaa karena dia memang yang terbaik untuk kamu dan Aliya juga yang bisa mengubah kehidupan mu sehingga kamu yang bisa kembali bersama dengan orang tua mu."


Fabian mengakui bahwa apa di katakan oleh ibu nya itu sangat benar sekali.

__ADS_1


__ADS_2