
Kania lebih memilih untuk menghampiri Fabian dan Fabian pun merasa sangat risih sekali ketika Kania yang menghampiri nya.
"Hallo Fabian, tidak di sangka yaa kita bisa bertemu di sini."
Fabian hanya tersenyum tipis kepada Kania dia yang seperti ingin menghindari Kania.
"Apa yang akan kamu berikan kepada Aliya."
Kania melihat Fabian yang sedang memilih sebuah cincin untuk Aliya.
"Saya sedang memilih sebuah cincin untuk istri saya.".
Fabian pun memilih langsung memilih karena dia yang tidak mau berlama-lama bersama dengan Kania.
Setelah sudah memilih Fabian pun memilih untuk segera pergi dari tempat tersebut.
"Maafkan saya harus langsung pergi karena istri saya yang sudah menunggu kedatangan saya di rumah."
Kania pun hanya tersenyum tipis kepada Fabian ijin untuk pergi.
"Fabian aku merasa tidak percaya sebenarnya jika sampai Aliya yang memang mempunyai hubungan spesial dengan Rendy di belakang Fabian, tapi kenapa bukti semakin kuat ketika Rendy yang memesan Handphone berwarna pink untuk siapa kalau tidak untuk seorang wanita dia adalah Aliya Mutiara."
Kania pun memilih untuk membayar perhiasan yang sudah di pilihkan.
"Aku akan memberikan paket perhiasan mewah ini Aliya, karena dia pasti sangat pantas sekali mendapatkan."
Kania tersenyum sambil mengambil perhiasan yang sudah dia beli dan dia pun menuju ke dalam mobil nya untuk pulang dan memberikan untuk itu kepada Rendy.
Ketika Kania yang merasa sangat senang sekali dengan perhiasan yang dia beli lain dengan Fabian yang merasa sangat was-was sekali Aliya marah kepada nya.
"Aku berharap besar Aliya yang belom pulang dari kegiatan kampus nya."
Fabian melihat jam di handphone yang sudah menunjukkan pukul 21:30.
"Aku harus cepat nih seperti nya Aliyaa yang pasti sedang pulang.
Fabian pun akhirnya sampai di depan rumah nya dan Aliya melihat jika suaminya yang baru saja pulang.
"Akhirnya dia pulang juga yaa, jadi seperti ini yaa jika aku berkata akan telat pulang dia bisa main seenaknya bermain-main dan pulang malam."
Aliya berdiri di depan pintu dan ketika Fabian membuka pintu dia langsung melihat wajah Aliya di hadapan nya.
__ADS_1
Seketika Fabian pun langsung terkejut melihat nya.
"Aliya ternyata kamu sudah pulang yaa, maafkan aku yang pulang telat."
Aliya melihat bunga yang ada di tangan Fabian, sebuah bunga mawar putih.
Fabian pun memberikan bunga tersebut kepada Aliya dan Aliya menerima nya.
"Terimakasih banyak yaa atas bunga nya."
Aliya hendak pergi ke kamar nya tapi Fabian memegang tangan Aliya sehingga Aliya membalikkan badannya nya.
Fabian memberikan cincin putih kepada Aliya, dan seketika Aliya pun merasa sangat terkejut sekali dengan kejutan yang di berikan oleh suaminya.
Aliya memegang cincin indah yang di berikan oleh suaminya.
"Terimakasih banyak yaa, untuk bunga dan cincin nya yaa."
Aliya pun langsung memakai cincin tersebut dan membuat Fabian yang merasa sangat senang sekali.
Aliya pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya dan Fabian yang lebih memilih untuk duduk bersandar di sofa.
"Aku sangat lelah sekali hari ini dan juga memikirkan apa yang di katakan oleh Irfan, apakah harus malam ini aku menceritakan semuanya kepada Aliya."
Fabian pun akhirnya berdiri dari tempat duduk nya, dan dia melihat Aliyaa yang sedang tertidur pulas sekali.
"Cepat sekali dia tidur nya, lebih baik aku tidak membicarakan sekarang."
Fabian memilih untuk mandi dan bersiap untuk beristirahat.
Ketika Fabian yang merasa kepikiran bagaimana cara nya agar dia bisa bicara dengan Aliya.
Lain dengan Rendy yang ketika dia datang ke rumah nya dia di sambut baik oleh Mama nya.
"Rendy kamu sudah pulang,? sini duduk di samping Mama."
Rendy pun akhirnya mengikuti apa yang di katakan oleh Mama ya dia duduk di samping Mama nya.
Dan Kajian pun memberikan kotak putih kepada Rendy.
__ADS_1
"Apa ini Bu seperti sebuah kotak perhiasan."
Kania hanya bisa tersenyum manis dan Rendy membuka nya.
Rendy pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat paket perhiasan yang sangat mewah sekali.
"Mama untuk apa memberikan paket kosmetik ini untuk aku, aku kan lelaki tidak memakai kotak perhiasan seperti ini."
Rendy memberikan kembali kotak perhiasan tersebut kepada Mama nya.
"Ya, ini memang bukan untuk kamu Rendy. Itu kotak perhiasan untuk wanita yang nantinya akan kamu nikahi."
Rendy pun seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Mama nya, karena dia yang belum berpikir untuk bisa menikah dengan Siska.
Untuk berpacaran saja dia merasa sulit untuk bisa mendapatkan restu dari Mama nya.
"Lebih baik Mama simpan saja, aku belum berpikir untuk menikah. Untuk bisa mendapatkan cinta nya aja aku sangat kesulitan sekali jadi maafkan aku yaa Mam."
Rendy pun memilih untuk pergi ke dalam kamar dan memberikan kembali kotak perhiasan itu ke Mama nya.
"Mama mengerti sekali Rendy, jangan kan berpikir untuk menikah untuk bisa berpacaran dengan Aliya itu memang sangat sulit sekali karena Aliya yang mempunyai Fabian tapi Mama merasa jika kamu lebih baik dari Fabian karena jika Aliya bersama dengan kamu dia akan menjadi Ratu kembali tidak hidup dengan kesederhanaan seperti itu. Bahkan untuk biaya kuliah pun harus menunggu beasiswa."
Kania pun membawa kotak perhiasan tersebut ke dalam kamar nya, dan seketika saja dia menjadi Veronica yang dia sekolah kan di luar negeri.
"Veronica, aku merasa dia sudah selesai menyelesaikan kuliah bisnis nya di luar negeri dan apakah dia sudah pulang ke Indonesia."
Kania mencoba untuk mencari informasi tentang Veronica dan dia akan berkerja di mana.
"Jika dia sudah kembali ke Indonesia seperti nya dia sedang mencari pekerjaan, lebih baik aku biarkan saja dia mencari pekerjaan karena melihat dari nilai-nilai yang selalu sempurna."
Kania pun akhirnya mendapatkan informasi tentang nilai kelulusan Veronica yang mendapat nilai yang sangat sempurna.
"Hebat sekali Veronica, kecerdasan dia lebih dari Rendy. Walaupun dia bukan anak kandung ku tapi aku sangat bangga sekali ketika dia bisa lulus dengan nilai sempurna."
Kania memilih untuk mencari informasi tentang Veronica tentang dia tinggal di mana.
"Tapi jika aku yang terlalu berlebih-lebihan dengan Veronica, aku hawatir sekali Reno yang memanfaatkan kesempatan ini agar bisa mengambil keuntungan dari apa yang sudah aku berikan kepada Veronica."
Kania pun seketika langsung terdiam saja sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan kepada Veronica tapi tidak sampai Reno mengetahui nya.
Karena Kania bisa membuat Veronica lebih seperti Rendy.
__ADS_1