Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (96)


__ADS_3

Mereka berdua pun akhirnya sampai di kantor, Siska tiba-tiba saja sangat bergetar sekali ketika dia berjalan menuju ke dalam kantor.


Kedatangan Aliyaa dan juga Siska membuat para pegawai merasa sangat kaget sekali.



Siska memperhatikan ekpresi wajah para pegawai yang tidak seperti biasanya.


"Al, apakah kamu merasa ada yang aneh dengan kita berdua. Mereka merasa seperti memandangi kita dengan tatapan yang berbeda."


Aliya pun memperhatikan wajah para pegawai kantor nya dia tidak merasa ada yang berubah.


"Mereka biasanya saja tidak ada yang berbeda dengan mereka mungkin itu hanya perasaan kamu saja Siska."


Aliya melanjutkan perjalanan nya menuju ke arah ruang Fabian tapi pemandangan yang tidak seperti biasa nya yang dia lihat.


Ada seseorang wanita cantik yang di sebelah ruangan Fabian. Dan Siska pun langsung menutup mulutnya ketika Fabian yang datang menghampiri wanita cantik itu.


Siska langsung menatap wajah Aliya dia sangat ketakutan sekali Aliya marah-marah di kantor ini.


"Wanita itu siapa ya, sangat cantik sekali dan suami ku berada di hadapannya."


Fabian yang sedang menunggu berkas yang sedang di kerjakan oleh Veronica.

__ADS_1




Aliya tersenyum manis dan dia pun memilih untuk pergi dari kantor tersebut, Siska mencoba untuk menahan Aliya pergi.


"Aliya, kamu mau ke mana sih. Masa kamu mau langsung pergi begitu saja, ayolah kita cari tahu siapa wanita itu dia seperti nya adalah pekerja baru di kantor ini."


Aliya memilih berjalan menuju ke kantin perusahaan dan Siska pun berlari mengejar Aliyaa.


Sampai akhirnya Aliyaa memilih untuk duduk di kursi kantin dan Siska pun duduk berhadapan dengan Siska.


"Al, kamu jangan seperti yaa. Kamu harus membiasakan untuk mendengarkan penjelasan dulu jangan marah langsung seperti ini."


Aliya mencoba untuk menenangkan hati dan pikiran nya.


Siska mengipasi Aliya dengan daftar menu yang ada di hadapannya.


"Yaa, mungkin ini tidak penting Al. Dan aku tahu yang membuat kamu marah itu bukan karena tidak ada yang memberitahu tentang adanya pegawai baru tapi wanita itu sangat cantik dan seksi sekali kan."


Aliya seketika langsung cemberut ketika mendengar perkataan Siska seperti itu.


"Astaga maafkan aku yang terlalu jujur tapi yaa kenyataan memang seperti itu kan."

__ADS_1


Siska pun merasakan di posisi serba salah dia harus berbicara apa lagi terhadap Aliyaa.


"Siska lebih baik sekarang kita pulang saja yaa, percuma kita berada di tempat ini hanya membuat aku mendadak menjadi hipertensi saja."


Siska mengikuti Aliya yang langsung pergi dari kantin tersebut.


"Astaga Aliyaaaa, dia langsung pergi saja padahal untuk apa kita ke kantin cuma buat duduk saja. Aku butuh air dingin dengan perasaan jeruk manis."


Siska pun menyusul Aliya ke dalam mobil nya, langkah kaki Aliyaa yang begitu sangat cepat sekali membuat Siska yang sampai harus berlari.


"Cepat sekali yaa Nona Aliyaa pergi, aku pikir dia akan lama di ruangan suami nya."


Ucap salah satu pegawai yang memperhatikan kedatangan Aliya.


"Apakah Nona Aliyaa sudah melihat Veronica yaa, Nona Aliyaa itu kan calon Dokter mungkin dia terburu-buru karena sangat sibuk di kampus nya. Dan menurut aku tidak mungkin Nona Aliya harus cemburu dengan seorang Veronica."


Beruntung para pegawai berpikir positif terhadap kedatangan Aliya ke kantor.


Siska membuka pintu mobil nya dan dia pun masuk, Pak Denies merasa bingung sekali ketika melihat wajah Aliya yang tiba-tiba berubah menjadi kesal.


"Pak, kita ke rumah Aliya saja yaa Psk. Dan aku mohon di sepanjang perjalanan jangan banyak bertanya karena situasi yang sangat darurat sekali."


Siska melirikan mata nya kepada Aliya dan Supir pribadi tersebut pun mengerti apa maksud dari perkataan Siska.

__ADS_1


Di perjalanan Aliya hanya cemberut dengan memandangi layar handphone nya.


Aliya terlihat sangat emosional tingkat tinggi.


__ADS_2