Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *142*


__ADS_3

Aliya pun lebih memilih untuk mengalihkan pembicaraan mereka berdua.


"Sudahlah jangan kita bahas lagi yaa, bagaimana dengan pekerjaan mu ? apakah sangat menyenangkan sekali atau membuat mu pusing karena harus mengerjakan yang terus menerus menepuk setiap hari?."


Fabian tidak mungkin menceritakan hal sebenarnya terjadi itu hanya membuat Aliyaa menjadi marah kepada nya.


"Pekerjaan yang seperti biasanya selalu banyak dan menumpuk setiap hari."


Fabian menuangkan minuman ke gelas dia terlihat begitu sangat tegang sekali.


"Oh, seperti itu yaa. Setia hari di sibukkan oleh pekerjaan yang tidak pernah ada waktu untuk beristirahat."


Aliya ingin sekali membahas tentang Veronica, tapi dia binggung untuk memulai nya dari mana.


Karena Fabian yang tidak membahas tentang Veronica yang kaki nya di perban.


"Aliya aku sudah sangat kenyang sekali, bagaimana jika kita bersiap untuk tidur. Kamu juga besok adalah hari pertama untuk kuliah kan."


Fabian membereskan meja makan sedang kan Aliya dia duduk terdiam sambil memikirkan hal esok akan seperti apa.

__ADS_1


Fabian memperhatikan Aliyaa yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Aliya, kamu baik-baik saja kan? kamu melamun seperti itu? apa kamu belum siap untuk kuliah besok?."


Aliya masih saja terdiam dia mengabaikan perkataan dari suaminya.


Fabian pun langsung menepuk pundak Aliyaa dan membuat Aliyaa begitu sangat terkejut sekali.


"Astaga, aku sangat kaget sekali."


Fabian duduk di samping Aliyaa, dia mencoba untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Aliyaa.


"Aliya, kamu baik-baik saja kan ? apakah kamu merasakan sakit kembali di bagian perut mu ini ?."


"Seperti nya besok aku tidak bisa masuk kuliah, aku di telephone oleh Dokter El-Rivan untuk bertemu di Rumah Sakit untuk pemeriksaan kembali."


Fabian merasa sangat aneh kenapa Aliyaa harus mendapatkan periksakan kembali.


"Pemeriksaan kembali,? apakah kamu merasa sakit kembali di bagian perut mu. Kalau begitu besok aku ikut yaa agar bisa tahu bagaimana dengan hasil pemeriksaan nya."

__ADS_1


Seketika Aliyaa pun langsung terlihat gelisah ketika Fabian yang ingin ikut bersama dengan nya.


"Tidak usah yaa, aku bisa sendirian kok. Lagian ini hanya memastikan saja kondisi aku tapi sangat yakin sekali semua nya akan baik-baik saja."


Fabian melihat Aliyaa yang begitu sangat gelisah sekali, seperti ada yang di sembunyikan oleh Aliyaa selama ini.


"Aliya apakah ini yang di maksud dengan perkataan mu tadi,? jika sampai ada kebohongan diantara hubungan kita berdua?."


Aliya menghela nafas panjang nya dia mencoba untuk menenangkan diri nya agar tidak terlihat panik di hadapan suaminya.


"Mas, sudah yaa jangan berpikiran ke mana-mana. Aku ingin sendirian pergi ke Rumah Sakit nya yaa kamu lihat aku baik-baik saja kan itu tandanya tidak ada yang sembunyikan atau aku berbohong kepada kamu."


Aliya mencoba untuk meyakinkan suami nya jika semua baik-baik saja.


"Sekarang lebih baik kita tidur yaa, kan tadi kamu bilang kita yang harus beristirahat."


Aliya berdiri dari tempat duduk nya dia langsung menarik tangan suaminya tersebut.


Dan Fabian pun mengikuti apa yang di lakukan oleh istrinya dia berjalan menuju ke kamar nya.

__ADS_1


Aliya tersenyum manis kepada suaminya, dia bersikap manja dan menggoda kepada suaminya tersebut.


Fabian pun luluh dengan apa yang di lakukan oleh istrinya tersebut.


__ADS_2