Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (74)


__ADS_3

Miranda ternyata pulang ke rumah nya, dia melihat ada mobil Fabian di depan pintu gerbang.


"Fabian dia ada di sini, untuk apa di ada di rumah ini."


Langkah kaki Miranda begitu sangat cepat sekali untuk masuk ke dalam rumah nya.


Dan sampai akhirnya dia melihat Aliyaa dan Fabian yang sedang makan bersama.


Fabian yang sudah selesai makan dia pun memilih untuk minum dan berdiri dari tempat duduk nya.


"Aliya, kamu pulang lagi ke rumah ini."


Miranda begitu sangat gelisah sekali ketika melihat Aliya dan Fabian yang berada di dalam rumah nya.


"Tidak, kita ke sini hanya karena Aliya yang merasa rindu dengan kamar nya. Dan kita berdua pun sekarang akan langsung pergi."


Fabian menarik tangan Aliya dan Aliya pun merasa sangat berat sekali untuk meninggalkan rumah nya.


Miranda hanya bisa terdiam saja karena tidak tahu harus berkata apalagi.

__ADS_1


"Mama, aku pulang dulu yaa. Mama hati-hati yaa di rumah nya dan jangan pernah memakan makanan yang di larang oleh Dokter. Karena Mama yang mempunyai hipertensi."


Aliya melepaskan genggaman tangan Fabian dia menghampiri Mama nya dan bersalaman.


Miranda di buat tidak berdaya dengan perlakuan Aliya kepada nya, ingin sekali dia memeluk erat tubuh mungil Aliyaa tapi Fabian yang membawa Aliya ke luar rumah.


Miranda pun terus saja memandangi Aliya sampai dia tidak sengaja meneteskan air mata nya.


"Aliya putri ku, kenapa wajah nya begitu sangat pucat sekali dan badan nya menjadi kurus. Apakah dia sedang tidak sehat."


Miranda memilih untuk pergi ke kamar nya, dia tidak kuasa menahan air mata nya.


Ucap salah satu pegawai yang memperhatikan Aliya dan juga Miranda.


"Sudah lah itu semua hanya mereka yang tahu, kita doakan yang terbaik untuk mereka berdua."


Miranda menangis di dalam kamar nya, dia yang tiba-tiba saja ingin memeluk Aliya.


"Begitu jahat nya aku selama ini kepada Aliyaa, kenapa sekarang aku menatap Aliya seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Aliyaa. Aku merasa Aliyaa tidak sehat Aliyaa tidak baik-baik saja."

__ADS_1


Miranda membuka gorden jendela kamar nya, dia melihat Aliya dan Fabian yang masuk ke dalam mobil nya.


"Mereka berdua sudah pergi, seperti aku yang harus bertemu dengan Aliyaa di saat tidak bersama dengan Fabian."


Miranda pun menutup kembali gorden jendela kamar nya, dan dia memilih untuk keluar dari kamar nya.


Miranda berjalan menuju ke meja makan, salah satu pegawai pun menghampiri Miranda.


"Ini semua nya Nona Aliya yang memasak nya Bu, katanya sepesial untuk ibu."


Miranda pun duduk dan mencoba masakan Aliya, dia tidak menyangka jika Aliya yang manja dia bisa masak seperti ini.


"Aliya berubah menjadi anak yang mandiri, dia bertahan hidup dengan kesederhanaan nya."


Miranda merasa sangat bangga sekali kepada Aliyaa, dia merasa masih ingin bersama dengan Aliya.


"Bu, tadi Nona Aliyaa masuk ke dalam kamar nya. Dia sampai ketiduran di kamar nya dia sangat pulas sekali tidur nya."


Miranda pun seketika berpikir jika Aliyaa memang sebenarnya tidak bisa hidup sederhana tapi dia mencoba untuk memaksakan nya.

__ADS_1


Miranda pun mencoba semua masakan Aliyaa.


__ADS_2