
Bianca tidak menyangka jika Siska yang meninggalkan nya begitu saja, dia seperti tidak menginginkan kehadiran Rendy di sisinya.
"Siska, wanita yang baik-baik. Tidak bukan wanita penggemar harta kekayaan tapi kenapa Tante Kania tidak mau menerima kehadiran nya, dia juga sangat imut dan manis apalagi dia adalah calon Dokter Specialis Anak."
Bianca pun memilih untuk pergi dari rumah Siska dan dia berniat untuk datang ke Rumah Sakit untuk bertemu dengan Rendy dan Mama nya.
Ketika Siska masuk ke dalam rumah nya, Ibu nya pun menghampiri Siska begitu juga dengan Ayah nya.
"Siapa wanita cantik itu Siska,? apakah dia itu adalah teman mu?."
Siska duduk di sofa dia seperti merasa sedih untuk menceritakan semuanya kepada orang tua nya.
"Bianca dia adalah calon istri Rendy, tapi dia tidak mau menikah dengan Rendy karena dia mengetahui jika Rendy yang sudah memiliki anak tapi aku bilang kepada dirinya jika aku sudah bahagia bersama dengan orang tua untuk mengurus ke dua anak-anak ku. Aku tidak perlu Rendy di samping ku."
__ADS_1
Setelah menceritakan semuanya kepada orang tua nya, Siska pun memilih untuk masuk ke kamar nya dia yang seperti ingin menyendiri dulu karena ke dua anak yang di gedong oleh Ayah dan Ibu nya.
"Aku pun setuju dengan apa yang di katakan oleh Siska, Siska tidak perlu kehadiran Randy di sisi nya. Karena itu hanya membuat permasalahan untuk keluarga Rendy saja, mereka yang berpikir kita memanfaatkan Reynond dan Arnold untuk mengambil harta kekayaan Rendy."
Orang tua Siska pun memilih untuk fokus pada cucu kembarnya, mereka mengabaikan keluarga Rendy yang di ketahui sangat sombong sekali.
***
Bianca membelikan bucket bunga mawar merah untuk Kania, dia hanya ingin mengetahui kondisi Kania.
Bianca mencari kamar Kania dan akhirnya dia pun menemukan, Bianca mengetuk pintu dan langsung masuk.
Bianca melihat Rendy yang sedang tertidur pulas di sofa dia pun menghampiri Kania.
__ADS_1
"Bagaimana kondisi Tante sekarang,? apakah membaik atau Tante merasa semakin sakit."
Kania begitu sangat senang sekali karena perhatian yang di berikan oleh Bianca kepada nya.
"Kondisi Tante yang semakin membaik, ketika ada kamu di samping Tante."
Bianca pun lebih memilih untuk membicarakan tentang gagal nya pernikahan mereka berdua.
"Tante, seminggu lagi aku harus pergi ke Singapura. Aku harus mempromosikan produk skincare terbaru ku di sana, dan aku merasa Tante sudah tidak usah lagi melanjutkan rencana pernikahan ini karena aku yang sudah bertemu dengan Siska dan membicarakan semuanya kepada Siska jika aku tidak mungkin menikah dengan lelaki yang sudah mempunyai anak. Aku masih mempunyai hati nurani Tante, karena aku juga seorang wanita yang jika berada di posisi Siska aku akan menangis histeris."
Sudah merasa puas mengungkapkan semua nya kepada Kania, Bianca pun memilih untuk langsung pergi saja dengan meninggalkan bucket bunga mawar merah di samping Kania.
"Aku harus pergi Tante, ingat jangan berbuat jahat kepada anak-anak Siska yaa karena anak Siska itu adalah penerus perusahaan besar yang Tante milik. Jika sampai aku mendengar kabar terjadi sesuatu dengan Siska ataupun anak nya pelakunya itu adalah Tante Kania."
__ADS_1
Bianca pun keluar dari ruangan tersebut dengan perkataan pedas nya.