Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #275#


__ADS_3

Aliya begitu sangat semangat sekali untuk membuat pekerjaan Mama nya dia yang berada di ruangan Fabian yang sekarang di pakai oleh Veronica.


Aliya tidak menyangka jika Fabian yang masih menyimpan foto kebersamaan nya di kantor nya tapi tidak di pindahkan oleh Veronica.


"Foto kebersamaan ku masih tersimpan rapih di sini dan Veronica setiap hari dia melihat foto ini tapi dia tidak memindahkan foto ini."


Aliya mengambil foto tersebut dan menyimpan nya kembali di tempat nya.


"Aku yang harus melupakan Kak Fabian, aku sekarang harus membuka hati ku untuk Dokter El-Rivan. Karena jika aku bersama dengan nya aku tidak sudah karena dia yang sudah sangat mapan sekali."


Miranda masuk ke dalam ruangan Aliyaa dia melihat Aliyaa yang sedang memainkan handphone nya.


"Kamu tidak sedang mengirimkan pesan kepada Fabian kan Aliyaa,?"


Miranda mengambil hasil pekerjaan Aliyaa.


"Tidak, aku sedang ingin mengirimkan pesan kepada Siska. Karena hari ini dia pergi ke Rumah Sakit bersama dengan Veronica."


Aliya terpaksa berbohong kepada Mama nya dan Miranda pun percaya dia langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


Aliya pun langsung mengirim pesan kepada Dokter El-Rivan.


*Selamat siang Dokter Rivan, jangan lupa makan siang yang sehat yaa.*


Aliya mencoba untuk memberikan perhatian kepada Dokter El-Rivan, karena dia ingin Dokter El-Rivan bisa membalas pesan perhatian dari Aliyaa.


Dokter El-Rivan yang hendak pergi istrirahat dia melihat ada pesan masuk dari Aliyaa.


Dia pun tersenyum manis ketika membaca pesan dari Aliyaa.


*Terimakasih atas perhatiannya Aliyaa, kamu juga jangan lupa makan yang sehat yaa*


"Akhirnya pesan ku di balas juga, oke sekarang aku lebih fokus pada Dokter El-Rivan. Walaupun sekarang aku yang belum resmi untuk berpisah tapi tidak apa-apa, nanti ketika aku sudah berpisah aku sudah bersama dengan Dokter El-Rivan."


Aliya pun merasa berbunga-bunga sekali.


"Dulu aku merasakan seperti ini di saat aku jatuh cinta dengan Om Irfan, sekarang perasaan itu kembali ketika aku yang mencoba untuk membuka hati untuk Dokter El-Rivan."


Aliya pun tersenyum-senyum sendiri keluar dari ruangan nya dan Miranda memperhatikan nya.

__ADS_1


"Tidak mungkin Aliyaa tersenyum seperti itu hanya karena mengirimkan pesan kepada Siska, aku harus mencari tahu Aliyaa sedang mengirimkan pesan kepada siapa."


Miranda mengikuti Aliyaa ke kantin kantor, dia pun duduk di kursi yang di pesan oleh Aliyaa.


"Mama kenapa sih melihat ku seperti itu menyeramkan sekali."


Aliya menyimpan handphone dan mulai memesan makanan untuk dirinya dan Mama nya.


"Kamu sedang mengirimkan pesan kepada Siska,? tapi senyuman kamu seperti orang yang sedang kasmaran. Apakah kamu akan membohongi Mama mu kembali Aliya."


Aliya pun terdiam ketika Mama berkata seperti itu kepada dirinya.


"Aliya jangan bohongi Mama lagi yaaa sayaaaaang, jangan berhubungan lagi dengan Fabian. Dia mantan Mama dan sekarang kamu juga harus meninggalkan dia, karena masih ada lelaki yang jauh lebih bertanggung jawab dari pada Fabian."


Miranda merasa sangat emosional sekali dengan Aliyaa.


"Fabian tidak bisa menerima kekurangan mu Nak, dia yang selalu menginginkan keturunan dari kamu tapi dia yang tidak bisa bersabar dengan keadaan."


Aliya pun seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Mama nya yang benar adanya.

__ADS_1


__ADS_2