
Fabian merasa kasihan kepada Veronica tapi dia tidak mungkin menyentuh tubuh Veronica sampai akhirnya karena terlalu ketakutan Veronica pun terjatuh.
Dan Fabian seketika langsung berlari menghampiri Veronica.
"Astaga Veronica, kamu baik-baik saja kan."
Veronica memegang kaki nya yang terasa sangat sakit sekali.
"Kaki ku Bisa terasa sangat sakit sekali ini."
Veronica terus memegang kaki nya karena melihat sudah sangat malam akhirnya Fabian pun memilih untuk mengendong Veronica.
Veronica hanya bisa terdiam saja ketika Fabian yang sedang mengendong nya sampai di depan pintu mobil nya.
Hujan deras dengan petir membuat pakaian mereka menjadi basah kuyup.
Veronica pun memilih menundukkan kepalanya dia tidak berani untuk menatap wajah Fabian.
"Aku akan mencoba untuk menghubungi Rendy agar dia bisa siap untuk mengantarkan mu ke dalam Apartemen."
Fabian mencoba untuk menghubungi Rendy, nomber handphone nya aktif tapi tidak ada jawaban.
__ADS_1
Veronica merasa sangat kedinginan sekali dia terlihat begitu sangat menggigil menahan rasa dingin dan sakit di kaki nya.
Karena merasa tidak tega melihat Veronica, Fabian mengambil jas untuk dia pakai kepada Veronica dan dengan cepat Veronica pun mengambil dan memakai nya.
"Rendy seperti nya sudah pulang dari rumah Aliyaa, seharusnya dia bisa menjawab panggilan telephone ku ini tapi kenapa dia tidak menjawab nya."
Rendy yang sedang asik berduaan bersama dengan Siska pun seakan mengabaikan apapun yang terjadi di sekelilingnya.
"Sudahlah Bian tidak usah menghubungi Rendy, biarkan aku di bantu oleh satpam saja nanti."
Fabian melihat kaki Veronica yang kelihatan bengkak dan membiru.
Fabian pun menyalakan mesin mobil nya, dia merasa jika Veronica adalah tanggung jawab nya.
Veronica hanya bisa mengelus kaki nya yang sangat sakit sekali itu.
"Bian sudah biarkan saja aku pulang dulu ke Apartemen tidak usah membawa aku ke klinik atau rumah sakit, ingat istri mu menuggu kedatangan mu di rumah."
Seketika Fabian langsung menghentikan mobil nya.
"Aku tidak pulang ke rumah Aliyaa, karena Aliya sedang bersama dengan Mama nya. Aku pulang ke rumah orang tua ku."
__ADS_1
Veronica merasa sangat aneh sekali ketika mendengar perkataan Fabian yang lebih memilih untuk tinggal di masing-masing rumah orang tua nya.
Tapi Veronica lebih memilih diam dan tidak banyak bertanya apa-apa dengan Fabian.
"Aku melakukan ini karena aku harus bertanggung jawab atas semua nya, kamu melakukan lemburan itu karena aku kan. Mungkin jika kamu langsung pulang kamu tidak akan seperti ini dan ini adalah kesalahan ku."
Fabian menjalankan lagi mobil nya dia pun mencari klinik atau rumah sakit yang dekat.
Dan akhirnya Fabian pun menemukan nya, dia langsung mencari kursi roda untuk membawa Veronica ke ruangan periksa.
Veronica pun akhirnya mendapatkan penanganan dari medis dan beruntung dia bisa langsung pulang.
"Ayo kita menuju ke Apartemen mu, mungkin kita akan memakai kursi roda ini."
Fabian membawa kembali Veronica ke dalam mobil nya.
"Tidak usah memakai kursi roda, aku bisa berjalan kok dengan bantuan ini. Dan kamu bisa langsung pulang."
Veronica tidak mau Fabian sampai mengantarkan nya di depan pintu Apartemen nya.
Dia berharap Fabian mendengar perkataan nya.
__ADS_1