Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #258#


__ADS_3

Siska masih belum bisa tidur dia menunggu Dokter Nadia pulang dari Rumah Sakit.


"Aku menunggu Dokter Nadia di sofa saja sambil meminum susu hangat."


Siska dengan setia menunggu kedatangan Dokter Nadia tapi tiba-tiba saja nomber handphone nya berdering kencang sekali.


Siska melihat nomber yang tidak dia kenal dan Siska pun memilih untuk mengabaikan nya saja.


Siska meneruskan membaca buku dengan segelas susu hangat dan handphone Siska yang terus menerus berdering.


Akhirnya Siska pun menjawab panggilan telephone tersebut.


*Hallo maaf yaa ini dengan siapa*


*Siska sayang ini ibu Nak, kamu baik-baik saja kan sayaaaaang. Ibu sangat merindukan mu Nak.*


Siska begitu sangat terkejut sekali ketika ibunya yang masih mau mengingat nya.


*Buuu, aku baik-baik saja Buu. Aku di kelilingi orang-orang yang baik. Aku sekarang tinggal bersama dengan Dokter Nadia dan aku juga berkerja di Restoran Om Irfan untuk biayai persalinan ku nanti*

__ADS_1


*Nak, maafkan ibu yaa. Sekarang ibu lebih memilih untuk pergi dari rumah. Ibu tidak bisa jika harus melupakan kamu Nak*


*Astaga ibu sekarang di mana Bu,?*


*Ibu sekarang berada di rumah om kamu sayaaaaang, besok pagi ibu jemput kamu yaa kita tinggal bersama-sama*


Air mata Siska mengalir deras membasahi kedua pipinya yang akhirnya dia bisa bersama dengan ibu nya.


*Iya Buu*


*Yaudah kamu sekarang istirahat yaa Nak*


Siska pun mengakhiri panggilan telephone nya.


Siska mengelus-elus perut besar nya dan Dokter Nadia pun pulang dari rumah sakit dia melihat Siska yang menangis tersedu-sedu.


Dokter Nadia pun langsung berlari menghampiri Siska dia yang begitu sangat hawatir sekali dengan Siska.


"Siska kamu baik-baik saja kan,? kenapa kamu menagis seperti ini."

__ADS_1


Siska pun langsung memeluk erat Dokter Nadia.


"Terimakasih banyak Dokter Nadia, selama ini yang sangat baik sekali aku bisa tinggal di rumah yang sangat mewah ini. Mulai besok aku akan pergi bersama dengan Ibu ku, aku akan tinggal bersama dengan ibu."


Dokter Nadia begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Siska.


"Akhirnya ya kamu bisa merasakan kasih sayang seorang ibu di saat kamu yang sedang hamil, sebenarnya Dokter merasa sangat sedih sekali tapi bagaimana juga bersama dengan orang tua itu lebih nyaman."


Siska menganggukkan kepalanya sambil menghapus air mata nya.


"Yasudah sayaang, lebih sekarang kamu istirahat yaa. Sekolah ini adalah yang terbaik untuk kamu dan bayi kembar yang ada di dalam kandungan mu."


Siska pun mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter Nadia.


"Hmmm, dulu Aliyaa sekarang Siska. Tapi mereka pergi dari rumah ini. Semoga saja suatu saat nanti di rumah ini akan ramai dengan hadirnya anak-anak ku."


Dokter Nadia pun berjalan menuju ke kamar nya, dia mulai memikirkan bagaimana kelanjutan hubungan dengan Irfan.


"Sebenarnya aku yang tidak ingin terlalu lama menjalin hubungan ini, tapi Pak Irfan dia belum juga mengajak aku menikah padahal aku sudah tidak ingin menjalankan hubungan seperti anak remaja yang harus bertahun-tahun."

__ADS_1


Dokter Nadia mengambil handphone, tidak ada pesan masuk dari Irfan.


Pertemuan indah mereka hanya di malam itu saja.


__ADS_2