
Ketika Fabian menghampiri lelaki tersebut, dia yang langsung bertatapan dan Fabian mengenal wajah lelaki tersebut.
Dokter El-Rivan hanya tersenyum ketika dirinya bertatapan wajah dengan Fabian.
"Dia itu Dokter di Rumah Sakit Permata, Dokter yang menangani Aliyaa ketika sakit. Untuk apa mereka berdua bertemu kembali sedangkan setelah melakukan operasi Aliyaa tidak pernah ada keluhan sama sekali."
Fabian pun memilih untuk duduk di Restoran tersebut sampai memikirkan apa yang membuat istrinya sampai harus menangis di hadapan Dokter tersebut.
Ketika Aliyaa yang mau menuju ke Restoran, Rendy yang sudah sampai di depan Restoran tersebut dia yang hanya terdiam saja.
Rendy merasa bingung dia harus bagaimana ketika masuk ke dalam Restoran tersebut.
"Aliya lama sekali dia yaa, aku yang sudah menunggu nya di sini. Aku tidak bisa masuk ke dalam sendirian jika tidak bersama dengan dia."
Rendy pun terus melihat setiap ada yang datang ke Restoran tersebut, dia memperhatikan nya dan memilih untuk keluar dari mobil nya.
Rendy menunggu Aliyaa dan akhirnya Aliyaa pun datang dan menghampiri Rendy, Rendy melihat Aliyaa yang seperti sudah menangis.
"Aliya kamu baik-baik saja kan,? kamu seperti sudah menangis."
Aliya langsung tersenyum kepada Rendy.
"Tidak aku tidak sedang menangis, aku baik-baik saja kok. Ayo cepat kita masuk ke dalam yaa."
Rendy pun berani masuk ke dalam karena bersama dengan Aliyaa dan begitu sangat terkejut nya Siska ketika melihat kehadiran Rendy ke Restoran tersebut.
"Aliya dan Rendy, mereka untuk apa datang ke sini yaa. Maksud ku Rendy dia yang masih memakai perban seperti itu."
Siska yang sudah jadwal nya untuk makan siang dia pun langsung memilih tempat duduk, makanan Siska sudah di siapkan oleh Om Irfan.
Siska merasa sangat binggung sekali ketika melihat banyaknya makanan yang tidak seperti biasa nya.
__ADS_1
Irfan pun menghampiri Siska dan duduk di samping Siska.
"Ini adalah makanan mu sehari-hari yaaa, sayuran, daging dan buah-buah dan jangan lupa susu hamil yaa. Silahkan di nikmati Siska."
Aliya dan Rendy menghampiri Siska yang sedang bersama dengan Om Irfan.
"Rendy kamu yang sudah sehat,? tapi kamu masih memakai perban."
Rendy pun langsung memegang perban nya.
"Ini sudah tidak apa-apa sudah sehat aku tidak mungkin harus diam selalu di rumah."
Siska merasa sangat tidak nyaman sekali ketika ada Rendy di samping nya.
"Wah ini makanan spesial untuk ibu hamil yaa, sangat sempurna sekali yaa. Ayo bumil makan yang banyak yaa supaya sehat selalu sampai waktu nya melahirkan nanti."
Rendy memperhatikan Siska, dia seketika merasa sangat kasihan sekali dengan Siska. Dan dia bertanya-tanya siapa lelaki yang sudah sampai membuat Siska hamil sampai tidak mau bertanggung jawab.
"Rendy bisakah kamu menemani Siska makan siang, biarkan Aliyaa bersama dengan saya duduk di sana."
"Siska usia kehamilan mu sudah berapa Minggu sekarang,?"
Siska merasa ingin menangis ketika Rendy bertanya tentang usia kehamilan nya.
"Hmmmm, usia kehamilan ku sudah 10 Minggu."
Siska menjawab dengan suara yang bergetar dan sangat pelan sekali.
"Sudah 2bulan lebih yaa, kamu adalah ibu hamil yang tangguh yaa. Kamu bisa bekerja dalam keadaan hamil muda seperti ini, ini sangat luar biasa sekali Siska."
Siska meneteskan air mata nya andai saja Rendy mengetahui jika Siska sekarang sedang mengandung anak nya.
__ADS_1
"Keadaan yang membuat aku harus seperti ini, karena aku yang harus bertanggung jawab terhadap kesalahan bodoh ku ini."
Rendy memberikan tissue kepada Siska dan Siska pun mengambil nya untuk menghapus air mata nya.
"Jangan sedih yaa Siska, sekarang lebih baik kamu makan semua makanan ini yaa."
Rendy ingin menyuapi Siska tapi Siska menolak nya.
"Maafkan yaa, saya bisa makan sendiri Rendy."
Rendy pun hanya terdiam melihat betapa lahap nya Siska makan.
Aliya dan Irfan memperhatikan mereka berdua.
"Aku merasa jika Rendy yang bisa selalu bersama dengan Siska, maka ingatan nya akan kembali dengan sendirinya."
Irfan merasa sangat setuju sekali dengan ucapan Aliyaa.
"Ya, tapi jika Kania mengetahui nya dia akan melarang Rendy untuk bertemu dengan Siska. Dan mungkin saja Rendy yang akan segera di jodohkan sebelum Siska melahirkan anak nya."
Aliya sampai memegang kepala nya dia merasa jika Kania yang begitu sangat jahat sekali kepada Rendy, padahal Siska adalah seorang calon Dokter Specialis Anak.
"Semoga Kania bisa luluh hatinya ketika dia melihat bayi yang Siska lahirkan nanti."
Irfan memperhatikan Aliyaa yang tidak seperti biasa nya, dia terlihat lebih diam dan seperti sedang mempunyai masalah. Mata Aliyaa terlihat seperti yang sudah menangis.
"Aliya, apakah kamu baik-baik saja? kenapa kamu seperti murung seperti ini."
Aliya pun seketika langsung tersenyum kepada Om Irfan seperti menyembunyikan apa yang sedang terjadi dengan dirinya.
"Aku baik-baik saja, aku hanya pusing memikirkan banyak tugas-tugas yang harus aku selesaikan membuat aku menjadi kurang tidur."
__ADS_1
Irfan tidak percaya dengan perkataan Aliyaa, tidak mungkin hanya karena masalah tugas kampus Aliyaa sampai menangis seperti ini.
Irfan pun memegang tangan Aliyaa dan tersenyum manis kepada Aliyaa seperti memberikan semangat untuk nya.