Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #286#


__ADS_3

Aliya menunggu di luar dia juga merasa sangat ketakutan dan gugup sekali.


"Sekarang aku harus menghubungi siapa lagi yaa, sudahlah yang penting Siska bisa melahirkan dengan selamat."


Aliya merasa sangat gelisah sekali dia berharap yang terbaik untuk Siska.


Rendy memegang tangan Siska karena Siska yang melahirkan secara normal, dia pun mengusap keringat yang membasahi wajah Siska.


"Kamu bisa yaa Siska, kamu harus bisa."


Siska tidak menyangka jika Rendy yang akan ada di samping nya, menemani nya di saat dia melahirkan.


"Ayooo buuuu, buang nafas tarik nafas yaa."


Siska pun mulai mengejan sekuat tenaga nya dan akhirnya anak pertama nya pun lahir, Rendy merasa sangat pusing sekali ketika dia melihat proses persalinan Siska dia melihat semuanya.


"Ayo Buu satu kali lagi yaa pasti bisa yaa, tarik nafas nya keluarkan pelan-pelan yaa."


Siska pun Mengejan untuk ke dua kali nya dan akhirnya lengkap sudah kebahagiaan Siska, dia yang bisa melahirkan ke dua anak nya dengan selamat.


Rendy memandangi wajah Siska dengan mata berkaca-kaca.


"Terimakasih telah membantu proses kelahiran anak ku, sekarang lebih baik kamu pergi saja. Karena kamu yang harus mempersiapkan pernikahan kamu bersama dengan wanita yang pilih oleh orang tua kamu."


Suster membawa ke dua anak kembar Siska yang sudah di mandikan.


"Wah, selamat yaa Bu Siska. Bayi sangat ganteng sekali seperti Papa nya."


Suster tersebut memberikan satu bayi kepada Siska dan satu lagi kepada Rendy.

__ADS_1


"Silahkan yaa Buu, kalau ada keluhan bisa langsung menekan tombol bell di sana."


Suster tersebut pergi dan Aliya pun masuk ke dalam ruangan tersebut, Aliyaa begitu sangat terharu sekali ketika melihat Siska dan Rendy yang sedang mengendong anak mereka masing-masing.


"Al, tolong bawa anak yang satu lagi yaa. Aku tidak mau merepotkan Rendy, dia yang seharusnya pergi untuk bekerja."


Rendy pun terus-menerus memandangi bayi yang ada di pangkuan nya, Aliyaa merasa sangat kesal karena Siska yang masih saja tidak menginginkan kehadiran Rendy di samping nya.


Siska yang masih saja belum memberitahu jika itu adalah buah hati mereka berdua, dengan sangat terpaksa Aliyaa pun mengambil bayi tersebut dari Rendy.


"Mau kah kamu memberikan nama untuk nya, seperti dia juga mengharapkan sebuah nama sekarang juga."


Rendy pun seketika langsung terdiam dia memikirkan nama apa yang akan dia berikan kepada bayi tersebut.


"Reymon dan Reynold aku menginginkan nama itu, Reymon Putra dan Reynold Putra."


Aliya pun langsung tersenyum kepada Rendy.


Rendy merasa sangat berat sekali untuk meninggalkan Siska dan bayi kembar nya.


"Yasudah aku pergi dulu yaa Siska dan Aliya."


Rendy pun keluar dari ruangan tersebut dan Aliya menghampiri Siska, ketika Rendy keluar Siska pun langsung menangis histeris sambil memeluk erat bayi yang ada di pangkuan nya.


"Kenapa kamu masih bisa seperti ini Siska,? Kenapa kamu tidak langsung bilang kepada Rendy jika bayi kembar identik ini adalah anak nya. Sampai kapan kamu mau menyembunyikan ini Siska,? ini hanya membuat kamu sakit dan jangan sampai kamu babyblues loh."


Siska pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Aliyaa.


"Aku takut Al, aku takut Tante Kania membunuh anak-anak ku ini. Apakah kamu lupa di saat di mengetahui aku yang sedang hamil dia merencanakan sesuatu yang jahat kepada ku dan sekarang aku aman karena Rendy yang mengalami amnesia."

__ADS_1


Aliya pun menyimpan bayi Siska, dia pun merasa sangat kasihan jika dia yang berada di posisi Siska.


"Lebih baik aku sendiri, tidak masalah dia tidak mendapatkan kasih sayang dari Ayah nya. Yang penting aku akan menjaga nya sampai mereka besar nanti, karena sekarang ada Ibu aku yang akan menemani ku."


Aliya pun langsung memberikan handphone nya kepada Siska.


"Silahkan hubungi Ibu mu yaa, karena tidak mungkin kamu sendirian di sini. Karena aku harus segera pergi."


Siska pun mengambil handphone Aliyaa, dia merasa jika Aliyaa yang masih belum sepenuhnya memaafkan nya.


*Hallo Bu*


*Hallo Siska, kenapa kamu memakai nomor handphone Aliyaa*


*Bu, aku sekarang sedang berada di Rumah Sakit Permata. Aku sudah melahirkan secara normal dan bayi kembar ku sehat semuanya*


*Astaga Nak, ternyata kamu melahirkan jauh lebih cepat dari perkiraan. Yasudah sekarang ibu ke sana yaa*


*Iya Bu hati-hati yaa Buu*


Siska pun langsung memberikan handphone nya kembali ke Aliyaa.


"Terimakasih banyak yaa Aliyaaaa."


Aliya memasukkan handphone nya ke dalam tas nya, dan Dokter Nadia pun masuk untuk melihat kondisi Aliyaa.


"Siska aku pergi dulu yaa, nanti aku akan beritahu semuanya supaya kamu tidak sendirian di sini."


Aliya pun pergi begitu saja dia mengabaikan Dokter El-Rivan, Siska melihat Aliyaa yang benar-benar berubah.

__ADS_1


Aliya pun keluar dari ruangan Siska dia langsung mendatangi administrasi, Aliyaa membayar administrasi untuk Siska dia meminta fasilitas dan pelayanan yang terbaik untuk Siska.


__ADS_2