Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 30.


__ADS_3

Fabian merasa sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan Aliya, dan Fabian pun langsung memeluk Aliya.


"Bagaimana kalau besok kita datang ke kantor yaa, kamu bertemu dengan Mama kamu yaa sekarang jangan menangis lagi yaa Aliya sayaaaaang."


Fabian pun melepaskan pelukan erat nya dan Aliya menganggukkan kepalanya.


"Tidur yaa sayaaaaang, kamu harus tidur nyenyak."


Aliya mencoba untuk memejamkan mata nya dia tidur dengan memegang perut nya.


***


Miranda merasa sangat marah sekali ketika Fabian yang bersikap seperti itu kepada dirinya nya.


Miranda yang sedang berada di sebuah cafe dia tidak menyadari jika di belakang nya ada Irfan yang memperhatikan nya.



Irfan pun tersenyum manis ketika dirinya bisa bertemu lagi dengan Miranda, terakhir Irfan melihat Miranda di acara pernikahan Aliya dan Fabian.



Miranda terlihat sangat terkejut sekali ketika dia melihat Irfan yang menghampiri nya.


"Irfan, kamu di sini kamu tidak di Restoran mu."


Suara Miranda terdengar sangat bergetar sekali.

__ADS_1


"Bolehkah aku duduk bersama dengan mu,?"


Miranda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Apa kabar Nona Miranda, sudah lama yaa kita berdua tidak bertemu."


Miranda merasa tidak nyaman sekali ketika dia harus bertemu dengan Irfan.


"Kabar ku selalu baik dan selalu sibuk dengan pekerjaan ku."


Irfan terus memandangi wajah Miranda dan membuat Miranda menjadi salah tingkah.


"Bagaimana juga dengan kabar Aliya,? apakah di sudah pulang dari honeymoon nya bersama dengan Fabian."


Miranda menghela nafas panjang nya, dia sangat tidak nyaman ketika dia harus menjawab pertanyaan tersebut.


"Mereka berdua sudah pulang dan Fabian sudah berkerja kembali di perusahaan ku, Fabian akan menjadi CEO perusahaan karena Aliya yang tetap ingin menjadi seorang Dokter Specialis Anak."


Irfan sedikit terkejut ketika mendengar Fabian yang masih berkerja di perusahaan milik Miranda dan apalagi Fabian yang menjadi pemilik perusahaan tersebut.


Irfan hawatir Miranda berulah seperti dulu lagi.


"Mereka berdua tinggal bersama dengan mu,? atau kamu memberikan fasilitas Apartemen mewah untuk Aliya."


Miranda tidak mengetahui di mana keberadaan Aliya dan juga Fabian, bahkan Miranda belum bertemu dengan Aliya.


"Di mana pun mereka berdua tinggal itu adalah pilihan mereka berdua, aku tidak mau ikut campur dengan rumah tangga mereka berdua."

__ADS_1


Miranda meminum Coffe hangat di hadapan nya, berharap bisa menenangkan perasaan hati nya.


Melihat tingkah laku Miranda dan dari cara dia menjawab pertanyaan Irfan semakin yakin sekali jika Miranda masih belum bisa menerima kenyataan.


"Iya, itu memang sangat bagus sekali yaa. Seorang orang tua memang jarang terlalu berlebih-lebihan dalam menuntut anak-anak nya. Karena sekarang Fabian itu sudah menjadi anak ke dua juga kan."


Miranda langsung tersedak ketika Irfan yang mengatakan jika Fabian menjadi anak nya


Irfan yang menyadari hal tersebut dia langsung memberikan tissue untuk Miranda.


"Miranda kamu baik-baik saja kan, hmmmm Miranda kamu harus pelan-pelan jika meminum yang panas seperti ini. Ini sangat bahaya sekali loh tersedak ketika sedang minum seperti ini."


Irfan memberikan perhatian nya kepada Miranda tapi Miranda merasa semakin marah dengan keberadaan Irfan di hadapan nya.


"Irfan sebenarnya tujuan kamu ke sini untuk apa yaa,? apakah kamu sedang berjanji dengan seorang wanita atau kau hanya ingin berdiam saja seperti ini duduk sendiri menikmatinya keindahannya cafe ini sendirian."


Miranda pun berdiri dari tempat duduk nya, dia memilih untuk pergi ketika sudah berkata seperti itu kepada Irfan.


Irfan membiarkan Miranda pergi begitu saja, dia hanya tersenyum tipis melihat Miranda.


"Apakah dia tidak akan pernah mau mengubah hasratnya, aku merasa Miranda masih seperti dulu. Masih berharap kepada Fabian."


Irfan pun berniat ingin bertemu dengan Fabian.


"Aku harus bisa bertemu dengan Fabian, Fabian tidak boleh menghianati perasaan Aliya. Aliya harus merasakan kebahagiaan di saat dia yang tidak bahagia bersama dengan Mama nya sendiri."


Irfan pun memilih untuk pergi dari Cafe tersebut karena dia memang hanya berniat untuk menghampiri Miranda saja.

__ADS_1


__ADS_2