Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 32.


__ADS_3

Aliya yang sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya karena jadwal kuliah nya siang.


Aliya melihat suami nya yang masih terlelap tidur nya, sehingga dia merasa tidak tega untuk membangunkan nya.


"Kasihan, pasti sangat cape sekali. Yasudah aku biarkan dulu saja tidur dan aku akan membuat sarapan untuk pagi ini."


Aliya pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, dan Fabian yang berpura-pura tidur dia pun langsung bangun.


"Baik sekali kamu Aliya, memang istri idaman sekali."


Fabian pergi untuk mandi dan dia juga bersiap-siap untuk pergi ke kantor bersama dengan Aliya.


Selesai mandi dan memakai jas rapih, Fabian berjalan menuju ke dapur nya untuk menghampiri istri nya yang sedang membuatkan makanan untuk sarapan pagi.


Fabian memandangi wajah Aliya yang selalu tersenyum manis setiap dia memasak untuk dirinya.


Fabian berjalan perlahan-lahan dan dia memeluk Aliya dari belakang.


Aliya yang sangat terkejut dia lebih membalikkan badannya dan Fabian memeluk Aliya.


"Selamat pagi sayaaaaang, selamat pagi istri ku yang cantik dan baik hati."


Fabian mencium kening istrinya dengan penuh perasaan.


"Hmmmmm, jangan sampai masakan ini jadi gagal karena kita yang berpelukkan seperti ini."


Fabian melepaskan pelukan erat dan dia membantu Aliya untuk menyiapkan sarapan pagi nya.

__ADS_1


"Sekarang kamu akan bertemu dengan Mama kamu, untuk yang pertama kali nya. Aliya kamu sudah mempersiapkan diri kamu."


Pertanyaan Fabian membuat Aliya yang sudah menyiapkan semuanya.


"Aku sudah siap kok, karena aku sudah memulai terbiasa dengan sikap Mama yang sekarang. Tapi kan sekarang kita berdua sudah menikah masa Mama masih mau menggoda kamu lagi itu tidak mungkin sekali kan."


Aliya memakan makanan nya dan Fabian pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Aliya.


Fabian merasa jika Miranda yang tidak berubah dia sama seperti dulu.


"Mas, kamu setia kan sama aku. Kamu tetap mau mempertahankan cinta kamu kepada ku kan. Kamu tidak mungkin berpaling dari kehidupan kan."


Fabian memegang tangan Aliya dia memandangi wajah Aliya dengan sangat serius sekali.


"Aku mencintaimu Aliyaaaa, aku tidak mungkin akan pernah mau berpaling dari kamu. Apapun yang terjadi di pernikahan kita ini."


"Walaupun aku yang tidak bisa memberikan keturunan untuk mu."


Fabian pun langsung terkejut ketika mendengar perkataan Aliya dan Aliya juga melihat ekpresi wajah Fabian.


"Hmmmmm, sudahlah. Ayo sekarang kita bersiap-siap untuk pergi ke kantor karena aku sudah tidak sabar sekali."


Fabian masih memikirkan ucapan Aliya dia pun mengikuti Aliya dan masuk ke dalam mobil nya.


Fabian terus saja memandangi wajah Aliya dan juga melihat perut Aliya yang selalu saja merasa kesakitan.


Fabian tidak mau berpikiran negatif terhadap apa yang selama ini di rasakan oleh Aliya dia harus tetap berpikir positif.

__ADS_1


"Mas, kamu kenapa sih. Kenapa kamu melihat aku seperti itu, kamu melihat aku seperti yang sedang fokus dengan sesuatu."


Aliya menyadari jika suami yang terus-menerus melihat perut nya.


"Aliya kita periksakan yaa ke Dokter Specialis Kandungan, supaya kamu di USG ada apa sebenarnya di dalam perut kamu itu yang membuat kamu selalu saja kesakitan."


Aliya merasa Fabian yang terus memikirkan tentang ucapan nya tentang tidak bisa memberikan keturunan untuk nya.


"Mas, aku baik-baik saja kok. Pernikahan kita ini kan baru dua bulan jadi perjalanan kita juga masih panjang. Tidak harus terburu-buru juga kan nanti juga jika kita di berikan kepercayaan aku bisa hamil kok. Karena dari dulu pun aku nggak punya penyakit yang serius yang berbahaya."


Aliya mencoba untuk menenangkan pikiran suaminya, di dalam hati Aliya dia pun merasa sangat hawatir sekali dengan apa yang sebenarnya terjadi di dalam perut nya.


"Baiklah Sayaaaaang, aku kan hawatir sekali dengan kondisi kamu. Aku nggak tega kalau kamu kesakitan sambil pegang perut."


Aliya pun tersenyum manis kepada suaminya dan akhirnya mereka berdua pun sampai di depan gedung perusahaan milik nya


Aliya membuka kaca mobilnya nya dia merasa sangat terharu sekali perusahaan milik Papa nya yang di perjuangan oleh Mama nya sampai menjadi perusahaan yang maju.


"Maafkan aku yaa Pap, aku tidak bisa menjadi pemimpin perusahaan besar milik Papa ini. Tapi sekarang ada suami aku yang akan mengantikan posisi Papa di perusahaan ini yang akan menjadi perusahaan Papa menjadi lebih sukses dan maju."


Aliya pun membuka pintu mobil nya, dan dia berjalan bersama dengan Fabian menuju ke dalam kantor nya.


Pandangan mata tertuju kepada mereka berdua di saat Aliya dan Fabian yang berjalan bersama an.



__ADS_1


Aliya dan Fabian terlihat sangat serasi sekali di pandang oleh para karyawan yang ada di di kantor tersebut.


__ADS_2