
Melihat Rendy yang pergi begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih, Fabian pun hanya bisa tersenyum.
Veronica pun langsung masuk ke ruangan Fabian karena dia merasa menghawatirkan Rendy.
"Fabian, ada apa dengan Rendy?. Apakah kamu sedang memiliki permasalahan dengan Rendy ?."
Wajah Veronica begitu sangat hawatir sekali pada Rendy.
"Tante Kania akan mencelakakan Siska jika Siska terbukti dengan hamil anak Rendy, dia menyuruh orang untuk melakukan nya."
Veronica merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar hal tersebut.
"Ketika seseorang yang ingin mendapatkan keturunan ada juga orang yang ingin memusnahkan keturunan, bagaimana jika Rendy menikah dengan wanita pilihan Mama nya tapi wanita tersebut seperti Aliya."
Setelah mendengar semua nya Veronica pun kembali untuk berkerja dan Fabian masih tidak habis pikir dengan cara pemikiran Kania.
"Ingin rasanya aku datang menghampiri nya dan mengatakan jika apa yang di lakukan itu sangat tidak normal dan kasihan sekali Siska dia sampai harus cuti dari kuliah nya, aku merasa seperti nya Siska sedang hamil tapi dia memilih untuk menyembunyikan nya. Astaga kasihan sekali kamu Siska."
__ADS_1
Fabian merasa sangat iba sekali dengan Siska.
***
Rendy tidak sabar sekali ingin mendengarkan rekaman tersebut di dalam mobil nya Rendy langsung mendengarkan.
Rendy merasa sangat marah sekali ketika mendengar rekaman tersebut.
"Mama sangat keterlaluan sekali dia sampai ini membuat celaka."
Rendy pun langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, dia menuju ke kantor karena dia tahu Mama nya pasti sedang berada di kantor nya.
Sampai akhirnya dia pun sampai di depan kantor nya, Rendy yang begitu sangat emosional sekali pun dia mencoba untuk menenangkan perasaan nya.
"Rendy sabar Rendy sabar, walaupun hati mu sedang seperti ini. Tapi tetap dia adalah Mama kamu dan harus bisa mengatur sedikit emosi kamu."
Rendy sampai sampai pun sampai berlari menuju ke kantor dan dia melihat Mama yang sedang memimpin rapat yang seharusnya dilakukan oleh dirinya.
__ADS_1
"Ini sebagai pertanda ada waktu aku untuk sedikit sabar karena aku tidak mau menganggu rapat penting ini."
Rendy duduk di depan ruangan nya dia menyenderkan kepalanya ke tembok sampai dia pegang dengan satu tangan nya.
Dia memikirkan bagaimana nasib Siska yang sampai harus melakukan cuti kuliah sedangkan sebagian seorang Dokter Specialis Anak itu adalah impian nya.
Dan Rendy pun berpikir apakah ini jawaban dari kenapa Siska sampai memilih untuk cuti kuliah dia takut dengan ancaman Mama nya.
"Astaga, apa yang harus aku lakukan aku ingin sekali bertanggung jawab atas semua perbuatan ku tapi Siska seperti nya sudah menutup pintu rapat-rapat untuk kehadiran ku di dalam hidup nya."
Rendy menuggu rapat tersebut sampai selesai, dia seperti ingin menagis dan berteriak-teriak kencang sekali meluapkan semua perasaan nya.
"Siska Aurora maafkan aku, aku tidak tahu kenapa semuanya harus berakhir seperti ini. Kamu yang menjadi korban kamu juga yang harus menanggung beban sendirian."
Rendy juga memikirkan bagaimana dengan keluarga Siska ketika Siska memilih untuk cuti kuliah.
Apa alasan yang di katakan oleh Siska kepada kedua orang tuanya yang membuat orang tua pasti merasa sangat kecewa sekali mendengar nya.
__ADS_1
Rendy merasa menyesali perbuatannya.