
Karena merasa sangat panas sekali melihat Aliya dan juga Fabian, Miranda pun memilih untuk pergi ke kantin.
Dia memesan minuman dingin untuk menyegarkan pikiran nya.
"Kenapa sih harus seperti ini, kenapa aku tidak bisa melupakan Fabian. Aku tidak mungkin bisa bersama dengan Fabian karena sekarang semua orang tahu jika Fabian itu adalah suami dari Aliya dan Aliya itu adalah putri ku."
Miranda langsung meminum sampai habis karena dia yang terbawa emosional.
Handphone Miranda pun tiba-tiba saja bergetar dia langsung melihat pesan masuk dari Nadia.
"Nadia ada apa dia mengirimkan pesan kepada ku."
Miranda pun langsung membuka pesan tersebut.
*Miranda besok adalah hari ulang tahun Aliya Mutiara, kamu sebagai ibu yang baik harus memberikan sesuatu yang terbaik untuk putri kesayangan mu itu.*
"Besok adalah hari ulang tahun Aliya."
Miranda langsung melihat kalender yang ada di handphone nya.
"Aku sampai lupa dengan hari kelahiran Aliya, tapi apa yang harus aku lakukan. Aku merasa aku hanya di abaikan saja."
Miranda pun berpikir apa yang akan di berikan kepada Aliya, dia tidak bisa berpura-pura lupa karena Nadia yang mengingatkan nya.
Ketika Miranda yang merasa kebingungan, Aliya dan Fabian yang sudah selesai mengerjakan pekerjaan nya.
"Sudah selesai sayaaaaang, dan waktu aku untuk kuliah yaa."
Fabian tidak menyangka jika Aliya yang lebih cepat mengerjakan nya dari pada dirinya.
__ADS_1
"Aliya kamu cerdas sekali yaa, memang tidak salah jika kamu yang harus memimpin perusahaan ini karena kamu sangat luar biasa sekali."
Aliya mengabaikan perkataan suami nya, dia berjalan menuju ke luar dan Fabian pun mengikuti nya.
"Simpan dulu berkas-berkas itu, aku tunggu di dalam mobil yaa."
Aliya lebih memilih untuk pergi duluan, sedangkan Fabian menyimpan berkas-berkas tersebut di atas meja kerja Miranda.
Ketika Fabian menyimpan dia melihat ada bingkai foto yang di balikan dan Fabian pun merasa sangat penasaran sekali.
"Foto siapa yaa ini, apakah foto kebersamaan Miranda dengan Aliya yang sengaja dia balikkan karena mereka takut ketahuan."
Fabian pun membalikkan foto tersebut dan dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat foto dirinya bersama dengan Miranda.
"Bagaimana jika Aliya melihat nya, ini foto sangat mesra sekali. Jangan kan Aliya bagaimana jika ada karyawan yang melihat nya."
"Miranda benar-benar tidak normal, lebih baik dia mencari lelaki lain saja. Kenapa dia masih mengingat semua kenangan masa lalu yang kelam ini."
Fabian pun dengan cepat dia keluar dari ruangan Miranda dan berlari menuju ke tempat parkir.
Fabian tidak mau membuat Aliya lama menunggu nya.
"Maaf yaa lama tadi tiba-tiba saja berkas-berkas nya jatuh jadi harus di bereskan terlebih dahulu."
Aliya pun tersenyum manis kepada suaminya sedangkan Fabian yang harus berbohong kepada Aliya.
Di perjalanan Aliya melihat Fabian yang tidak seperti biasa nya, Fabian yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Sayang, kamu kenapa sih. Kamu punya masalah yaa kamu kenapa sih beda banget sama sebelum nya."
__ADS_1
Fabian tersenyum manis kepada Aliya dia tidak mau mencurigai nya.
"Aku lagi memikirkan bagaimana nanti jika aku yang memegang perusahaan seutuhnya, aku takut sekali tidak bisa membuat perusahaan ini menjadi sukses dan maju seperti yang sudah di lakukan oleh Almarhum Papa Kamu."
Aliya menepuk-nepuk pundak suaminya.
"Kamu pasti bisa kok, kamu hebat kamu harus selalu optimis yaa. Kamu pasti bisa."
Aliya tiba-tiba saja merasakan sakit kembali di bagian bawah perut nya.
Aliya mencoba untuk menahan nya dia tidak mau di bawa ke rumah sakit untuk di periksa.
Aliya memejamkan mata nya menahan rasa sakit nya.
"Aliya, kamu baik-baik saja kan. Kamu pasti merasa sakit lagi kan di perut kamu."
Fabian langsung memberhentikan mobilnya dan dia merasa sangat panik sekali ketika Aliya yang merasa sangat kesakitan sekali.
"Aku nggak apa-apa kok, kenapa harus berhenti sedikit lagi kita sampai kampus loh."
Aliya mencoba untuk bersikap baik-baik saja, dan Fabian pun menyalakan kembali mesin mobil nya sampai akhirnya mereka sampai di depan gerbang kampus.
"Aku kuliah dulu yaa, kamu hati-hati bawa mobil nya dan selalu semangat yaa berkerja nya."
Aliya membuka pintu mobil dan dia pun berlari sambil memegang perut nya.
"Semoga Aliya benar-benar baik-baik saja."
Fabian pun kembali ke kantor nya walaupun perasaan nya yang sangat hawatir sekali dengan Aliya.
__ADS_1