
Rendy mencoba untuk menenangkan hati Veronica dan dia juga ingin memberikan yang terbaik untuk Veronica.
"Sudah yaa Kaa, ikuti saja apa yang aku inginkan. Karena aku ingin yang terbaik untuk Kakak apalagi sekarang Kakak hanya sendirian."
Veronica memeluk erat tubuh Rendy sambil menangis tersedu-sedu di pelukan adik lelaki nya.
"Terimakasih banyak Rendy, kamu baik sekali dengan Kakak."
Veronica melepaskan pelukan erat nya dan mereka berdua pun duduk di sofa.
"Kak, aku ingin bercerita dengan Kakak. Ini masalah pribadi ku."
Rendy begitu sangat serius sekali memandangi wajah Veronica.
"Apa,? kamu mau membicarakan tentang apa Rendy."
Rendy pun memberikan foto Siska kepada Veronica.
"Siska Aurora, aku sangat mencintai nya tapi karena dia yang dari keluarga sederhana. Aku yakin jika Mama tidak akan pernah mau menerima kehadiran nya."
__ADS_1
Veronica melihat dengan sangat teliti sekali Foto tersebut.
"Di lihat dari foto nya dia seperti nya, wanita yang sangat baik sekali."
Veronica terus saja memandangi foto Siska.
"Ya, dia sangat baik sekali dia adalah sahabat baik Aliya Mutiara istri Fabian. Mereka berdua masih berstatus mahasiswa di fakultas kedokteran."
Veronica merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar jika wanita yang di cintai oleh Rendy adalah teman baik istri Fabian.
"Oh, jadi Fabian itu istri nya seorang calon Dokter ya. Seperti keinginan kedua orang tuanya yang sebenarnya menginginkan Fabian yang menjadi Dokter."
"Kakak kelihatan nya begitu sangat dekat sekali dengan Fabian, apakah hubungan kalian berdua sedekat itu di waktu sekolah."
Veronica merasa jika Rendy perlu mengetahui masa lalu bersama dengan Fabian.
"Fabian dia adalah cinta pertama Kakak dan begitu juga dengan Fabian, kita berpisah karena Kakak yang harus melanjutkan kuliah ke luar negeri. Tidak ada kata putus diantara kita berdua dan begitu sangat mengejutkan sekali ketika Kakak mengetahui jika Fabian yang sudah menikah."
Rendy merasa dia tidak usah menceritakan perjalanan cinta Fabian yang sebenarnya dulu adalah seorang lelaki simpanan Miranda.
__ADS_1
Rendy tidak mengungkit masa lalu Fabian yang sangat kelam sekali.
"Iyaa kaa, Aliya begitu sangat mencintai Fabian. Dan semoga saja tidak ada cinta lama bersemi kembali yaa diantara kalian berdua yang sekarang bisa berkerja sama, karena Aliya pasti akan sangat terluka sekali."
Veronica merasa ada sesuatu yang di balik sosok Aliya yang begitu sangat di istimewa oleh semua orang termasuk Miranda.
"Ya, ketika awal mula Kakak berkerja pun Tante Miranda mengatakan hal tersebut. Jika Fabian yang sudah memiliki istri dan istri itu adalah anak perempuan nya."
Handphone Rendy yang terus-menerus berdering dia melihat itu adalah panggilan telephone dari Miranda.
"Tante Miranda, ada di menelephone ku. Tadi juga dia mengirimkan pesan kepada ku tapi tidak aku balas pesan nya."
Veronica pun memilih untuk mengambil minuman untuk mereka berdua.
Melihat Veronica yang sedang mengambil minuman, Rendy pun akhirnya mau menjawab panggilan telephone dari Miranda.
Veronica sengaja pergi agar Rendy bisa bebas menjawab panggilan telephone dari Miranda.
"Seperti nya, panggilan telephone yang sangat penting sekali lebih baik aku pergi saja tidak berada di sana."
__ADS_1
Veronica berniat untuk membuat kan mie instan untuk mereka berdua karena cuaca di luar sedang hujan.