Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #251#


__ADS_3

Irfan memilih untuk mengantikan posisi Siska dan Siska yang mulai untuk beristirahat.


Irfan menemani Siska karena dia yang merasa sangat menghawatirkan Siska.


"Bagaimana makan malam romantis kalian berdua,? apa jawaban dari Dokter Nadia."


Pertanyaan Siska membuat Irfan seketika merasa sangat malu sekali.


"Kita berdua akan melanjutkan hubungan kita untuk bisa ke jenjang yang lebih serius lagi, dan semoga saja bisa tercapai semuanya."


Siska merasa sangat bahagia sekali akhirnya Om Irfan yang bisa mendapatkan seseorang yang pantas untuk dirinya.


"Semoga selalu bersama sampai menikah, aku merasa sangat bahagia sekali karena kalian berdua itu sangat baik sekali."


Siska merasa sangat terharu sekali dan Irfan pun langsung memeluk Siska.


"Kamu pun pasti akan bahagia, bersama dengan lelaki yang sayaaaaang kepada kamu. Karena kamu berhak bahagia Siska."


Siska merasakan kenyamanan di pelukan Om Irfan.


"Terimakasih banyak Om Irfan, sangat baik sekali."

__ADS_1


Irfan menghapus air mata Siska dan dia melihat kedatangan Rendy.


"Rendy sudah datang ya, Om pergi dulu yaa."


Rendy datang dengan bucket bunga nya dan dia langsung memberikan kepada Siska.


Siska pun langsung menerima nya.


"Terimakasih banyak yaa sangat cantik sekali."


Irfan tersenyum melihat wajah Siska yang cerah, janin yang ada di kandungan Siska pun kembali aktif dan membuat Siska harus menahan rasa tersebut di hadapan Rendy.


"Siska, aku yang sekarang sedang hilang ingatan. Aku tidak tahu bagaimana dan apa yang sudah terjadi sebelum kecelakaan itu datang tapi ntah mengapa aku merasa pernah dekat dengan kamu."


"Apakah kita sebelum kita berdua pernah menjalani hubungan yang sangat dekat sekali,? aku tidak mau menghianati cinta seseorang hanya karena aku yang kehilangan ingatan ku."


Rendy memegang tangan Siska tapi Siska tidak mau di sentuh oleh Rendy.


"Siska aku yang akan di jodohkan oleh Mama, dan apakah anak yang kamu kandung itu adalah anak ku Siska?."


Mata Siska langsung berkaca-kaca ketika mendengar pertanyaan dari Rendy.

__ADS_1


"Kenapa kamu sampai bertanya seperti itu Rendy,? kenapa kamu sampai berpikiran seperti itu? apakah ada yang mempengaruhi pikiran mu ? karena kamu yang sekarang masih belum bisa mengingat kembali."


Siska tidak mau Rendy yang mau bertanggung jawab hanya karena informasi dari orang lain bukan karena dia yang mengingat nya kembali.


"Ini bukan anak kamu Rendy, jadi sekarang kamu bisa langsung pergi saja."


Siska pun memilih untuk kembali berkerja dan Irfan melihat Siska yang menangis Irfan pun langsung menghampiri Rendy.


"Apa yang kamu lakukan kepada Siska,? perkataan apa yang membuat Siska sampai menangis seperti itu."


Irfan terlihat begitu sangat emosional sekali dengan Rendy.


"Ternyata Siska tidak mengandung anak ku, aku bukan Ayah dari kehamilan Siska. Aku bisa melanjutkan perjalanan ku sekarang dengan menikah seseorang yang sudah di jodohkan oleh Mama ku."


Dengan rasa kecewa yang besar, Rendy pun memilih untuk pergi dari Restoran Irfan.


"Dia masih belum bisa mengingat semua nya, seperti nya ada seorang yang memberitahu Rendy jika Siska itu yang sedang hamil anak nya. Jika ingatan Rendy sudah kembali dia tidak akan pergi seperti itu dia akan langsung membawa Siska untuk pergi dari Restoran ini."


Irfan merasa sangat kasihan sekali melihat Siska ketika dia yang harus mendengar Rendy yang akan di jodohkan oleh Mama nya.


"Kania, dia benar-benar sangat jahat sekali. Dia tidak seperti wanita saja dia tidak mempunyai perasaan. Siska yang sekarang sedang hamil penerus perusahaan nya dia abaikan begitu saja, jangan sampai Siska memaafkan perlakuan Kania kepada nya."

__ADS_1


Irfan terus saja memperhatikan Siska yang sedang menangis sambil memegang perut nya.


__ADS_2