Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *105*


__ADS_3

Dokter El-Rivan keluar dari ruangan Aliyaa, dia tidak berbicara dengan Miranda dia hanya tersenyum tipis kepada nya.


"Kenapa dia tidak memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi dengan Aliyaa, apa mungkin ini tandanya jika Aliyaa yang baik-baik saja."


Miranda pun membuka pintu tersebut dan kembali masuk ke dalam.


"Aliya, apa yang di katakan oleh Dokter tentang penyakit kamu. Kenapa dia tidak bicara sedikit pun kepada Mama tadi."


Aliya mulai memikirkan apa yang harus dia katakan kepada Mama ya, dan penyakit itu juga yang harus dia katakan kepada semua orang.


Miranda melihat Aliyaa yang sedang berpikir terlebih dahulu untuk menjawab pertanyaan dari Mama nya.


"Aku lambung Mam, dan sudah sangat kronis sekali. Jika jika kambuh aku bisa langsung pingsan karena sakit di bagian perut yang luar biasa tidak bisa di tahan jika sudah mulai kambuh."


Miranda memperhatikan wajah Aliyaa, apa anak itu tidak berbohong kepada dirinya.


"Aliya kamu jauh dari rumah itu belum satu tahun tapi kamu sudah mempunyai penyakit seperti ini, bagaimana dengan makanan kamu sehari-hari Aliyaa."


Aliya pun hanya bisa menundukkan kepalanya saja, dia tidak berani menjawab pertanyaan dari Mama nya.


"Yasudah sekarang kamu istirahat saja, Mama sudah memberitahu Fabian mengirimkan pesan kepada nya tentang kamu. Tapi tidak ada jawaban nya mungkin dia yang sudah tertidur pulas."


Miranda pun memilih untuk keluar dari ruangan Aliya untuk mencari makanan.


"Kamu istirahat, Mama keluar dulu ya. Untuk mencari makanan untuk kamu juga yaa."


Miranda langsung menutup pintu ruangan Aliyaa, pikiran Aliyaa pun langsung negatif terhadap Fabian.


"Apa iya dia sedang tertidur pulas,? atau dia sedang asik bersama dengan wanita itu."


Aliya merasa sangat panas sekali, dia memilih untuk memejamkan mata nya dia ingin bisa meliputi pikiran negatif terhadap suami nya dan belajar untuk berpikir jernih kembali.


Aliya pun lupa dia tidak meminta handphone nya kepada Mama nya.


Ketika Aliyaa yang sedang ingin beristirahat, Miranda masuk ke dalam mobil nya dan meminta kepada supir pribadi untuk pulang saja.

__ADS_1


Miranda melihat handphone Aliyaa yang ada di kursi belakang, dia melihat banyak nya panggilan masuk yang tidak terjawab ternyata itu adalah dari Fabian.


"Banyak sekali Fabian mengirimkan pesan dan menelephone Aliya, hmmmm baguslah dia menjadi perhatian sekali dengan Aliyaa dan tidak berpindah hati kepada Veronica."


Miranda pun menyimpan handphone Aliyaa ke dalam tas nya, dia sedang mencari restoran yang cocok dengan lidah nya.


"Aliya lambung, sedangkan dia tidak suka makan pedas dan asam. Apa mungkin karena Aliyaa yang sering menahan makan yaa, kasihan sekali dia tapi tidak mungkin juga Fabian tidak memberikan makanan yang baik untuk Aliyaa."


Miranda pun akhirnya sampai di tempat yang dia inginkan, dia mencari restoran yang sangat mewah sekali.


Miranda pun masuk ke dalam Restoran tersebut, tapi ternyata dia melihat Kania yang sedang bersama dengan teman-teman nya.


Seketika saja rasa lapar Miranda langsung menghilang begitu saja, dia tidak mau makan di tempat tersebut apalagi harus bergabung dengan mereka.


Miranda pun memilih untuk memilih tempat yang lain saja, tapi lirikan mata Kania yang begitu sangat canggih sekali sekali.


Seketika dia memanggil nama Miranda dengan berteriak kencang, membuat semua orang yang berada di dalam Restoran menjadi fokus pada teriakan Kania.


Dengan sangat terpaksa sekali Miranda pun membalikkan badannya dan tersenyum tipis kepada Kania.


"Miranda, kenapa kamu yang baru saja masuk langsung keluar lagi ?. Ada apa Miranda."


Miranda pun seketika langsung memikirkan jawaban apa yang harus dia katakan kepada Kania.


"Hmmmm, begini Kania dompet tertinggal di dalam mobil. Jadi aku harus mengambil nya."


Alesan yang bisa di terima oleh Kania.


"Yasudahlah jangan memikirkan tentang dompet, lebih baik kamu gabung saja bersama dengan teman-teman ku di sana kita bersenang-senang bersama Miranda."


Miranda menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Tidak Kania, aku besok harus berkerja. Aku tidak bisa seperti itu."


Miranda pun memilih untuk pergi dari Restoran tersebut dan lebih memilih untuk makan di Restoran sederhana saja.

__ADS_1


Melihat Miranda yang meninggalkan begitu saja membuat Kania merasa sangat kesal sekali.


"Miranda, anak kita berdua itu sedang menjalani hubungan mereka di belakang. Jika hal tersebut memang terjadi aku tidak pernah peduli pasti akan aku terima sepenuh nya kehadiran Aliyaa di kehidupan ku."


Kania masih merasa jika Rendy dan Aliya memiliki hubungan spesial.


"Jika Aliyaa bersama dengan ku, maka dia akan menjadi seorang putri di rumah. Yaa walaupun dia yang akan menjadi seorang Dokter Specialis Anak. Aku sangat menginginkan nya jika itu benar terjadi."


Kania kembali bergabung dengan teman-teman nya, sedangkan Miranda yang memilih masuk ke dalam mobil dengan tidak tahu dia harus kemana lagi.


"Sudah sangat larut malam sekali, aku lebih baik kembali saja ke ruangan Aliyaa. Seperti nya besok Fabian harus mengantikan posisi ku terlebih dahulu, aku ingin mengurus Aliyaa seakan menebus apa dulu pernah aku lakukan kepada Aliyaa."


Miranda memilih kembali ke rumah sakit, tapi tiba-tiba saja handphone Aliyaa yang berdering kencang sekali.


Miranda merasa itu adalah panggilan telephone masuk dari Fabian.


"Seperti nya itu adalah panggilan telephone dari Fabian, baiklah aku biarkan saja dulu sampai aku sampai di depan rumah sakit."


Tapi ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Siska, dia begitu sangat menghawatirkan sekali kondisi Aliyaa.


"Ihhhhh, Aliyaaaa. Handphone nya aktif loh tapi kenapa sih nggak mau menjawab panggilan telephone."


Siska terus saja memanggil nomor handphone Aliya, dan akhirnya Miranda pun memilih untuk memberhentikan mobilnya karena panggilan telephone yang tidak berhenti-henti.


"Siska Aurora, ternyata Siska bukan Fabian."


Miranda pun langsung menjawab panggilan telephone dari Siska.


*Aliya Mutiara, kenapa sih baru di jawab panggilan telephone nya. Aku hawatir banget loh Aliyaaaaa tadi Kak Fabian telephone aku dia bilang kamu yang nggak ada di rumah. Aku takut penyakit kamu kambuh lagi Aliyaa*


Miranda pun mulai mempertanyakan penyakit apa yang sebenarnya Aliya alami, dia ingin tahu apakah apa yang Aliya katakan itu benar atau tidak.


*Siska, ini dengan Mama Miranda. Aliya sekarang sedang di rawat di Rumah Sakit Permata dia pingsan sambil memegang perut nya. Apakah sebenarnya kamu sudah tahu penyakit apa yang di rasakan oleh Aliya*


Siska merasa sangat di jebak sekali, dia merasa sangat binggung sekali harus menjawab apa pertanyaan dari Miranda sedangkan dia yang sudah berjanji tidak akan pernah mengatakan apapun tentang penyakit Aliyaa.

__ADS_1


__ADS_2